Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 99


beberapa hari setelah kejadian itu akhirnya kanita kembali ceria seperti biasa di sekolah pun sudah tidak murung lagi ya karena merelakan tidak semudah mendapatkan begitu fikir kanita...


"woy bengong aja Lo" ucap lala mengagetkan kanita


"ngagetin aja Lo t*yul" balas kanita


"kan Lo ngapa dah kemarin-kemarin galau banget idup Lo" tanya ria


"apaan deh siapa yang galau sii ya" jawab kanita


"gak usah boong Lo ya cerita aja sama kita" ucap Lala


"yaudah iya dah gue cerita tapi kalian janji jangan ember ya" balas kanita


"kaga kan paling kalo gak ember juga gayung" ucap Lala dan mendapat sorakan dari kedua sahabatnya


kanita pun menceritakan semua kejadian yang ia alami beberapa hari yang lalu tidak lupa ia menceritakan kalau dia mengurung diri selama dua hari dalam kamar, bukan karena lebay tapi karena ia tidak pernah menyangka jika harus memiliki perasaan yang sama dengan orang yang sudah ia anggap kakak kandung bahkan kepada lelaki yang sama pula...


asli si ini benar-benar membuat dilema tingkat tinggi antara bertahan atau merelakan lagi ya begitulah yang selalu ia pertimbangkan di sisi lain kanita masih harus fokus dengan sekolah nya namun jika ia ingin egois maka hati nya perlu di utamakan...


setelah mendengar cerita dari kanita ria dan Lala pun merasa iba sahabat nya yang cantik bak seorang model mengalami kisah cinta yang rumit kah tidak bukan rumit lebih tepat nya serba salah...


"terus sekarang Lo mau nya gimana kan" tanya ria


"gak gimana-gimana lah udah gimana berjalan nya aja" jawab kanita


"tapi kalau saran gue sih kan lebih baik Lo temuin kakak Lo itu siapa si Sabil" ucap Lala


"iya ada bener nya juga tuh kan biar gimana pun kalian gak bisa terus sembunyi-sembunyi kaya gini lebih baik Lo ketemu sama Sabil kan biar semua nya jelas" saran ria


"ngapain ketemu kak Sabil? buat apa coba apanya yang harus di perjelas" tanya kanita


"yaampun kan Lo oon apa pegimana dah Lo kan tau dari dulu tuh kak Sabil suka sama kak Eza terus kan dia juga yang ninggalin kak Eza buat kejar cita-cita nya tanpa mikirin perasaan kak Eza kaya gimana, dan sekarang pas kak Eza bisa terima kehadiran elo bisa buka hati buat elo lah dia malah balik kesini kalau tujuan dia gak mau kak Eza sama cewek lain ya kenapa gak balik dari dulu aja sebelum Lo masuk kedalam kehidupan kak Eza" jelas ria


"iya juga ya tapi kalau gue ketemu apa yang mau gue omongin coba masa ia gue ngomongin apa yang Lo bilang tadi kan kesannya gue kaya lagi ngelabrak dia iya gak sii" ucap kanita


"yaudah kalau gak gini aja Lo fikirin perasaan Lo deh Lo sayang apa nggak sama tuh cowok kalau Lo sayang yaudah Lo pertahanin tapi dengan cara yang baik jangan pakai cara licik" balas Lala kanita dan ria pun menoleh ke arah nya


"tumben Lo bener Marni" ucap kanita dan ria kompak


"si*lan Lo nama gue Lala Paramitha lah Marni dimana itu nama Marni dapet nya" jawab Lala dengan muka yang dibuat sebal


"CK... yaudah iyaiya sorry" ucap kanita dan ria


...


di tempat lain Sabil Rio dan Sisil sedang berkumpul ketiga orang itu merindukan sosok kanita yang sudah beberapa hari ini tidak berkunjung ke rumah Rio, bukan tidak tahu dengan kejadian Sabil Eza dan kanita Rio mengetahui nya karena setelah kejadian Eza menghubungi Rio dan menjelaskan semua yang sudah terjadi namun Rio hanya ingin pernyataan langsung dari sang adik yaitu Sabil dan kanita...


"kakak" ucap Sabil Kepada Rio dan Sisil keduanya pun menoleh ke arah nya, jujur Sisil merasa kesal karena ia merasa jauh dengan kanita tapi Sisil juga merasa kasihan kepada Sabil yang terlihat begitu sedih...


