Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 265


Pagi hari terlihat Mae sudah duduk di meja makan bersama Carl, namun tidak ada Julian disana.


Dea dan Justin pun ikut duduk di meja makan yang terasa sepi itu, Dea mengambil kan makanan untuk Justin dan setelah Dea Dea mengambil makanan untuk Carl.


"Bang mami kapan pulang?" tanya Dea.


"Sore sayang, Kenapa" jawab Justin.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin ada mami dirumah" ucap Dea, yang membuat Justin mengerti akan ketakutan istri nya itu.


"Nanti Abang minta Jack, buat minta mami cepat pulang" ucap Justin yang di angguki oleh Dea.


Setelah selesai makan Dea dan Mae menuju ke kantor nya, begitupun dengan Justin hari ini Justin akan rapat maka dari itu ia tidak mengantar Carl.


Setibanya di kantor Justin meminta Jack untuk menghubungi mami nya, setelah itu semuanya selesai Justin segera ke ruang rapat.


"Jack sudah kau hubungi" tanya Justin.


"Sudah tuan" jawab Jack.


"Good job" ucap Justin, membuat Jack tersenyum.


Setelah selesai rapat Justin kembali ke ruang kerja nya, ia menelpon Dea karena merasa rindu kepada istrinya itu.


***Panggilan telepon


Dea**: hallo assalamualaikum.


Justin: walaikumsalam sayang, lagi apa?


Dea: lagi mulung bang (ketus).


Justin: untuk apa kau mulung? apa uang dari suami mu tidak cukup hingga kau mulung. (pekik nya.


Dea: haih Abang, aku lagi kerja lagian Abang nanya nya aneh. (kesalnya)


Justin: sayang aku bertanya, dan kay menjawab seperti itu. tapi kenapa sekarang kau yang marah? (bingung)


Dea: sudah lah terserah Abang saja, aku mau melanjutkan pekerjaan ku.


Tut..Tut...tut... (Dea matikan telepon nya*)


"Haih untung kau itu nona muda Abrisham, jika tida sudah ku jadikan kau perkedel" gumam Justin yang kesal.


Di tempat lain terlihat seorang wanita yang tengah kesal dengan suami nya, ia tidak menyangka jika sekarang suaminya itu bisa bertingkah menyebalkan.


Lamunan nya di buyarkan oleh sahabat yang saat ini sudah menjadi adik ipar nya, Dea menatap wajah Mae dengan intens.


"Mata Lo awas lompat dari cangkang nya de" ceplos mae membuat Dea mengernyit.


"Cangkang Lo kira mata gue kelomang" cetus Dea, yang tidak habis fikir dengan Mae yang seharusnya galau malah terlihat seperti biasanya.


"CK. lagian Lo ngapa bengong gitu? tiati hamster gue aja bengong Mulu besok nya ma*i" canda Mae.


"Si*lan Lo, ada apa Lo kesini?" tanya Dea.


"Masi sibuk nggak" balas Mae.


"Nggak kerjaan gue udah beres ko, Kenapa" ucap Dea.


"Ngemal yuk, gue bete nih" ucap Mae.


"Eh ketemi Lo berantem Ama laki kaga ada galau-galau nya pisan, kemarin aja Lo teriak-teriak sakit sakit sampe nangis histeris bikin gue ikut nangis. lah sekarang udah minta ngemal aja Lo" ujar Dea panjang lebar, membuat Mae cengengesan.


"De gue cuma kesel aja gitu, pertama dia bilang gue ja**Ng dan tiba-tiba marah pas katanya dia liat gue sama cowok. gue kaya mikir ngapa gue punya laki modelan begitu baik awal doang kesini nya minta di ulek itu muka" celoteh Mae membuat Dea tidak menyangka, jika Mae bisa seperti itu.


"Terserah elo dah ya, gue udah pusing liat Lo sama Julian teriak-teriak. pasar aja kalah rame nya sama Lo berdua" ucap Dea lagi.


"Ya sorry de, Lo jadi gak nyaman ya" ucap Mae, merasa bersalah.


"Gue mah gak masalah mau Lo teriak sampe pita suara Lo putus juga gak apa-apa, tapi yang bikin gue was-was itu giman kalo anak gue denger teriakan Lo sama Julian yang melebihi teriakan nya si tarz*n Mai" ujar Dea lagi.


"Iyaiya sorry de" lirih Mae.


"Lo kalo posisi Lo tinggal sama bunda, itu mulut Lo udah di sumpel aja sama si Mei yakin guemah" ucap Dea, mengingat tingkah adik nya yang lumayan bar-bar itu.


...


Malam hari Julian pulang dalam keadaan berantakan, hal itu membuat Mae bergidik ngeri melihat tatapan Julian padanya seakan ingin memangsanya.


*Flashback on


Sepulang dari kantor Julian memutuskan untuk bertemu dengan teman-teman nya, siapa sangka disana juga ada Jeselin dan temannya.


