
*SERIES II*
Aiden Giovaro Abrisham, putra dari pasangan Justin Putra Abrisham dan Dea Anggita Putri Artadinata. Aiden yang baru saja lahir enam bulan yang lalu kini tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan seperti sang Daddy.
Aiden juga menjadi cucuk kesayangan dari dua keluarga terbesar di Asia, identitas Aiden di tutup rapat oleh Justin dari saat lahir.
Aiden lahir bersama dengan saudara perempuan nya yang juga cantik jelita, siapa sangka jika keduanya selau di katakan anak kembar namun berbeda orang tua.
Aleta Quenby Elvina Abrisham, putri dari pasangan Julian Putra Abrisham dan Siti Maesaroh. Aleta bagaikan princess bagi Julian dan juga Mae.
Bukan hanya untuk Julian dan Mae, namun juga Dea dan Justin sangat menyayangi Aleta. tidak lupa Meitha yang selalu merasa gemas kepada bayi perempuan itu.
Sama seperti Justin yang menutupi identitas putranya, julian pun melakukan hal yang sama. ia menutup rapat identitas putrinya, bukan apa-apa keluarga besar itu adalah orang yang berpengaruh dan kejam dalam bisnis. maka mereka mengkhawatirkan jika rekan bisnis akan memanfaatkan anak-anak nya.
Bahkan sekarang ini keadaan rumah Justin semakin di perketat, tidak boleh ada orang asing yang masuk ke dalam gerbang rumah nya.
Aiden memiliki tiga orang suster atas perintah Justin, meskipun awalnya Dea menolak tapi setelah mendengarkan penjelasan Justin bahwa ia ingin anak nya terpantau dan tidak di tinggal-tinggal maka Dea menyetujui nya.
Sementara Aleta memiliki dua orang suster, karena Julian yang memintanya jika ada kebutuhan yang mepet makan Julian akan meminjam suster milik Aiden.
Justin tahu jika anak-anak nya akan tumbuh menjadi anak yang cerdas, namun ia ingin menutup kecerdasan anak nya. ia ingin putranya itu hidup seperti anak-anak pada umumnya.
Bukan mengekang hanya saja Justin ingin memberikan kenyamanan kepada anak-anak nya, ia tidak ingin anak nya di tuntut ini dan itu.
Julian dan Justin akan merasa sangat merindukan anak nya jika tengah berada di kantor, bahkan Justin selau memilih pulang lebih awal agar ia bisa melihat pertumbuhan putranya meskipun tidak setiap saat.
Tidak hanya itu, bahkan Carl putra pertama Justin pun sangat menyayangi Aiden. ia begitu menjaga adik kesayangannya itu, meskipun mereka bukan lahir dari rahim yang sama namun mereka hidup dengan kasih sayang yang sama.
Carl Yudistira Abrisham, katakan saja putra sulung Justin dan juga Dea kini sudah lulus sekolah dan sedang menjalani studi S1 nya. Carl yang terlahir cerdas bisa menyusul sang aunty yang saat ini sudah masuk S2, bahkan tidak jarang Mei membantu Carl untuk cepat selesai kuliah.
....
Hari ini Dea bangun pagi-pagi sekali karena ia mendengar suara tangis Aiden, putra nya itu sudah seperti alaram pagi untuk nya.
Aiden sering terbangun pada jam 4 pagi dan hal itu membuat Dea senang, karena itu artinya Aiden membangunkan sang mommy dan mengingatkan agar mommy nya tidak kesiangan menjalankan kewajiban nya.
"Anak mommy udah bangun sayang, kenapa nak ai haus hmmmm" ucap Dea yang sudah mengangkat tubuh mungil Aiden.
Sementara Aiden hanya tertawa senang berada dalam pelukan Dea, Dea mengajak Aiden ke atas tempat tidur nya. dimana Justin masih terlelap, Dea meletakan Aiden lalu berjalan ke dapur untuk mengambil botol susu bayi nya itu.
"Tunggu sebentar, mommy mau ambil botol susu dulu buat ai oke" ucap Dea, sebelum pergi ia mencium pipi Aiden.
