Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 388


Hari ini Sisil tiba di tanah air bersama dengan anak dan juga suami nya, bagaimana tidak Rio begitu senang mendengar jika anak Dio sudah lahir.


Sementara Dena seperti biasa gadis itu akan merengut kesal karena di paksa untuk ikut kembali, Dena tidak ingin menunda sekolah nya.


Namun karena sang ayah yang sudah berbicara mau tidak mau Dena mengikuti keinginan ayah nya itu, karena ia tidak ingin membuat ayah nya kecewa.


Mereka di jemput oleh Justin di bahdara, Dena yang melihat Abang ipar kesayangan nya itu langsung berlari memeluk Justin.


"Daddy" pekik Dena, ya itulah panggilan kesayangan nya untuk Justin.


"Weiss, girl sudah besar kamu" ucap Justin.


"Tentu saja aku kan di beri makan" ujar Dena, Justin langsung menyalami Sisil dan Rio.


"Mau langsung ke rumah sakit atau pulang ke rumah dulu yah" tanya Justin kepada Rio.


"Langsung aja bang, lagi gak sibuk kan" ucap Rio.


"Enggak kok yah" balas Justin.


Kini mereka akan langsung menuju rumah sakit, dimana Dea, Carl dan Aiden sudah ada disana. Dea sengaja mengajak Carl karena putranya itu sibuk membantu Justin hingga belum sempat menengok baby Mei.


"Rel" panggil Dio.


"Ya uncle" sahut Carl.


"Kapan balik ke L*" tanya nya lagi.


"Lusa" jawab nya santai, ya memang ia akan melakukan wisuda.


"Gak tinggal lebih lama lagi" tanya Dio.


"Gak lah uncle, aku udah di suruh ngambil S2 sama Daddy" ujar nya, Carl memang ingin mengejar studi nya agar ceoat selesai dan akan menetap di tanah air.


Saat mereka sedang sibuk dengan berbincang tiba-tiba ada yang membuka pintu ruang rawat Mei, membuat semua yang ada di dalam ruangan itu tersenyum.


"Assalamualaikum" ucap Sisil dan Rio.


"Walaikumsalam" ucap semuanya, saat Sisil menghampiri Mei Rio justru menghampiri Dea dan memeluk putri sulung nya itu.


Rio memang begitu menyayangi anak-anak perempuan nya, bukan berarti ia tidak menyayangi Dio justru Rio pun begitu menyayangi Dio.


"Ayah" lirih Dea saat berada dalam pelukan sang ayah, sedewasa apapun anak perempuan ia pasti akan merasa sedih dan bahagia jika di dekap oleh ayah nya bukan.


Begitupun dengan Rio meskipun Dea sudah menikah dan memiliki anak bagi Rio Dea tetap lah gadis kecil nya, jujur Rio merasa sedih karena tidak bisa menemani putrinya di masa-masa tersulit seperti kejadian yang di alami oleh putri nya.


Sementara Dea ia merasa beban yang berada di pundak nya hilang begitu saja saat mendapat pelukan dari sang ayah, Dea meneteskan air matanya jika mengingat Rio yang menikahkan nya dulu.


"Ayah kangen kakak, berapa lama kita tidak bertemu hmmmm. bahkan saat kelahiran Aiden ayah hanya menemani kakak sebentar" ucap Rio.


"Kakak juga kangen ayah, kakak butuh ayah kakak butuh pundak ayah. ternyata benar sesayang apapun dan sebaik apapun suami kakak ayah tetap lelaki pertama yang selalu kakak rindukan" lirih Dea, mendengar ucapan putri nya itu Rio tersenyum.


"Dan kakak akan tetap menjadi putri kecil ayah bukan" ucap Rio, pemandangan itu tidak lepas dari perhatian Dena.


Gadis itu tersenyum karena memang benar Dea begitu mencintai ayah nya sama seperti dirinya, Dena mendekati Rio dan Dea lalu masuk kedalam pelukan Rio juga Dea.


"Jangan melupakan anak bontot mu ini ayah, aku juga gadis kecil mu bukan" ucap Dena membuat semua orang tertawa.


Rio melepaskan pelukannya dan beralih kepada Dio, Dio yang merasa membutuhkan ayah nya langsung menghambur ke dalam pelukan sang ayah.


"Selamat bang, akhirnya kamu tau perjuangan seorang istri untuk suami nya. dan disini pula kamu akan memiliki tanggung jawab yang besar" ucap Rio membuat Dio mengangguk.


Setelah itu Rio menatap Mei yang tersenyum ke arah nya, senyum itu seperti senyum Nita wanita yang di cintai oleh gio saudaranya.


Sementara Mei yang melihat Rio seakan melihat sosok Daddy nya yaitu gio, Mei meneteskan air matanya dan Rio langsung memeluk Mei penuh sayang layak nya kepada putrinya sendiri.


"Ayah, hiks...da_daddy" lirih mei.


"Kamu putri dan menantu terbaik Mei terima kasih karena sudah merawat Dio, dan sudah memberikan sekaligus dua bayi laki-laki" ucap Rio.


Setelah sama-sama melepas rindu kini mereka mengobrol bersama, Dena duduk di dekat Dea bersama dengan Aiden.


Sementara Carl duduk di sebelah Justin, Dena tertawa gembira hingga akhirnya Sisil membuka suara mengenai keinginan Dena.


"Bang emang ngijinin Dena jadi DJ" ucap Sisil.


"Lah emang bunda gak ngijinin" tanya Dio.


"Nggak lah bang, Dena itu anak perempuan kan bunda was-was jadinya" ujar Sisil membuat Justin menatap Dena.


"Sekolah dulu saja, soal profesi nanti kita omongin lagi. toh Dena juga belum selesai sekolah kan" ucap Justin membuat Dena menunduk, jika sudah berhadapan dengan Justin dan Dio apa yang bisa ia protes.


"Kenapa enggak jadi dokter aja Dena" ucap Carl, kini lelaki itu membuka suara nya.


"Nah iya benar tuh" ucap Dio.


"Nyah lah lihat nanti saja" ucap Dena.


Mereka terus berusaha menasehati dan membuat Dena mengerti, bukan ingin mengekang hanya saja mereka memiliki kekhawatiran.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Guys ini visual Dena ya, anggap aja nanti Dena kalo udah gede begini. jadi jangan komen kedewasaan karena nyari yang mungil itu susah jadi Mon maklum ya 😊


Dena



Carl



***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: yang minta Carl di temuin sama Dena udah aku temuin ya 😊


N: buat beberapa episode kedepan mah Carl Dena dulu ya 😂


A: campuran lah biar adil 😂


N: oke in dah 😂


A: emang harus nya gitu 🤣


N: 😂😂😂*