Jeselin yang melihat Julian pun berencana untuk menjebak Julian, karena Jeselin tidak yakin bisa mendapatkan Justin maka ia yakin akan bisa mendapatkan Julian.


Julian duduk di samping teman lelakinya, namun ia memandang curiga pada Jeselin karena seperti sedang memberikan kode kepada temannya.


"Lo kenapa?" tanya Julian kepada Jeselin.


"Ooh, eh gue ijin ke toilet bentar ya" ucap Julian kepada teman-teman nya.


"Jangan lama-lama lo" ujar teman Julian, yang di balas anggukan.


Setelah melihat kepergian Julian Jeselin pun melancarkan aksinya, ia memasukkan obat perangsang kedalam minuman milik Julian.


Obat yang di masukan Jeselin adalah memiliki dosis yang tinggi, tak lama kemudian Julian pun kembali duduk di samping temannya.


"TOS bro" ucap teman julian mengangkat gelas nya. setelah itu merekapun meminum minuman milik nya masing-masing.


Jeselin tersenyum puas saat melihat Julian menghabiskan minumannya, dan beberapa saat kemudian Julian merasakan ada yang aneh dalam tubuhnya.


Ia merasa panas yang luar biasa, Julian menatap Jeselin yang tengah tersenyum terhadap nya. ia pun mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya.


Julian pamit untuk pergi ke kamar mandi, padahal ia menelpon sekretaris nya untuk membawa nya pulang. karena ia tidak ingin lepas kendali.


Meskipun tidak mencintai Mae Julian berfikir lebih baik ia melakukan nya dengan wanita yang sudah Halal, lebih tepatnya yang sudah menjadi istrinya.


**Flashback off***.


Disinilah saat ini Julian berada dalam kamar yang di tempati oleh wanita yang sudah menjadi istrinya, Julian mengunci pintu kamar nya dan berjalan ke arah Mae.


Ia segera merengkuh tubuh Mae kedalam pelukannya, dan segera men*****i Mae hal itu membuat Mae terkejut dan berteriak.


"Aaaaaaaaaaaa Julian apa yang Lo lakuin" teriak Mae memberontak.


"Mae tolong gue mau, gue udah gak ku*t" ucap Julian dengan suara berat nya.


"Nggak mau, lepasin gue Julian lepasin" teriak Mae.


"Mai plis" lirih Julian.


"Nggak gue nggak mau, Lo lagi gak sadar Julian gue gak mau" berontak Mae, Mae pun mendorong tubuh Julian hingga terlepas.


Mae berlari ke arah pintu dengan terburu-buru, ia menggerutu dalam hatinya.


(Si*l kenapa kalo lagi keadaan kaya gini pintu berasa jauh sii, masa ia pintu nya menjauh dari gue gak mungkin kan) batin Mae, namun seketika ia terkejut saat sebuah tangan berhasil menangkap nya.


"Nggak hiks..nggak may" teriak Mae, membuat Julian geram den melempar tubuh Mae ke atas tempat tidur.


"Perse*an Lo mau apa nggak, yang jelas gue udah gak bisa nahan lagi. yang penting gue ngelakuin ini sama Lo wanita yang udah halal buat gue dan udah gue nikahi" ujar Julian yang langsung mengunci tubuh Mae.


Tanpa menunggu lama Julian melepaskan pakaian yang di kenakan oleh Mae, dan itu membuat Mae berteriak minta tolong.


"Jangan gue mohon hiks... Lo bisa lakuin apa aja sama gue Julian tapi dalam keadaan sadar, jangan keadaan yang seperti ini. gue bakal penuhin semua kewajiban gue sebagai seorang istri" ucap Mae memohon, namun Julian tidak menggubris nya hingga waktu nya Mae pun berteriak kesakitan.


"Araaagghhh" teriak Mae.


Seketika tubuh Julian mematung saat mengetahui jika Mae masih virgin, Julian menatap wajah Mae yang penuh dengan air mata.


"Ju_lian jahat" ucap Mae yang masih menerima perlakuan Julian, hingga akhirnya pekerjaan malam Julian pun selesai dengan beberapa kali memulai nya.


"Mae Lo" ucap Julian, namun Mae tidak menggubris nya. Mae masih menangis membelakangi Julian.


Julian merasa frustasi pasalnya ia benar-benar melakukan nya kepada Mae, Julian merutuki dirinya yang bo*oh karena berhasil di jebak oleh Jeselin. karena lelah berfikir Julian pun terlelap di samping Mae.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: kisah Mae gak seindah Dea gaes, karena kalo gak begini ceritanya datar kan ya 😁


N: haha iya ThorπŸ˜‚ nanti juga si panjul bakal bucin iyakan 🀣


A: hilih nebak aja Lo Uun πŸ™„


N: pastinya dong, bang Tintin aja udah bucin πŸ˜‚


A: haha iya bener 😁


N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*