Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 256


Dea yang mendengar ucapan mami alin mengalihkan pandangannya kepada Carl, ia tersenyum lalu memeluk Carl penuh sayang.


"Maafkan momy nak" ucap Dea mengelus kepala Carl.


"Hmmmmm" balas Carl mengangguk.


"Mari aku antar ke kamar mu, kau harus istirahat dan membersihkan diri. setelah itu aku akan mengobati luka-luka di wajah mu" ucap Dea menarik Carl.


Justin dan mami alin tersenyum senang, mungkin ini cara Tuhan mengganti hal yang telah ia ambil kembali.


Kedatangan Carl membuat luka Dea setelah kehilangan janin nya menghilang, dan Justin berharap kehadiran Carl dapat membuat Dea mengerti mengenai peran seorang ibu.


Saat Carl sedang membersihkan diri Dea berlari menuruni anak tangga, hal itu membuat mami alin dan Justin terkejut.


"Sayang jangan lari-lari nanti jatuh" ucap Justin.


"Hati-hati nak" ucap mami alin.


"Ada apa? kenapa kau lari-lari?" tanya Justin, saat Dea sudah berada di hadapannya.


"Kalian ini bagaimana, aku menyuruh nya membersihkan diri tapi tidak ada pakaian yang bisa dia gunakan. apa dia hanya akan menggunakan handuk?" kesal Dea.


"Yaampun mami lupa nak" ucap mami alin, menepuk dahinya.


"Kasihan sekali putraku, memiliki Daddy kaya raya namun tidak memiliki baju satupun" gumam Dea menyindir Justin.


"Hey sayang aku tida inget mengenai itu" ucap Justin.


"Kau ini bagaimana, apakah saat kau membawa nya tidak melihat bahwa dia tidak memiliki baju" dengus Dea.


"Ayolah sayang, aku ini Daddy yang baik kau harus percaya itu" ucap Justin.


"Sudahlah aku mau kerumah bunda saja" ucap Dea.


"U...untuk apa kamu kerumah bunda?" tanya Justin.


"Untuk meminta baju milik Dio yang belum terpakai, kasihan Carl jika hanya menggunakan handuk. malangnya dia sudah Wajah nya bonyok kaya tomat kejepit eh sekarang memiliki Daddy yang tidak peka" ledek Dea membuat mami alin terkikik geli. bukannya marah namun mami alin tertawa melihat anak dan menantu kesayangan nya.


"Baiklah sayang, setelah ini kita akan membawa Carl pergi untuk membeli pakaian" ucap Justin.


"Kita berdua saja Carl tidak perlu ikut, kasihan dia pasti lelah. sudah aku mau kerumah bunda" Ucap Dea, ia pun berjalan kerumah Sisil untuk mengambil pakaian Dio. banyak pakaian Dio yang masih baru dan belum terpakai sama sekali.


Setelah beberapa saat Dea kembali dengan paper bag di tangan nya, tidak lupa diikuti oleh dua gadis cantik Mei dan Mae.


Kedua gadis itu penasaran dengan ponakan barunya, ya karena saat Dea kerumah Sisil ia menceritakan tentang Carl kepada keluarganya.


Namun Dea bersyukur keluarga nya menerima Carl, bahkan Rio meminta Dea untuk mengajak Carl kerumahnya begitupun dengan Sisil.


Namun Dea menolak karena ia ingin Carl beristirahat dulu, karena Carl tidak bisa kerumah Rio. jadilah Mei dan Mae yang mengikuti Dea kerumah mami alin.


Dea menaiki tangga menuju kamar Carl, ke mengetuk pintu nya membuat si empunya menyahut.


"Carl" panggil Dea.


"Iya mom" Jawab Carl, Dea pun masuk ke kamar putranya itu dan melihat carl menggunakan celana pendek dengan kaos polos berwarna hitam.


"Kau pakai baju siapa sayang?" tanya Dea lembut.


"Oh ini tadi dari Oma, katanya punya uncle Julian" jawab Carl, Dea bersyukur karena Carl tidak lagi canggung kepada nya.


