
Pagi hari Mei meregankan otot tubuh nya yang terasa sakit, ia pun mencoba untuk membuka matanya.
Saat Mei berhasil membuka matanya ia melihat Dio yang masih terlelap di samping nya, Mei tersenyum mengingat kejadian semalam.
Ia pun mencoba bangun untuk membersihkan diri, Mei menahan rasa sakit nya karena tidak ingin mengganggu Dio.
"Haaaaahhhhhh, aku sampai melupakan makan malam ku demi untuk di makan oleh suami ku" gumam mei, ia merendam tubuh nya yang terasa sangat lelah itu.
Setelah 30 menit Mei pun keluar dari kamar mandi dan melihat Dio yang sudah terbangun dengan wajah cemberut nya, Mei yang melihat wajah masam suaminya itu merasa bingung.
Ia berjalan melewati Dio untuk memakai pakaian nya, setelah itu baru ia mendekati Dio.
"Abang sudah bangun? kenapa hmmmm? kok wajah nya di tekuk gitu" ucap Mei mengelus pipi Dio.
"Kenapa kamu bangun duluan" ucap Dio.
"Mei kan harus mandi dan siapin makan buat Abang" balas Mei.
"Tapi disini ada pelayan yang akan mengantarkan makanan" kesal Dio.
"Yasudah Mei minta maaf, sekarang Abang mandi ya" ucap Mei.
"Kamu mau kemana" tanya Dio.
"Mei mau pesan makan Abang sayang, kan kita belum makan dari semalam" ucap Mei berlalu keluar dari kamar menuju ruang tengah. karena hotel yang ia tempati begitu luas dengan fasilitas yang lengkap.
Dio beranjak dari tempat tidur nya namun seketika ia di kejutkan oleh bercak darah di sprai tempat tidur nya, Dio tersenyum karena ia tahu jika Mei benar-benar menjadi milik nya.
Setelah selesai mandi Dio langsung menuju ruang makan, disana ia melihat Mei yang sedang menata makanan untuk mereka.
"Sudah selesai, ayo kita makan" ucap Mei, ia mengambil kan makanan untuk Dio.
Dalam makan nya Dio berfikir apakah Mei tidak merasa sakit, tapi itu tidak mungkin ia ingat betul bagaimana Mei berceloteh memanggil nama sang bunda.
Dio pun tahu saat ini Mei sedang menyembunyikan apa yang dirasakan nya, karena tidak ingin membuat Dio khawatir atau merasa bersalah.
"Bang habis ini Mei mau pergi ke pantai boleh nggak" tanya nya.
"Iya sayang nanti kita ke pantai ya, tapi untuk hari ini kamu istirahat dulu" ucap Dio, ia tidak ingin Mei kelelahan.
"Abang ayolah, sebentar saja. lagian kita disini kan nggak lama" rengek Mei, membuat Dio menghela nafasnya.
"Baiklah kita akan ke pantai" ucap Dio membuat Mei tersenyum senang.
Setelah selesai sarapan Mei dan Dio bersiap untuk pergi ke pantai, dalam oerjalan Mei terus saja berceloteh seperti anak kecil yang di ajak piknik oleh orang tuanya.
Sitibanya di pantai Mei terpukau melihat keindahan alam yang ada di hadapannya itu, ia benar-benar merasa takjub.
"Wooow, ini indah sekali" ucap Mei ia berlari ke arah pantai, Dio yang melihat Mei tersenyum dan mengikuti Mei dari belakang.
Dio memeluk tubuh istrinya itu berusaha memberikan kenyamanan untuk Mei, sementara Mei terus saja menatap indah nya pantai dengan mata yang berbinar.
"Apa kamu menyukai nya honey" tanya Dio.
"Tentu saja, ini sangat indah sungguh indah" ucap Mei.
"Hmmmmm, kamu suami terbaikku" ucap Mei terkekeh.
"Kamu itu nakal selalu saja menggoda ku" cebik Dio.
"Aku nakal karena aku merasa gemas kepada bayi gede ku ini" ucap Mei, karena Dio yang manja membuat mei Marasa memiliki seorang bayi.
"Bayi, maksudnya Abang seperti bayi" tanya Dio tidak terima.
"Tentu saja, Abang itu manja sekali seperti bayi" jawab Mei.
"Sudah tidak usah membahas bayi-bayi yang belum ada di antara kita, aku hanya ingin menikmati keindahan yang ada di hadapanku ini" ucap Mei, ia merentangkan kedua tangannya dan memejamkan matanya.
Mei merasa beban dalam hidupnya hilang begitu saja bersama dengan angin yang menerpa tubuhnya, ia benar-benar bahagia ini adalan kebahagiaan yang tidak akan bisa terlupakan bagi Mei. merekapun berfoto untuk mengabadikan momen honeymoon nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dio Anggara Putra Artadinata
Meitha Putri Pradanta
Happy reading ππ€
A: nih udah kan part Dio sama Mei nya, nanti gue imbangin lagi di bagi-bagi ya biar kebagian semua π
N: iya dong Thor, gue juga kan kangen sama Julian sama Maeπ
A: iya nanti juga gue kasi Dea sama Justin kok tenang aja π
N: gue tunggu Thorπ
A: okelah π