Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 297


Sementara yang lain ingin melihat dulu apakah Dea mampu membungkam orang itu, namun ia yakin kata-kata pedas Dea akan berhasil membuat orang itu malu.


"Turunkan nada suara anda paman, ada hak apa anda membentak saya?" ucap Dea dengan nada yang tak kalah tinggi, hal itu membuat semua orang terkejut termasuk keluarga Justin.


Justin ingin menenangkan Dea namun di tahan oleh opa Dea, yang tak lain adalah ayah Rio. sementara mama Rio tersenyum melihat cucu nya yang terlihat menyeramkan itu.


"Jaga cara bicaramu anak muda, yang aku katakan semuanya benar" ujar nya.


"CK, apa kau tidak bisa melihat paman. atau kau melupakan siapa ayah ku itu, jika kami saja hidup dengan penuh kemewahan dan bergelimang harta bagaimana dengan mei. apa kau lupa jika ayah ku saja mampu membeli keluarga mu saat ini lalu apa kau fikir ia tidak akan mampu menghidupi Mei dengan uang nya yang tidak akan habis itu" tegas Dea, dengan nada mengejek.


"Savage" ucap Dena, yang membuat semua orang menoleh ke arah nya.


"Kakak ku itu benar-benar memiliki mulut yang indah, kata-kata selalu saja membuat orang lain berfikir keras." ujar nya, sungguh Rio ingin tertawa dengan tingkah kedua putrinya ini.


"Hei kau bukan sedang bermain game" ucap Mae yang gemas.


"Anggap saja kita sedang bermain game, dan merekalah pemeran nya" ucap Dena menunjuk Dea dan saudara Nita.


"Jangan pernah kau mengatakan seperti itu tentang keluargaku" bentak nya.


"Lalu bagaimana dengan mu? kau mengatakan hal seperti itu tentang ayah ku" teriak Dea lebih kencang.


Dea mengjentikan hari nya di hadapan laki-laki itu, ia tersenyum sinis hingga siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri begitupun dengan orang yang ada di hadapannya.


Ia pun merasa bingung kenapa anak-anak Rio memiliki aura nya sendiri, bahkan Dena yang masih kecil saja terlihat tegas dan menyeramkan.


"Ingat ini baik-baik, ayah ku adalah Rio Artadinata dan aku adalah Dea Anggita Putri Artadinata apa kau yakin aku akan diam saja melihat mu mengatakan hal-hal yang seharusnya itu untuk dirimu sendiri. hmmmmm" ucap Dea.


"Apa maksudmu" tanya nya.


"Aku tidak akan membiarkan ayah ku mengeluarkan kata-kata pedas untuk mu, jika ia memiliki anak-anak yang mampu membungkam mu lalu untuk apa ia harus turun tangan" jawab Dea santai.


"Cih, kau fikir aku takut" ujar nya.


"Kau ingin membawa Meitha?" tanya Dea.


"Ya karena aku berhak atas dirinya" jawab nya penuh dengan rasa percaya diri.


"Baiklah, bawalah Meitha bawa dia pergi bersamamu" ucap Dea, membuat semua orang terbelalak. termasuk Dio ia tidak yakin jika kakak nya itu mengatakan hal seperti itu.


"CK, akhirnya kau menyerah juga" ucap nya meledek.


"Tapi kau harus ingat paman jika dirimu harus merawat Meitha tanpa harta dari uncle Gio." ucap Dea tersenyum penuh kemenangan, saat melihat raut wajah pria yang tadinya senang berubah menjadi kesal.


"Apa maksudmu" tanya nya.


"Tentu saja kau tidak boleh memakai uang milik uncle Gio, Karena ayah ku saja merawat nya dengan uang nya sendiri tidak menggunakan uang orang tua Meitha. jika kau ingin membawa nya maka silahkan bawa saja dia, kau harus merawatnya dengan baik sama seperti kami yang menjaga nya dengan sangat baik. dan kau harus memberikan kemewahan dan bergelimang harta agar Mei tidak merasa kesulitan bukan" ucap Dea, sungguh ia merasa kesal harus membahas kekayaan. rasanya ia ingin hidup sederhana saja.


"Aku meminta bukti, jika ayah mu tidak menggunakan uang Gio" ucap nya, dengan senang hati Dea mengangguk.


Namun laki-laki itu tiba-tiba mendekati Mei dan merengkuh tubuh Mei, untuk menggertak ia meletakkan tangan nya di depan leher Mei.


"Aaaaaaaakh" teriak Mei, ia menatap Dio dan Dea ia merasa takut. tubuh nya bergetar hebat seperti saat dulu ia tinggal bersama dengan Rio.


