Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 246


Malam hari nya Rio dan keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga, Dena, Mei, Mae dan Dea tengan tertawa bahagia.


Ketiga kakak nya itu selalu menggoda Dena yang notabene nya masih kecil, Dena yang genit sering kali di nasehati oleh Dea.


Sisil yang melihat Dena begitu patuh kepada kakak sulung nya itu merenggut.


"Apa-apaan ini ke apa Dena lebih patuh kepada Dea." gumam Sisil, yang di dengar oleh Justin dan Rio.


"Krena Dea pinter nyogok Bun, lihat itu anak kamu berceloteh minta ini itu dan di iyakan begitu saja" ucap Rio.


"Abang bilangin Dea dong jangan manjain Dena gitu, kan nanti kalo kalian punya anak ribet bang kalo Dena kebiasaan di manjain" ucap Sisil.


"Gak apa-apalah Bun, lagian meskipun nanti kami punya anak. aku gak akan beda-bedakan Dena sama anak aku, lagian aku sudah anggap Dena seperti anakku sendiri" ujar Justin membuat Sisil dan Rio menganga.


"Bang kamu Masi muda bang, bisa bikin banyak anak. jadi gak usah angkat-angkat gitu berat bang" ucap sisil, namun justin hanya tersenyum.


"Kebahagiaan Dea adalah hidupku Bun, dan aku gak mau Dea berfikir bahwa aku gak peduli kepada adik-adiknya" balas Justin.


"Cakep itu, nggak salah pilih mantu aku Bun" ucap Rio.


"Matamu, yah aduh ini mantu ko yaelah bikin bunda terbang gitu yah" ucap Sisil membuat Rio terkekeh.


Justin melihat Dena yang menguap berkali-kali pun tersenyum gemas, Dena masuk ke pangkuan Dea dan terlelap dalam pelukan sang kakak.


Sisil yang melihat Dena terlelap pun tersenyum senang, itu artinya Dena tidak akan menggangu Justin.


"Mbak" panggil Sisil kepada suster Dena.


"Iya nyah" jawab nya.


"Bawa Dena ke kamar nya" ucap Sisil dan di angguki oleh suster nya.


Namun saat pengasuh Dena hendak mengangkat tubuh Dena, gadis kecil itu bangun dan membuka matanya.


Dena menatap pengasuh nya dengan tajam dan mata berkaca-kaca, hingga akhirnya tangis Dena pun pecah memanggil Justin.


"Hiks...hikss... huaaaaaaaa" tangis Dena, membuat semuanya terkejut.


"Abang hiks... nggak mau Abang" jerit nya, saat Sisil mengisyaratkan pengasuh nya memaksa Dena.


"Abang huaaaaaaaa, bunda jahat hiks...hikss" tangis nya histeris.


Dan hak itu membuat Justin berdiri dan berjalan ke arah Dea, ia mengambil Dena yang terus memberontak dalam gendongan pengasuh nya.


"Abang, nggak mau aku mau bobok sama Abang sama kakak" jerit nya lagi, membuat Justin tidak tega.


"Iya sayang cup cup, Dena bobok sama Abang sama kakak ya" ucap Justin menenangkan.


"Sayang bobok sama bunda yu" ajak Sisil.


"Nggak mau, Dena mau sama kakak" teriaknya.


"Udah Bun gak apa-apa Dena sama aku aja" ucap Dea, dan berlalu mengajak Justin ke kamar bersama dengan Dena.


"Dena kenapa ya yah, seakan dia ngerti kalo Dea pengen ngerasain ngurus anak" ucap Sisil.


"Biarlah Bun gak apa-apa, kasian Dena" ucap Rio.


...


Dena memeluk Dea dengan erat, sementara Justin mengelus kepala Dena dengan lembut.


"Sayang kita udah kaya punya anak ya" ucap Dea.


"Iya sayang, Dena lucu aku gemes" ucap Justin.


"Anak kita ini bang" canda Dea, yang terlihat tengah menghibur diri.


"Iya sayang Dena anak sulung nya ya, nanti kita bikin adik nya" ucap Justin, menghibur Dea.


"Abang" panggil Dea.


"Ya" sahut Justin.


"Kangen aku" ucap Dea membuat Justin membelalak.


"Shiiiitttt" umpat Justin, saat mendengar ucapan Dea.


"Bang" goda Dea.


"Nggak sayang" ucap Justin.


"Abang, kangen aku" goda Dea.


"No sayang no" tolak Justin frustasi.


Melihat wajah memelas Justin Dea pun tertawa terbahak-bahak, hingga merekapun tertidur. dengan Dea memeluk Dena.


Saat tengah malam Justin terbangun, dan ia tersenyum melihat Dea dan Dena. Justin pun pindah kebelakang Dea dan memeluk istrinya kesayangan nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: dikit dulay ya😂


N: banyak apa 😁


A: nanti lagi 😁


N: oke😁*