Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 375


Satu Minggu berlalu dengan perang dingin antara Justin dan juga Dea, bahkan Mae yang baru saja kembali dari rumah sakit merasa heran karena Dea dan Justin berdiam-diaman layak nya anak remaja yang bertengkar.


Seperti saat ini Dea sedang berada di ruang keluarga sementara Justin lebih memilih untuk berada di ruang keluarga, hal itu membuat mami alin merasa penting hingga ia memutuskan untuk mengajak Aiden pergi ke mall.


"De" panggil mami alin.


"Hmmmmm" sahut Dea dingin, membuat mami alin mencubit hidung menantu nya itu.


"Ah elah de nengok apa mami lagi ngomong ini" kesal nya.


"Hmmmmm, kenapa mami ku sayang" tanya Dea.


"Aiden mau mami ajak ke mall, mami juga udah bilang Abang kok" ucap mami alin, namun entah mengapa Dea merasa berat membiarkan sang mami membawa putra nya itu.


"Jangan deh mi Dea gak mau jauh-jauh dari Aiden" ucap Dea.


"Abang aja udah ngijinin kok" ucap mami alin yang kebetulan melihat Justin berjalan menuju dapur.


"Bang" panggil nya.


"Ya" sahut Justin.


"Boleh kan mami ajak Aiden" ucap mami alin.


"Iya ajak aja asalh inget jangan nunjukin wajah Aiden" ucap Justin.


"Siap bang" sahut mami alin, membuat Dea menatap Justin dengan kesal karena membiarkan Aiden pergi.


Setelah mami alin pergi Dea menatap Justin dengan sangat sinis hal itu membuat Mae dan Julian bergidik ngeri, Dea makin hari makin kehamilan nya membesar malah makin galak.


"De Lo kenapa" tanya Mae khawatir.


"Gue gak mau Aiden pergi sama mami" lirih Dea meneteskan air matanya, entahlah ia merasa tidak tenang dengan kepergian Aiden kali ini.


"De kan biasa nya juga mami ajak Aiden, gak akan apa-apa kemarin kan jadwal Aleta yang ikut mami sekarang giliran Aiden" ucap Mae menenangkan Dea.


Justin melihat Dea seperti itu pun menghela nafas nya, ini sudah seminggu dirinya dan Dea perang dingin.


Justin melirik Dea dan berlalu tanpa menghampiri istrinya itu, Julian yang melihat tingkah Justin langsung mengejar Abang nya.


"Bang" panggil Julian.


"Ya" sahut Justin.


"Lo ngapa bang, Lo gak boleh diemin Dea dia lagi hamil bang Lo gak kasian sama Dea" ucap Julian.


"Dia duluan yang diemin gue" ucap Justin.


"Bang kalo Lo gak bawa Aiden dan Lo gak ngeluarin kata-kata yang bikin Dea nangis juga Dea gak bakal kaya gitu, apalagi sekarang Lo ijinin mami ajak Aiden pas Aiden lagi sama Dea" ucap Julian membuat Justin terdiam.


"Lo harus ingat bang Dea itu udah jadi mommy terbaik buat anak-anak Lo, harus nya Lo gak usah segitunya sama Dea. Lo harus inget gimana Dea rawat anak-anak Lo dari Carl, Aiden bahkan kandungan nya sekarang. dia lagi hamil harus nya Lo lebih ngerti perasaan sama emosi nya dia yang gak stabil" ucap Julian yang memang benar kenyataan nya seperti itu, Justin tidak menjawab perkataan adik nya itu dan berlalu ke ruang kerja nya. hal itu membuat Julian kesal bukan main.


"Elah punya Abang datar bener, kalo bukan Abang udah gue sambit pala Lo bang" kesal nya.


"Dulu aja rengek-rengek khawatir atas kehamilan Dea, sekarang ed*n nya kumat bini bunting malah di ajak perang dingin" gerutu nya.


...


Di sebuah mall terbesar di kota ini seseorang tengah memantau pergerakan mami alin dan juga Aiden, Aiden yang sedang bermain dan di pandangi oleh mami alin pun tidaj terlalu mempedulikan sekeliling nya.


Orang itu mendekati Aiden dan langsung membawa nya pergi ia mengira bahwa Aiden adalah Aleta anak Julian, karena biasanya mami alin akan mengajak Aleta bermain.


Mami alin yang melihat Aiden di bawa oleh orang lain pun terkejut, ia segera berlari mengejar orang itu.


"Berhenti mau kau bawa kemana cucuk ku" teriak nya.


"Berhenti kau" teriak mami alin, namun orang yang di yakini seorang wanita itu malah berlari membawa Aiden.


"Omaa" teriak Aiden, mendengar teriakan Aiden mami alin menjadi semakin histeris.


"Diam" ucap wanita itu.


"Lepas aku mau ke Oma lepas" amuk Aiden.


Saat Aiden mengamuk dan beberapa bodyguard Justin akan menghampiri wanita itu buru-buru memasukkan Aiden kedalam mobil nya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar anak buah Justin tidak berhasil mengejar nya.


"Kau aku tidak akan membiarkan ibumu bahagia, Julian milikku tapi karena ibumu dan Dea aku harus kehilangan keduanya yaitu Julian dan Justin" geram wanita itu kepada Aiden.


"Aku tidak Sudi untuk melihat wajah mu karena aku meyakini jika wajah mu akan mirip seperti Mae ibumu, cih menyebut namanya saja membuat ku mual" tambah nya lagi.


Wanita itu sama sekali tidak membuka masker Aiden dan juga topi bocah itu, Aiden merasa tenang itu artinya wajah dirinya tidak akan di lihat. namun yang berada di fikiran nya saat ini adalah Aleta orang yang menculik nya saat ini ingin menculik Aleta namun salah sasaran.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: sedih gue ngapa pas emak bapa nya debat anak nya ngilang 😭


N: sama Thor ngapa harus Aiden dah 😭


A: ya mau gimana lagi kan pada minta yang tegang-tegangπŸ˜‚


N: sue Lo ah tegang gak begini juga Aiden Masi kecil 😭


A: nanti balik lagi kok tenang aja lah πŸ˜‚


N: yaampun tenang katanya 😭


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*