"maaf kan aku hiks...hiks" ucap nya sambil menangis


"maaf kenapa apa kau membuat kesalahan" tanya Rio memancing agar Sabil bercerita


"maaf karena gara-gara aku kanita jadi tidak mau berkunjung ke sini lagi, maaf karena aku telah melukai hati nya aku tahu aku salah dan aku juga tahu tidak seharusnya aku seperti itu kepada dia bahkan seharusnya aku membiarkan saja jika kak Eza lebih memilih kanita" ucap nya di sela-sela menangis Sisil yang mendengar itu terharu dua adik yang tidak memiliki ikatan darah tapi saling menyayangi melebihi saudara kandung


"bagus jika kau berfikir seperti itu kau tahu bukan jika aku tidak akan membela siapapun meskipun kau adikku jika kau salah maka aku tidak akan membela kamu" jelas Rio, Rio memang orang yang tegas jika salah maka mengaku lah ia tidak akan membenarkan orang yang salah meskipun itu keluarga nya sendiri


"iya aku tahu kak" ucap Sabil


"di masalah ini Eza dan kanita tidak salah tapi kesalahan ada pada dirimu sendiri di saat Eza benar-benar menginginkan kamu dan akan melakukan apapun untuk kamu tapi kamu malah meninggalkan nya tanpa menunggu persetujuan dari nya meskipun itu untuk mengejar cita-cita mu tadi cara yang kau ambil begitu egois tanpa berfikir bagaimana kedepan nya!" jelas Rio Sabil hanya menundukkan kepalanya dengan air mata yang mengalir deras


"dan sampai Eza pergi ke luar negri untuk mengurus perusahaan papah nya dia berfikir akan bisa melupakan mu meskipun tidak banyak namun ia merasa gagal karena terus mengingat mu dan saat kanita datang Eza terlihat berubah ia terlihat lebih ceria dari biasanya bahkan saat Eza memutuskan untuk menerima kehadiran kanita dan hati nya mulai menjadi milik kanita kau putuskan untuk kembali kesini Sabil apa yang ada dalam fikiran kamu" tambah Rio dengan menatap Sabil


"iya aku minta maaf kak tidak seharusnya aku seperti itu aku mohon maaf" ucap Sabil


"seharusnya jika kau ingin kembali dulu maka kembali lah sebelum kehadiran kanita dan sekarang semua sudah terlambat Eza sudah begitu menyayangi kanita, aku tahu Sabil gimana hancur nya dia saat kau pergi maka aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi aku tidak ingin malu untuk kali ini maka kau harus mengikhlaskan Eza untuk kanita" balas Rio dengan tegas namun Sabil hanya menangis saja ia sadar bahwa ini kesalahan nya maka apapun yang di katakan oleh kakak nya itu semua benar ia tidak akan marah kepada Eza juga kanita karena kedua orang itu adalah orang yang sangat penting untuk Sabil


"minta maaf lah kepada kanita dan juga Eza" ucap Rio lalu meninggalkan Sabil dan Sisil, Sisil yang melihat Sabil terus menangis pun merasa kasihan...


"jangan nangis terus Sabil" ucap Sisil memeluk sang adik ipar


"kakak hiks....hiks" jawab Sabil terus menangis


"iya aku tahu rasa nya jadi kamu tapi kamu harus kuat mana ipar ku yang bawel dan ceria beginikah aunty dari anak ku nanti aunty yang cengeng?" ucap Sisil menghibur


"tidak aku tidak cengeng" jawab Sabil tersenyum


"ya ipar ku memang kuat dan ceria kamu pasti bisa" ucap Sisil menyemangati


"terimakasih kakak" jawab Sabil memeluk Sisil dan Sisil pun membalas nya sambil tersenyum


Sisil merasa harus karena setelah ucapan Rio yang pedas lebih pedas dari bon cabe namun Sabil tidak marah ataupun dendam Sabil menanggapi ucapan Rio dengan tenang meskipun ia menangis namun Sabil terlihat jika dirinya merasa bersalah Sisil yakin jika kedekatan Sabil dan kanita akan kembali baik-baik saja jika semuanya sudah di bicarakan dengan baik...


.


.


.


.


.


jangan lupa like, vote dan komen nya juga 🙏😉