
Pagi hari Carl menghampiri Dena dan ana, kedua gadis berbeda usia itu terlihat sangat akrab.
Meskipun masih kecil pemikiran dan cara berbicara Dena terlihat sangat dewasa, ya karena gadis itu sangat pandai berbicara.
Carl tidak menanggapi perasaan Dena karena ia berfikir jika Dena hanya seorang anak kecil, lagi pula itu tidak mungkin untuk nya bersama Dena.
Meski dirinya bukan anak kandung Dea, tetap saja disini posisi nya Carl adalah ponakan angkat Dena. apalagi jika mengingat misi Justin yang ingin membalas perbuatan ayah kandungnya, itu artinya Justin akan mengenalkan Carl kepada dunia.
Jika dirinya bersama dengan Dena apa kata orang-orang, maka dari itu Carl hanya bersikap biasa saja.
"Hai" sapa Carl.
"Ya" sahut Dena.
"Kalian lagi ngapain" tanya Carl.
"Lagi mulung bang" jawab nya membuat Carl tertawa kecil.
"An" panggil Carl.
"Ya" sahut ana.
"Diem Mulu kenapa? sariawan" ledek nya.
"Bukan bang, ana lagi puasa ngomong" ujar nya.
"Dih begitu" ledek Carl.
"Yey suka-suka dong" balas ana.
"Bang" panggil Dena.
"Hmmmmm" jawab Carl.
"Mba ana cantik ya" ucap Dena.
"Cantik si, tapi sayang ngirit banget kalo ngomong" ujar Carl.
"Bukan ngirit, ngomong itu lebih baik seperlunya. lagian ana sering kok ngobrol sama Aiden" ujar nya membuat Dena dan Carl terkekeh.
"Dasar ngobrol nya sama bocah Mulu si" ledek Carl.
"Abang ihh bocah-bocah begitu kan itu adik nya Abang" ujar ana.
"Hehe iya deh" ucap Carl.
Mereka berbincang bersama, Dena tidak terlalu menunjukkan rasa suka nya kepada Carl. ia hanya berdoa jika nanti saat ia dewasa ia akan menemukan lelaki yang lebih dari Carl.
...
Di tempat lain Dio, Sisil dan juga Mei tengah berbincang, Sisil memberitahu jika dirinya akan lama lagi untuk kembali.
Dena gadis itu meminta Sisil untuk kembali nanti setelah ia menyelesaikan urusan sekolah nya, namun Sisil Masi memikirkan hal itu.
"Gimana bang" tanya Sisil.
"Nggak apa-apa lah Bun, lagian Dena juga harus fokus sama sekolah nya kan" jawab Dio.
"Tapi bunda tuh berasa sepi kalo Dena lagi sekolah" ucap Sisil.
"Iya juga si bang, besok bunda balik ke sana ayah kamu udah nelponin bunda Mulu" ucap Sisil.
"Lagian ayah mana bisa jauh-jauh sama bunda" ucap Mei.
"Hmmmmm, iya kamu bener. yaudah bunda mau beresin barang-barang dulu" ujar Sisil, ia beranjak menuju kamar nya.
Dalam hati Sisil ingin tinggal disini, menunggu Mei dan Dea memiliki anak. namun apalah daya jika bayi gede nya sudah meminta pulang Sisil tidak bisa menolak lagi.
Dena pun telah kembali ia melihat Sisil tengah mengemasi barang-barang pun tersenyum, Dena berjalan mendekati Sisil.
"are we going home Bun" (apakah kita akan pulang Bun). tanya Dena.
"yes, your dad asked us to come home soon." (ya, ayah mu meminta kita untuk segera pulang). jawab Sisil.
Dena pun membantu Sisil membereskan barang-barang nya, ia sangat bersemangat untuk kembali ke negara dimana ia menemukan orang yang selalu ia ganggu.
Dena berjanji jika ia tidak bisa menaklukkan Carl, maka ia akan menaklukkan lelaki yang selalu di buat kesal oleh nya itu. siapakah laki-laki itu? tunggu saja sampai Dena sudah dewasa oke π
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: ini ya gue bingung mau cari visual Dena yang udah gedeπͺ
N: nanti aja make visual nya, Tar kalo Lo ngasi gambaran netizen pada hewir bilang Dena tiba-tiba gede π
A: iya kemarin gue kasi gambaran ni ya, lah di demo gila gue lier jadinya π€£
N: mangkanya nanti aja, terkadang penulis itu serba salah π
A: mangkanya, padalah gue mah cuma mau ikutin mau mereka doang tapi tetep wae salah π
N: yaudah gak usah make visual dulu Thor oke π
A: oke Uun π€*