Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 133


hari ini kanita merasa tubuhnya tidak enak badan nya lemas kepala pusing dan juga mual...


"hoeekkk hoeekkk" muntah kanita membuat Eza segera menghampiri nya.


"sayang kamu kenapa" tanya Eza lalu memijat pundak kanita


"aduh kak gak tau deh ini kenapa rasanya akutu mual banget" jawab kanita kembali memuntahkan isi perutnya.


"kita ke dokter oke aku gak mau kamu kenapa-napa" ucap Eza lalu menggendong tubuh kanita tapi kanita menolak untuk di ajak ke dokter


"nggak kak aku gak mau, aku mau istirahat aja" jawab kanita


"tapi kamu sakit kan" ucap Eza


"aku gak apa-apa kakak ke kantor aja" balas kanita


"nggak aku mau temenin kamu aja aku gak akan ke kantor" ucap Eza


"tapi aku gak apa-apa" balas kanita


"aku gak yakin kamu gak apa-apa" ujar Eza


"ya terserah aku mau tidur dan jangan ganggu aku" ucap kanita dan Eza pun menganggukkan kepalanya.


Eza naik ke atas ranjang ia berbaring di samping kanita dan memeluk kanita.


...


di tempat lain Sabil dan Zian sedang berdebat mengenai nama untuk anak mereka nanti yang sebentar lagi akan lahir, karena setiap periksa kandungan Sabil tidak pernah ingin tahu mengenai jenis kelamin nya agar nanti menjadi kejutan.


"sayang gimana kalo cewek kita namain reisya terus kalo cowok kita namain Rasya" ucap Sabil Sambil memeluk tubuh kekar Zian


"tapi lebih bagus zaka sayang" balas Zian


"nggak aku gak mau tar anak aku di katain zaka sembung bawa golok lagi" ucap Sabil membuat zian tertawa


"sayang itu pantun" balas Zian


"ya mangkanya jangan zaka sembung bawa golok" ucap Sabil


"kan cuma zaka aja gak pake si sembung sama si golok cinta" balas Zian


"nggak mau cari yang lain" rengek Sabil


"yaudah gimana kalo Nobita" ucap Zian


"ini buat nama anak bukan mau main film kartun sayang dikira anakku pasukan Doraemon" gerutu Sabil kembali membuat zian terbahak-bahak


"ya terus apa dong kamu nama dari aku gak ada yang cocok" ucap Zian


"ya kamu ngasi nama yang bener aja masa suru jaka sembung bawa golok sama si Nobita pasukan Doraemon. gak sekalian aja Suneo" Grutu Sabil


"haha yaudah kita namain nanti aja kali udah launching itu baby nya" ucap Zian


"maksudnya dadakan gitu di namain nya? tanya Sabil


"iya sayang biar suprise" jawab zian


"kasian banget anak aku udah di kasi nama nya dadakan kaya tau bulat, terus dibilang launching udah kaya album lagu" cetus Sabil membuat zian semakin gemas kepada istrinya itu.


"gak usah di manyun-manyunin gitu nanti aku gigit mau" ucap Zian membuat Sabil tertawa


"haha di perhatiin ternyata" balas Sabil


semenjak nikah dengan Zian Sabil memang tidak langsung hamil karena banyak nya urusan yang harus mereka selesaikan. begitupun dengan kanita karena saat menikah dengan Eza itu ia masih kuliah dan belum selesai S1 maka ia menundanya sampai wisuda. jadi kanita tidak terlalu tua karena saat ia menikah dengan Eza usianya masih 20 tahun dan anak Sisil saat itu sudah menginjak kelas 4 SD.


...


kembali ke kediaman Eza dan kanita. saat ini kanita sedang tertidur tidak hanya itu ia juga sering bulak balik kamar mandi karena rasa mual nya, dan itu membuat Eza sangat khawatir kepada istrinya itu.


sampai saat terakhir kanita ke kamar mandi dan ia sedang terduduk di samping closed hal itu membuat Eza terkejut.


"sayang yaampun kan" ucap Eza menghampiri kanita


"ayo" ucap Eza menggendong tubuh kanita dan merebahkan nya di atas tempat tidur


"za ada apa dengan kanita" tanya mami Eza yang khawatir akan keadaan menantunya


"mami" ucap Eza


"iya mami tau dari mbak tadi bilang katanya kamu minta air hangat buat kanita" jawab mami nya


"ada apa za kenapa kanita" tanya sang mami lagi


"aku gak tau mi tiba-tiba aja dia muntah-muntah terus badan nya juga demam, tapi aku udah panggil dokter" jawab Eza


"sayang kamu kuat nak sabar ya mami akan temenin kamu sampai dokter datang" ucap sang mami mengecup kening kanita


"iya mi makasih" jawab kanita dengan lemas


"tidak sayang ini sudah tugas mami menjaga kamu nak" ucap sang mami lagi


mami dan juga eza terlihat sangat khawatir namun mereka tidak bisa berfikir apapun termasuk menebak-nebak. karena selama menikah Eza dan kanita memang menunda untuk memiliki anak dulu sampai kanita tidak sibuk lagi dengan tugas-tugas kuliah nya dan kanita pun selalu mengonsumsi pil kontrasepsi. namun entahlah apa yang terjadi saat ini begitu fikir Eza dan mami nya.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


(maaf ya para readers kenapa aku cepetin ceritanya karena aku gak mau terlalu lamban, kalo aku bikin cerita yang lamban tar dibilang bosenin disisitu-situ aja. tapi kalo aku cepetin di bilang aneh karena terburu-buru terus aku nya harus gimana? kan jadi serba salah 😊 jadi aku bikin cerita yang cepetan nya dulu yang gak bertele-tele nanti perhari nya lagi kok😊)


N**: iya Thor gak apa-apa gue ngerti kok udah gak usah di fikirin Thor😁


A: gimana gak di fikirin Mun rasanya gue tuh serba salah 😭


N: ya elah Thor kayak gak tau aja kan deterjen maha benar Thor😂


A: oiya lupa😁 pasukan Lo itu Mumun😒


N: elah Thor guemah gak ngikut-ngikut dah mendingan baca aja ikuti alur nya😂


A: apaan Lo kan tukang nindas🤣


N: sembarangan gini-gini gue kalo komen bikin Lo semangat kan Thor😂


A: iya juga ya😂


N: mangkanya 🤣


A: eh tapi tanpa para deterjen akutuh bukan apa-apa Mun😔


N: iya Thor gue tau Lo makasih aja buat mereka yang selalu komen baik ataupun tidak , dan jadikan itu sebuah motivasi 😊


A: Mumun tumben bijak😂


N: di ajarin elo kan😂


A: dih kapan gue ngajarin😒


N: kemaren dalam mimpi 🤣🤣🤣


A: sueeee lo😒😏


N: 🤣🤣🤣🤣🤣*