Karena saat Dea pergi ke rumah Sisil Justin dan mami alin menasehati Carl saat dirinya baru selesai mandi, mami alin meminta Carl untuk tidak canggung dan menyayangi Justin juga Dea sebagai orang tua kandungnya.


Melihat ketulusan mami alin membuat Carl terharu dengan kebaikan dan perhatian keluarga Justin, ia berjanji akan membuat Dea dan Justin bangga terhadap nya. Carl tidak akan mengecewakan dua orang yang saat ini menggantikan posisi kedua orang tuanya.


"Oh, yasudah mami mau rapikan dulu baju ini" ucap Dea menunjukan paper bag di tangan nya.


"Biar aku saja mom" balas Carl.


"Tidak perlu, kau duduk saja nak" ucap Dea, terbayang bukan kepada anak angkatnya saja Dea begitu baik dan lembut. bagaimana jika terhadap anak kandungnya.


"Hay" ucap kedua gadis cempreng yang tak lain adalah Mei dan Mae.


Carl yang melihat itu mematung di tempatnya, ia takut dia saudara Dea tidak bisa menerima kehadirannya.


"Waaahhh tampan sekali kau boy" ucap Mei.


"Kaya oppa-oppa kesayang gue gitu Mei" ucap Mae.


"Haha Lo mah ngayal, gantengan ini kaya nya" ucap Mei


"Hay boy, kenalin aku meitha panggil saja aunty Mei oke" ucap Mei tersenyum manis.


"Hay kenalkan aku Mae, kau bisa memanggilku aunty Mae boy" ucap Mae.


"Nama yang tampan seperti orang nya" ucap Mae dan Mei kompak, Dea yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Berhenti menggoda putraku, kau tidak usah mendengarkan aunty mu itu. mereka memang suka menggoda para brondong tampan seperti dirimu" ucap Dea menepuk bahu Carl. Mei dan Mae tidak percaya jika Dea bisa bertindak sebijak itu.


Tidak lama kemudian Justin masuk kedalam kamar Carl, ia melihat Mae dan Mei yang dengan merengut.


"Ada apa?" tanya Justin.


"Kak Dea jahat banget bang, masa bilang kita suka godain para berondong" dengus Mei membuat Justin terkekeh.


"Bukankah itu benar" ledek Justin.


"Kalian sama saja, suami istri yang tak berperasaan" ucap Mei mendramatisir.


"Nggak usah lebay apa Lo ah, malu-maluin gue aja" ucap Mae.


"Apasi lo Ten" ucap Mei.


"Ten Ten apasi" kesal Mae.


"Calon Aten kan" ucap mei membuat semuanya tertawa.


"Mae Mei, aku sama bang Justin mau keluar dulu. kalian mau disini atau pulang?" tanya Dea.


"Tawarin ikut apa, gue kan bete dirumah Mulu" jawab Mae.


"Lo mau ikut?" tanya Dea, keduanya pun mengangguk.


"Baiklah, Carl apa kau juga mau ikut?" tanya Dea.


"Tidak, aku dirumah saja" jawab nya.


"Ikut saja, kita harus membeli keperluan mu dan keperluan sekolah mu" ucap Justin.


"Tidak dad aku dirumah saja" balas nya.


"Ya baiklah jika itu keinginan mu Daddy tidak bisa memaksa" ucap Justin.


"Cieeee di panggil Daddy sekarang mah" ledek mei.


"Berisik Uun Lo ngoceh Mulu" ucap Mae.


"Sirik aja Lo ketemi" dengus Mei.


Mereka pun pergi meninggalkan Carl, dalam perjalanan menuju mall mereka bercerita bagaimana Justin menemukan carll.


Dan kekaguman Mae juga Mei terhadap ketampanan Carl, wajah yang membuat Mei dan Mae terhipnotis.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: hy gaes, mohon dukungannya nya 😊


N: up yang banyak Thor 😁


A: siap dah Uun 😂


N: aku tunggu Thor 😁


A: nunggu molo kaga capek Lo?


N: nunggu Lo ini kan 😁


A: terserah padamu😊


N: 😂😂😂*