Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 238


Setelah dari kantor Justin Dea bergegas ke kantor opa nya, ia langsung masuk kedalam ruang kerja nya.


Dea menenggelamkan wajahnya di atas meja dengan tangan yang menjadi bantalan, Dea tidak suka keadaan seperti ini.


Ini lebih berat dari saat ia bekerja dengan Rio, saat bersama Rio Dea tidak sesibuk sekarang. tanpa sadar air matanya menetes, Dea merasa jadi istri yang kurang baik karena kurang memperhatikan Justin.


Tidak lama pintu ruanga Dea terbuka, Mae bingung melihat keadaan Dea yang seperti itu. ada apa dengan nya, apa dia bertengkar dengan Justin.


"De Lo kenapa? Lo sakit?" tanya Mae.


"Gue gak apa-apa" jawab Dea yang masih menyembunyikan wajahnya.


"Lo boong, kenapa ihh Lo berantem sama si Abang?" tanya Mae lagi.


"Nggak mai, gue gak apa-apa" jawab Dea. Mae yang tidak mudah percaya pun menarik tangan Dea hingga dapat melihat wajah sembab Dea.


"Lo nangis? Lo kenapa?" tanya Mae lagi.


"Gue gak apa-apa, kapan meeting nya mulai?" tanya Dea.


"tiga puluh menit lagi" jawab Mae.


"Lo kenapa de, cerita dong sama gue" bujuk Mae.


"Kita lulus S1 berapa bulan lagi Mai?" tanya Dea.


"Ya enam bulan lagi, kenapa" jawab Mae.


"Kita S2 berapa tahun?" tanya Dea lagi.


"Ya kalo di percepat dua tahun atau dua tahun enam bulan kenapa sii de" balas Mae saat melihat Dea kembali meneteskan air matanya.


"Itu artinya tiga tahun lagi gue gak merhatiin suami gue" lirih Dea.


"Maksudnya?" tanya Mae bingung.


"Selama ini kegiatan gue cuma kuliah dan dirumah, itu bikin waktu gue banyak buat bang Justin. tapi sekarang, gue bahkan jarang banget kaya bertatap muka sama dia. kalo dia balik cepet gue yang lembur, kalo dia lembur gue yang balik cepet" jawab Dea.


"Lo yang sabar de, setelah Dio balik Lo bakal puasin waktu Lo sama bang Justin" ucap Mae menenangkan.


"Gue ketemu dia cuma pagi doang pas bangun tidur, gue kangen dia mai gue kangen" lirih Dea.


"Iya gue tau de, Lo harus sabar ko harus buktiin kalo Lo bisa de. biar pengorbanan bang Justin gak sia-sia" ucap Mae.


Setelah berbincang dengan Mae Dea pun meeting, dan setelah nya ia bergegas pergi untuk menemui kelien bersama Mae.


Hari ini Dea dan Justin sama-sama disibukan dengan pekerjaan, Dea ingin seperti bundanya yang diam dirumah menunggu suami pulang.


Namun ternyata Dea tidak seberuntung Sisil, terlahir dari keluarga kaya seperti Rio dan Sisil membuat Dea harus banyak sabar.


...


Sepulang dari kantor Dea memutuskan untuk menunggu Justin, kali ini ia tidak ingin mengecewakan suaminya lagi.


Dan tidak lama kemudian Justin tiba, dilihatnya Dea sedang duduk di sofa kamar nya. Justin dan Dea kembali tinggal bersama mami alin karena mami alin yang meminta.


"Kamu belum tidur?" tanya Justin, mengecup kening Dea.


"Abang udah makan?" tanya Dea.


"Sudah" jawab Justin.


"Yaudah Abang mandi dulu sana" ucap Dea lagi. dan Justin pun menuruti.


Setelah selesai mandi Justin menghampiri Dea yang tengah duduk di atas tempat tidur, ia menarik tubuh Dea kedalam pelukannya.


"Sayang" lirih Justin.


"Iya Abang" jawab Dea yang sudah mengerti.


Tanpa menunggu lama Justin membaringkan tubuhh Dea dan menindih nya, ia melum*t bibir Dea dengan tangan yang terus beraktivitas.


Justin melepaskan satu persatu kancing piama tidur Dea, hingga terpampang dada indah milik Dea yang selalu menggairahkan dirinya.


Justin menenggelamkan wajahnya di dada Dea, dan meninggalkan beberapa stempel kepemilikan hingga membuat Dea terus mendes*h.


"Akhhh, Abang" lirih Dea, dan itu membuat Justin semangat.


Tanpa menunggu lama dan terjadilah yang seharusnya terjadi, keduanya mengerjakan pekerjaan pribadi yang sebenarnya.


(Bayangin sendiri ya 😁)


Dea yang merasa lelah karena melayani suami nya pun terlelap dalam pelukan Justin, sementara Justin menatap wajah Dea penuh cinta.


"Terimakasih sayang. kamu selalu menjadi yang terbaik dan satu-satunya" ucap Justin mengecup kening Dea, hingga dirinya pun ikut terlelap.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: aku tambah deh satu lagi😁


N: kenapa gak dua lagiπŸ˜‚


A: nggak ah kebanyakan 🀣


N: sue LoπŸ˜’


A: biarin😜


**N: πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’***