
Beberapa hari kemudian, hari ini Dio tidak pergi ke kantor karena ia ingin menemani Mei. mengingat kandungan Mei yang semakin membesar dan mendekati kelahiran nya Dio memutuskan untuk cuti.
Ia menemani istrinya itu berjalan-jalan di taman komplek seperti pagi hari ini, karena Sisil tidak ada jadi mami alin lah yang selalu mengingatkan Dio untuk mengajak mei jalan pagi.
"Sayang perut nya kok gede banget ya Abang jadi ngeri liat nya" ucap Dio membuat Mei tersenyum.
"Iya bang kata dokter nya itu baby nya ada_" ucap Mei terhenti.
"Gak apa-apa sayang jangan di omongin nanti juga pas lahir Abang tau" ucap Dio membuat Mei mengangguk dan tersenyum, memang Dio tidak pernah ingin tau jenis kelamin nya dan berapa bayi nya.
Ia ingin seperti Rio yang terkejut memiliki anak kembar yaitu dirinya dan Dea kakak kembarnya, karena hal itu pula Mei tidak memberi tahunya.
"Mau sarapan gak" tanya Dio yang melihat tukang bubur.
"Boleh Mei mau makan bubur aja" ucap Mei, Dio pun menuntun istrinya itu menuju tukang bubur tersebut.
Saat kedua duduk menunggu pesanan mereka, Mei dan Dio melihat Juna yang tengan mendorong stroller bayi.
"Bang itukan Juna" ucap Mei, Dio pun mengangguk membenarkan ucapan istrinya itu.
Kebetulan sekali Juna pun seperti nya akan membeli bubur di tempat Mei dan Dio, hal itu membuat Mei dan Dio senang karena mereka bisa melihat Adelle anak Juna.
"Loh Dio, Mei" sapa Juna.
"Hai Abang, apa kabar" tanya mei membuat Juna tersenyum.
"Baik Mei Alhamdulillah" jawab nya.
"Waaahhh Adelle udah besar ya" ucap Dio membuat Juna tersenyum.
"Besar lah gue kasi asupan yang bergizi" canda Juna.
"Bagus dong, ngomong-ngomong usia Adelle sama kaya Axel kan ya" ucap Dio, membuat Juna mengangguk.
"Iya cuma beda beberapa jam doang, Adelle keluar lebih awal" ujar nya.
"Lucu banget sii" ucap Mei gemas, ibu hamil itu memainkan pipi gembul Adelle.
"Tenang Mei bentar lagi juga kamu punya yang kaya Adelle" ucap Juna.
"Iya Jun tapi bingung perut nya gede banget" ucap Dio membuat Juna melirik perut buncit Mei.
"Lah iya, itu baby nya badag apa twins tuh" ceplos Juna membuat Mei tertawa kecil.
"Badag apaan tuh" kekeh Mei.
"Besar Mei, Sunda nya badag" ucap Juna terkekeh.
"Sue, sejak kapan Lo tau bahasa Sunda" ucap Dio.
"Sejak hari ini" jawab Juna, mereka mengobrol dengan menyantap bubur yang mereka pesan.
"Bang kalo Abang kerja Adelle sama siapa" tanya mei, karena yang mei dan Dio tahu jika Juna pindah rumah ke komplek perumahan mereka.
Tadinya rumah Juna di komplek lain dan cukup berjarak dari perumahan tempat Dio tinggal, namun semenjak memiliki Adelle Juna memilih tinggal bersama putrinya.
"Sama Mbak Mei" ucap Juna, membuat Dio tersenyum.
"Belum ada niat buat nyariin Adelle mama Jun" tanya Dio, menurut Dio jangan lah mencari yang sepadan asal yang bisa menyayangi dan menerima Adelle itu lebih baik.
"Bang pasti banyak yang sayang sama Adelle, yakin deh Mei yakin Abang pasti bisa dapet mom terbaik buat Adelle" ucap Mei membuat Juna tersenyum.
"Gue juga lagi nyari suster buat khusus rawat Adelle, kasian si mbak kalo kerja sambil jaga Adelle" ucap Juna membuat Mei dan Dio setuju, karena mereka pun merasa takut jika anak sahabat nya itu di tinggal-tinggal karena di mbak harus mengerjakan pekerjaan yang lainnya.
"Setuju tuh, inget Jun Lo harus jaga Adelle dan pertahanin Adelle" ucap Dio yang mengetahui jika keluarga Nina sudah berani mengusik Juna.
"Hmmmmm, gue gak mau kehilangan harta yang paling berharga dalam hidup gue. apapun yang terjadi Adelle anak gue dan gue gak akan biarin dia tinggal sama orang lain sekalipun itu keluarga Nina, maka dari itu gue memutuskan untuk pindah kesini karena perumahan ini begitu ketat" ucap Juna membuat Mei bingung.
"Emang nya kenapa dengan keluarga kak Nina bang" tanya mei.
"Nina kan dulu di usir sama keluarga nya pas mereka tau kalo Nina lagi hamil, dan itu pula yang membuat Nina berniat menitipkan anak nya sama kalian. sekarang mereka menanyakan anak Nina" ucap Juna membuat Mei mengerti, jika keluarga Nina menanyakan bayi itu hanya untuk menjadikan nya alat untuk memeras Juna.
"Aku rasa Abang lebih baik cepet nikah bang, biar mereka yakin kalo Adelle bukan anak Nina. gimana ya bukan maksud Mei nyuruh Abang buat bikin Adelle gak kenal sama keluarga nya, hanya saja Mei gak mau kalo Adelle mengulangi kesalahan apa yang kak Nina buat dulu" ucap Mei membuat Juna dan Dio mengangguk.
"Lo bilang apa waktu keluarga nya nanyain Adelle" tanya Dio.
"Gue bilang gue gak tau, karena saat itu gue lagi di luar negeri. gue juga udah minta pihak rumah sakit buat nutup semua informasi mengenai Nina dan soal gue yang ngurus Nina dan pemakaman Nina" ucap Juna, memang setelah acara pemakaman Nina selesai Juna langsung menutup kasus tersebut. bahkan ia memakai nama palsu saat mengurus administrasi Nina, bukan apa-apa Juna hanya ingin melindungi Adelle dan tidak ingin kehilangan putri semata wayangnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: gue tiap nulis part Juna and baby kok nyes gitu ya ke hati 😔
N: kasian ya Thor 😭
A: iya cuy, tapi semoga nih ya si Juna bisa dapet mom terbaik deh buat Adelle 😊
N: Iya semoga, gue juga kalo di jadiin mom nya mau Thor 😂
A: haisshhhh, kebiasaan Lo Mumun Rodiah kagak enak ujung nya 😒
N: elah Thor kaga dapet babang Dio, bang Tintin, bang Panjul sama Carl kan Juna juga gak masalah 😂 kalo Aiden sama Axel kekecilan keburu nenek-nenek gue 🤣
A: serah Lo dah serah Lo 😒😭
N: 🤣🤣🤣🤣*