Saat Dea pergi Justin menggeliat dan tidak sengaja menyenggol putranya, hingga membuat Aiden menjerit kaget. hal itu membuat justin membuka matanya terkejut karena Aiden berada di samping nya.
"Sayang yaampun kamu kenapa ada di sini, kaget Daddy. maaf ya nak ya Daddy gak sengaja cup cup" ucap Justin, ia langsung mengangkat tubuh Aiden.
"Anak Daddy ganteng ya nak, ah gimana gak ganteng kamu kan lahir dari bibit unggul nya Daddy" kekeh Justin membuat Aiden tertawa.
"Begini rasanya punya bayi, bahkan enam bulan ini kamu selalu jadi alaram nya mommy. pagi-pagi buta dia udah bangun dan ngilang, enak-enak nya ninggalin kamu sendirian ya. untung pas Daddy senggol gak jatuh" ujar nya, lagi-lagi Aiden tertawa senang melihat Justin yang berbicara.
....
Sementara di kamar lain terlihat Aleta sedang mengoceh di atas tempat tidur, tidak berbeda dengan Aiden Aleta juga di tinggalkan oleh Mae ke dapur.
Julian yang mendengar celotehan bayi anak nya membuka mata dan tersenyum, pemandangan pagi hari ini akhir-akhir ini adalah hasil kerja keras nya.
"Anak papi sudah bangun" ucap Julian mencium pipi gembul Aleta.
"Daddy Daddy Daddy" celoteh nya membuat Julian terkekeh.
"Hey kamu masih kecil queen, cantik sekali anak papi ini" ucap Julian membuat Aleta menjerit, bayi nya itu sudah bisa meracau tidak jelas membuat Julian bahagia. bahkan Aleta memanggi nya Daddy meskipun tidak terlalu jelas di dengar, namun Julian senang karena putrinya itu tumbuh dengan baik.
"Kamu udah bangun" ucap Mae yang baru saja masuk ke kamar.
"Iya, kamu dari mana" balas Julian.
"Dia cantik kaya mommy nya" ucap Julian, membuat Mae tersenyum.
"Kamu tau, tadi di dapur Dea berceloteh jika Aiden sangat mirip dengan bang Justin" ucap Mae, membuat Julian tertawa kecil.
"Aiden memang mirip nya sama bang Justin, bibit unggul nya pasti di sayang banget itu" ujar Julian, membuat Mae yang memandangi wajah cantik putrinya itu menatap Julian.
"Aleta juga mirip nya sama kamu, liat ada mata hidung sama bibir nya sama kaya kamu" ujar Mae.
"Tentu saja dia anakku, dan keluarga Abrisham itu kalo punya anak pasti mirip keluarga kami" canda Julian membuat mae mendengus.
"Mandi sana ih, jangan ciumin Aleta Mulu papi bau" ledek Mae, membuat Julian merengut.
"Mana ada bau, oiya jangan panggil papi tadi Aleta manggil aku Daddy" ucap Julian bangga.
"Benarkah, kenapa Aleta bisa nya manggil Daddy bukan mommy" rengek Mae, membuat Aleta yang sedang minum susu tersenyum.
Hidup kedua pasangan itu begitu bahagia, bagaimana tidak keduanya memiliki anak yang lucu-lucu dan berasal dari bibit unggul.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: aku datang lagi Uun 😂
N: dah kelar Lo libur nya 🤣
A: kaga libur gue mikirin alur berikut nya kan biar tetep seru dan gak garing 😂
N: Lo tau gue aneun sama babang Julian 😭
A: lah gue kira Lo kangen sama gue 😁
N: dua-duanya lah biar adil kan gue 🤣
A: iya si bener 😂 yaudah jangan lupa like komen sama vote nya, kalo kaga like komen sama vote gue gantungin dah 😂
N: ampun kejam bener Lo 😂
A: bukan kejam lah kan biar semangat gue nya 😂
N: iya si bener 😂
A: 😂😂😂*