
Satu Minggu sudah keberadaan Carl di rumah Dea dan Justin, satu Minggu itu pula Carl merasakan hangatnya kasi sayang yang di berikan Justin dan Dea sebagai orang tua.
Bahkan Julian sangat menyayangi Carl, meskipun Carl bukan anak kandung abangnya tetaplah sekarang Carl adalah keponakannya.
Bukan hanya Julian bahkan Dio pun menerima Carl dengan baik, jika Julian mengajar kan Carl cara memikat wanita. namun Dio mengajar kan Carl menjadi lelaki setia seperti sang Daddy yaitu Justin.
Carl sangat senang dengan kedua uncle nya, begitupun dengan kedua aunty nya yang super bawel dan receh. selalu ada saja kelucuan yang di ciptakan oleh mereka.
...
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu, dimana Julian dan Maesaroh akan melepaskan masa lajang nya.
Mae sudah berada di hotel sejak dua hari yang lalu, karena mereka semua tidak ingin Julian mengetahui dulu jika calon istrinya adalah Mae.
Saat ini Julian duduk di hadapan penghulu dan juga para saksi, ayah Mae menjabat tangan Julian.
Jengan ragu Julian menerima semuanya, karena memang Julian tindak mengetahui wajah ayah dari Mae. yang mengetahui wajah orang tua Mae hanyalah Justin sang Abang.
"Julian Putra Abrisham, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri tunggal saya yang bernama Siti Maesaroh dengan mas kawin **********" (Mas kawin nya rahasia 😁) ucap papa Mae, Julian yang tidak konsentrasi dan membuat dirinya tidak sadar akan nama yang baru saja di ucapkan pria paruh baya di hadapannya.
Julian mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan hanya satu tarikan nafas, tak lama kemudian terdengar suara riuh yang mengucapkan kata *SAH*. Mae yang mendengar ramai kata sah meneteskan air matanya.
"Tenang Mae jangan nangis" ucap Dea dan Mei.
*Hiks, jadi bini orang ini gue de" ujar Mae.
"Lah iya emang mau jadi bini siapa Lo? gak mungkin bini gue kan" balas Dea.
Dea, Mei dan mama Mae pun menuntun Mae untuk duduk di samping Julian. Mae maupun Julian keduanya tidak ada yang berani menengok hingga pembacaan doa selesai.
"Mae ayo Salim sama suami kamu" bisik sang mama.
"Aku takut ma, gimana kalo cowok nya jelek perut buncit" balas Mae.
"Apapun itu kamu harus melakukan nya" ucap mama Mae.
Mae pun memutar tubuhnya menghadap Julian dengan memejamkan matanya, namun saat Mae mendongak dan bersitatap betapa terkejutnya mereka berdua.
"Elo" ucap keduanya bersamaan.
"Haih Mpok muneh ngapain Lo disini?" tanya Julian.
"Heh bang Toyib, ada juga gue yang nanya elo ngapain disini" kesal Mae.
"CK. orang nanya balik nanya Lo" cetus Julian.
"Bodoamat, ngapain Lo disini" sinis Mae.
"Ini acara gue Mpok Mun, Lo ngapa ngintilin gue?" ucap Julian.
"Pede g*la Lo, siapa yang ngintilin Lo. Sudi amat gue" cetus Mae.
"Ya terus Lo ngapain disini?" tanya Julian.
"Ini acara gue bang Toyib" jawab Mae.
Namun seketika mata keduanya membulat sempurna, merekapun saling menatap dan menunjuk satu sama lain.
"Jangan-jangan" ucap keduanya bersamaan, dan menatap kedua orangtua masing-masing.
"Apa" tanya mami alin, Julian yang melihat itu seketika menciut. belum apa-apa sudah mendapatkan tatapan ancaman.
"Harusnya kalian itu sungkeman, minta maaf minta restu. ini malah sibuk berdua dengan perdebatan" ucap mami alin.
"Ma" tanya Mae Kepada mama nya.
"Iya nak" jawab mama nya mengangguk.
"Huuuufthhhh" Mae menghela nafasnya, ingin rasanya ia menenggelamkan lelaki tengil di sampingnya ini.
