
Setelah kesadaran Dea dan kini terlihat Mae yang juga sudah membuka matanya, jika Dea yang di sambut penuh cinta oleh Justin. namun berbeda dengan Mae yang disambut dengan perdebatan oleh Julian.
Ya konyol memang jika Julian malah lebih memikirkan untuk mencerna Mae, bukan karena tidak peduli hanya saja Julian masih tidak habis fikir dengan tindakan Mae.
"Lo udah sadar" tanya Julian yang membuat Mae mengangguk.
"Hmmmmm" jawab Mae.
"Lo mau koma lagi apa gimana?" pertanyaan menyebalkan dari Julian.
"Gila Lo" dengus Mae.
"Lo udah sadar kan, nanti Lo minta tembak lagi dah" cetus Julian membuat Mae mencebikan bibirnya.
"Berisik ah haus gue" ucap Mae.
"Mau minum?" tanya Julian.
"Bukan gue mau makan" kesal Mae.
"Tadi Lo bilang haus kan, ini sebenarnya Lo haus apa laper?" tanya Julian lagi.
"Terserah Lo kut*l badak gue haus, Lo tau haus itu artinya mau minum! ngapa Masi nanya dah heran gue" kesal Mae membuat Julian tersenyum tipis.
"Nih Lo minum, sekalian gelasnya Lo makan" usil Julian.
"Bodomamat" kesal Mae lalu meminum air yang di berikan oleh Julian.
"Lo baru sadar udah galak aja sii" komentar nya.
"Yaampun mimpi apa gue harus ketemu orang ngeselin kaya Lo" dengus Mae.
"Lo harusnya bersyukur karena gue yg nunggu Lo" ucap Julian membuat Mae menoleh.
"Maksudnya?" tanya Mae.
"Iyalah semenjak Lo dibawa ke rumah sakit gue yang jagain Lo upil unta, eh pas sadar Lo malah galak begini" jawab Julian.
"Lagian Lo kenapa coba make lakuin hal itu? Lo tau itu bisa bikin Lo kehilangan nyawa." Tambah Julian.
"Etolong ya harusnya Lo bersyukur gue yg ngalamin ini, kalo gue gak korbanin diri gue udah gue jamin si Dea gak bakal selamat" ucap Mae, menyebut nama Dea ia jadi khawatir bagaimana keadaan Dea.
"Ngomong-ngomong gimana keadaan Dea?" tanya Mae.
"Kemarin si dia Masi koma, tapi katanya sekarang udah sadar. tapi_" ucapan Julian menggantung.
"Tapi apa" tanya Mae.
"Dea kehilangan janin nya" jawab Julian lirih, mendengar itu Mae melotot karena terkejut.
"L..Lo bohong kan, de...Dea gak mungkin keguguran" ucap Mae dengan mata berkaca-kaca.
"Gue serius siti!" ujar Julian.
"Kenapa bisa sii, kenapa kalian biarin Dea keguguran" tanya Mae.
"Heh ketemi Lo sendiri tau Dea udah cukup strees pada masa itu, dan Lo juga tau kalo si Dodi mukul Dea keceng banget kaya orang keset*nan kalo Lo lupa" jawab Julian.
"Ah iya, terus gimana keadaan Dea sekarang? gue mau liat Dea" ucap Mae, membuat Julian mendengus. Julian benar-benar bingung terbuat dari apa Mae ini, dia ada baru sadar tapi udah mikirin orang lain.
"Gak gue mau Lo istirahat dulu, dan gue panggilin dokter" ujar Julian.
Ia pun segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Mae, setelah memeriksa keadaan nya dokter pun menjelaskan Mae yang mulai membaik. setelah nya ia pamit undur diri.
Julian menatap Mae yang mulai memejamkan matanya, ia merasa bersalah kepada Mae dan berhutang nyawa karena Mae yang melindungi Dea.
Namun Julian bingung harus melakukan apa, ia tidak mungkin menjaga Mae 24 jam kan apalagi tugasnya di luar negeri belum selesai.
Namun Julian pastikan ia akan menjaga Mae, seperti Justin yang berusaha menjaga Dea.
...
Setelah kepergian Julian ada seseorang yang masuk ke ruangan rawat Mae, ia memandang Mae sinis ia berfikir jika kehadiran Mae membuat dirinya jauh dengan Dea.
Ia menganggap Mae telah merebut dan menghasut Dea, padahal dirinya lah yang salah.
Ia membangunkan Mae berharap Mae belum sadar agar ia bisa menyakiti Mae, lebih tepat menyingkirkan Mae.
Karena jika ia melakukan itu kepada Dea tidak usah menunggu lama, Justin akan mengubur dirinya hidup-hidup. berbeda jika ia menyakiti Mae begitu fikirnya.
"Mae" panggil orang itu, yang tidak tau jika Mae sudah sadar.
"Emmmhhh" lenguh Mae, membuat nya terlonjak.
"L...Lo udah sadar?" tanya nya saat melihat Mae yang mulai membuka matanya.
"E_lo ngapa-ngapain disini?" tanya Mae, ya Mae merasa sedikit takut. karena keadaan nya yang belum stabil.
"Gak usah takut gitu, gue kesini mau minta maaf" jawab nya.
"Gue...gue gatau lebih baik Lo pergi dari sini" ucap Mae.
"CK.kenapa? Lo takut?" ucapnya menyeringai.
"Lo ngapain" ucap Mae saat melihat orang itu mendekat.
"Gue? Lo tanya gue mau ngapain? gue mau bikin Lo senasib sama janin nya Dea" jawab nya.
"Lo gila, teman macam apa Lo hah. pergi Lo gue gak butuh temen kaya Lo" ucap mae, saat mengingat Dea yang kehilangan janin nya. andai Mae sudah sembuh sudah ia cabik-cabik orang di hadapannya ini.
"Maka dari itu, kalo Dea gak mau temenan sama gue lagi. ya Lo juga gak boleh berteman sama Dea" ujarnya.
"Wajar Dea gak mau temenan sama Lo, karena Lo g*la mana ada temen yang tega nyakitin temen nya. sampe harus kehilangan calon anaknya" teriak Mae.
"Kalo Lo gak bisa jauhin Dea, maka gue yang bakal bikin Lo jauh sama Dea selama nya." ancam nya.
"Lo gila pergi Lo, gue benci sama Lo gue benci. gue sahabatan sama Dea tulus gak kaya Lo yang mau manfaatin dia cuma buat dapetin Dio, pergi gue gak mau berteman sama orang jahat dan licik" teriaknya.
Namun orang yang di teriaki hanya tersenyum sinis menatap Mae, ya ia benar-benar sudah di butakan dengan cinta yang tidak seharusnya ia miliki.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: nih guys maaf telat ya 😊
N: ngapa dah Lo Thor?
A: badan lagi kurang fit Uun 😪
N: cepet sembuh author gesrek nya gue😂
A: sue amat Lo 😒
N: 🤣🤣🤣*