"Lepaskan cucukku" teriak seorang wanita yang sangat terlihat begitu anggun, namun wajah nya terlihat penuh ketegasan. ia adalah ibu dari Gio karena wajah nya pun begitu mirip dengan Gio.


"Om_oma" lirih mei, ia begitu merindukan Oma nya itu.


"Lepaskan Meitha" ujar nya, begitu ia berdiri di hadapan Mei.


"Ku tidak akan membiarkan nya hidup bersama dengan kalian, jika kalian menginginkan nya maka kalian harus menyerahkan perusahaan milik Gio" ucap nya.


"Cih, jangan mimpi kamu. ada hak apa kamu menginginkan perusahaan putraku" ujar nya, ya Oma Mei pun sama seperti Dea yang memiliki kata-kata pedas.


"Karena nita istrinya adalah keluarga ku" ucap nya bangga.


"Haha, jangan ngacok kamu. apa kamu lupa status Nita dulu, oh tuhan sebenarnya aku tidak ingin mengatai menantu kesayangan ku itu. namun sepertinya aku harus mengatakan itu untuk membuat keluarga nya yang tidak tahu diri ini sadar" ucap mama gio, membuat semuanya bingung termasuk Sisil.


"Apa maksud anda nyonya" tanya nya.


"Mei dengar kan Oma, kau tau bagaimana sikap Oma bukan. kau tau jika Oma mu inu sangat menyayangi mommy mu, tapi maaf disini aku harus mengungkit masa lalu mommy mu. bukan karena aku tidak menyukai nya namun aku hanya ini laki-laki ini sadar akan posisi nya" lirih mama gio.


"I_iya Oma tidak apa-apa. katakan lah aku tidak ingin tinggal bersama mereka" ucap Mei sesenggukan.


"Kau lupa atau pura-pura lupa tuan, bukan kah saat Nita menikah dengan Gio ia tidak memiliki apapun. bahkan ia hanya membawa pakaian yang menempel di tubuhnya saja, bukan kah keadaan perekonomian kalian berubah saat Nita sudah menikah dengan putraku. kurang baik apa putraku terhadap keluarga kalian, bahkan ia menikahi Nita yang notabene nya sudah tidak gad*s lagi apa putraku pernah mengeluh atau menyakiti Nita." ucap mama Gio, membuat semua orang terkejut karena wanita paruh baya itu mengeluarkan unek-unek nya terhadap keluarga Nita.


"Lalu apa balasan kalian, dengan sadis nya kalian menyingkirkan putra dan menantu kesayangan ku. bahkan sekarang kalian mengacaukan hari bahagia Meitha Putri semata wayang Nita dan Gio, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memberikan cucuk ku terhadap kalian. dan satu hal hak waris milik gio akan di alihkan kepada Dio Anggara Putra Artadinata, yang nantinya akan menjadi suami dari Meitha" ucap nya, mendengar itu keluarga Nita merasa tidak terima.


Seseorang membidikkan sesuatu ke arah Dio, namun ia kalah cepat dengan Dena yang melihat tingkah nya itu lebih dulu melesatkan anak panah kecil ke arah nya. dan hal itu membuat ia berteriak dan menggaduh.


"Araaagghhh" pekik nya, membuat laki-laki yang menyandra Mei menoleh. melihat itu dengan cepat Dea menarik Mei kedalam pelukannya, sementara Dio ia melindungi sang bunda.


"Kalian" teriaknya.


"Aku tidak akan membiarkan kau menyentuh istri ku" ucap Justin.


Sementara papa Rio tersenyum melihat tingkah Dena, gadis kecil itu memiliki keberanian yang di luar dugaan nya.


Semua keluarga Nita di bawa ke ruang penahanan oleh anak buah Justin, ia benar-benar bingung dengan keadaan ini.


Sementara Carl bocah itu tengah bermain dengan anak laki-laki yang mencoba melukai mama Rio, ia memberikan pelajaran dengan sangat baik.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 😊🤗


ahh gimana si keluarga Artadinata dan Abrisham mah Jan di lawan apa, berani amat dah heran gue 😂


Dea Anggita Putri Artadinata



Dena Anggia Putri Artadinata



Meitha Putri Pradanta



Siti Maesaroh



*Pasukan laki nya nih gaes 😂


Justin Putra Abrisham*



Carl Yudistira Abrisham



Dio Anggara Putra Artadinata



Julian Putra Abrisham



*A: meleleh dah gue pada ganteng banget sii 😭


N: Julian gue bawa balik boleh gak 😂


A: nggak boleh awas aja Lo😏


N: pelit bener dah 🤣


A: bodomamat 😏


N: iya dah gimana Lo sama si Mamat aja 😂


**A: 😁😁😁***