Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 88


hari begitu cepat berlalu hingga tiba hari ini kanita mulai aktif dengan masa sekolah nya bangun pagi siap-siap lalu sarapan adalah ritual pertama nya sebelum berangkat ke sekolah...


kanita berangkat ke sekolah menggunakan mobil milik pribadi tanpa di antar jemput oleh supir, jika biasa nya ia akan berangkat bareng bersama Sisil sekarang ia harus berangkat sendiri ya karena keadaan sudah tidak sama Sisil sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri...


di tempat lain Sisil sedang sibuk menyiapkan keperluan sang suami mulai dari pakaian Bekerja juga sarapan, meskipun ia memiliki asisten rumah tangga namun Sisil selalu ikut serta dalam hal memasak untuk suami nya...


"mas cepetan udah siang ini" teriak Sisil kepada Rio


"sebentar lagi sayang" jawab Rio yang berada di dalam kamar mandi


"yasudah" balas Sisil tidak lama kemudian Rio pun keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Sisil


Sisil membantu Rio memasang dasi nya setelah selesai mereka pun berjalan menuju ruang makan...


"sayang" panggil Rio kepada Sisil yang sedang mengambil kan makanan untuk Rio


"ya kenapa" tanya Sisil


"Sabil mau kesini katanya" ucap Rio


"oke aku tunggu" balas Sisil tersenyum


mendengar jawaban sang istri yang selalu hangat dan lembut Rio pun merasa sangat beruntung ia tidak salah dalam memilih istri...


sepeda sarapan seperti biasa Sisil mengantar Rio ke halaman depan rumah....


"aku berangkat dulu kamu hati-hati dirumah" ucap Rio sambil mencium kening sang istri


"baiklah kamu pun hati-hati di jalan" balas Sisil dengan senyum manis nya...


Rio pun melajukan mobilnya Sisil melihat kepergian mobil Rio hingga hilang dalam pandangan nya...


Sisil pun masuk kedalam rumah dan menuju kamar ia ingin merebahkan diri nya untuk beberapa saat Sisil pun berbaring sambil mengelus perutnya yang sebentar lagi menginjak usia empat bulan...


"baik-baik nak syukur lah kamu tidak merepotkan bunda, bahkan tidak ada hal-hal yang aneh yang bunda mau selama bunda mengandung kamu" gumam Sisil tersenyum ia membayangkan bagaimana nanti jika bayi nya sudah lahir akan mirip siapa kah dan yang lebih ia nanti adalah suara anak kecil yang akan memanggil nya bunda...


di tempat lain kanita telah sampai ke sekolah nya ia berjalan menuju kelas namun tiba-tiba ada suara yang memanggil nama nya...


"kanita" teriak seseorang yang berada di belakang nya, kanita pun menoleh ke arah sumber suara itu


"Hay" balas kanita tersenyum saat tahu orang yang memanggil nya itu


"aku rindu padamu" ucap seseorang itu yang tak lain adalah Lala teman sekolah kanita


"hey kita hanya tidak bertemu beberapa hari saja" jawab kanita santai


"huh apa kamu tidak merindukan aku" celetuk Lala


"apa maksudmu tentu saja aku merindukan kamu yang terbawel" balas kanita tersenyum


mereka berdua pun berjalan menuju kelas nya sambil berbincang ya untuk melepas rindu nya, Lala banyak sekali bertanya kepada kanita pasalnya saat kanita pertama kali pindah sekolah yang menjadi teman pertama nya itu adalah Lala otomatis Lala tau banyak soal kanita ia tau soal keluarga kanita namun Lala menjadi sosok teman sekaligus sahabat terbaik bagi kanita maka dari itu meskipun kanita banyak di sukai teman wanita maupun peria di sekolah nya ia tidak pernah melupakan Lala yang menjadi pendukung utama nya...


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like dan vote nya 🙏 bagi koin nya juga ya 😉