Dengan terpaksa Mae dan Julian meminta maaf juga restu kepada kedua orangtuanya, setelah selesai Julian menghampiri Justin dan Dea.
"Selamat menikmati" ucap justin.
"Nyebelin Lo bang" kesal Julian.
"Selamat Jul, eaaaaaaak udah lepas lajang aja Lo" ucap Dio.
"Nggak usah ketawa Lo" kesal Julian.
"Selamat uncle" ucap Carl.
"Thank you ponakan uncle yang paling ganteng, tapi lebih ganteng uncle" ucap Julian.
"Jelas-jelas gantengan Carl juga, Masi aja gak mau kalah" ledek mei.
"Lo abis ijab aja ngoceh-ngoceh sekarang minta di selamatin" dengus Mei.
"Gue shock, ngapa harus ku*il badak yang jadi bini gue" ucap Julian.
"Jangan gitu, bucin aja Lo baru tau rasa" ucap Mei.
"Tau lagian Mae itu baik Jul, liat aja Lo pasti bakal jatuh cinta sama dia" ucap Dea.
Tak lama kemudian Mae menghampiri mereka yang tengah berbincang, karena pernikahan ini masih di tutupi dari media sesuai permintaan Mae.
Maka tamu yang ada hanya orang tua Mae, keluarga Julian dan keluarga Rio. Mae berdiri di samping Carl.
"Selamat aunty" ucap Carl tulus.
"Terimakasih boy" jawab Mae.
Carl duduk si samping Justin, ya ia memang dekat dengan Justin apalagi dengan Dea mereka benar-benar sudah menjadi keluarga bahagia. hanya saja tinggal menunggu kehadiran sosok adik yang selama ini Carl nantikan.
Carl selalu berdoa agar sang momy segera memberikan adik terhadap nya, ia akan sangat bahagia dan Carl pun yakin jika Dea dan Justin akan selalu menyayangi nya.
"Carl" panggil Dio.
"Ya uncle" sahut Carl.
"Gimana sekolah nya?" tanya Dio.
"Lancar uncle" jawab Carl.
"Kapan lulus?" tanya Dio.
"Carl dia baru masuk, mungkin nanti setelah beberapa bulan ia akan melompat kelas" ujar Justin.
"Iyakah? wah kau sangat pintar" ucap Dio.
"Putraku memang pintar Dio, dia akan segera menyusul kekasih mu itu" ucap Dea melirik ke arah Mei.
"Heiiit, sebelum dia sampai aku akan lulus lebih dulu ingat itu" ucap Mei tak mau kalah.
"CK, baiklah aunty aku akan menunggu mu lulus dulu" ucap Carl.
"Sayang apa kau lapar?" tanya Dea saat Melihat semua orang sedang menyantap makanan.
"Hah?" balas Carl, Dea yang peka karena Carl masih malu-malu pun mengambil makanan untuk anak dan suaminya.
Justin tidak ingin makan terpisah maka dari itu Dea hanya mengambil makanan satu piring saja, Dea menyuapi Justin dan Carl Secara bergantian. karena dirinya sudah makan terlebih dahulu jadi sekarang saatnya mengurus anak dan suaminya.
Rio, Sisil dan semua yang melihat itu merasa terharu, melihat Dea yang begitu menyayangi Justin dan Carl. bahkan Dea yang terlihat seperti memiliki dua anak.
Sesekali Dea memberikan minum kepada dua lelaki yang berarti dalam hidupnya, Carl memperhatikan sikap Dea tentu saja itu membuat Carl sangat menyayangi wanita yang saat ini ia anggap sebagai momy nya.
Kedekatan Dea dan Carl seperti kedekatan ibu dan anak pada umumnya, Carl yang menyayangi Dea penuh cinta dan Dea yang menyayangi Carl dengan tulus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***happy reading 😊🤗
A**: Panjul sama Mae udah nikah noh😁
N: lucu depan penghulu debat 🤣
A: shock Uun 😁
N: gimana malam pertama nya ya 🤣
A: Lo bayangin aja sendiri 🤣🤣
N: 🤣🤣🤣*