
Pagi hari Dea terbangun dari tidurnya ia merasa tidak nyaman dengan perutnya, Dea segera duduk dan menyandarkan tubuhnya.
Justin yang merasa ada pergerakan pun terbangun dan di lihatnya Dea yang tengah duduk, Justin menatap wajah pucat Dea ia pun segera bangkit dari tidurnya.
"Sayang kamu sakit?" tanya justin.
"Nggak Abang, cuma lagi kurang fit aja" jawab Dea.
"Tapi muka kamu pucat sayang" ucap Justin.
"Nggak aku nggak apa-apa kok" balas Dea tersenyum, ia menatap Justin dengan intens.
"Kenapa? apa ada yang kamu inginkan?" tanya Justin.
"Hmmmmm" jawab Dea.
"Katakanlah apa yang kamu inginkan" tanya Justin dengan lembut.
"Aku mau makan soto Abang" jawab Dea, membuat justin mengernyit.
"Soto? sayang ini masih terlalu pagi. mau beli soto di mana" ucap justin.
"Tapi aku mau soto Abang" rengek Dea.
"Begini saja kamu mandi dulu, dan aku akan meminta pelayan untuk membuat soto oke" ucap Justin.
"Aku mau mandi, tapi aku maunya makan soto yang dekat belokan ke kantor kamu Abang" ucap Dea membuat Justin terbelalak.
"Haha jangan ngarang sayang, itu jauh loh kenapa gak bikin aja ya" rayu Justin, berharap Dea mau menyetujui nya.
"Nggak mau pokonya kalo bukan soto itu aku nggak mau makan" ucap Dea beranjak dari tempat tidur nya.
Braaakkkk... Dea membanting pintu kamar mandi dengan keras membuat Justin terkejut.
"Sayang kamu nutup pintu pelan aja, gak usah keras-keras udah kaya Samson aja kamu" teriak Justin Kepada Dea yang berada di dalam kamar mandi.
"Ada apa dengan Dea aneh sekali, kenapa dia pagi-pagi minta soto gak seperti biasanya" gumam Justin, jujur saja Justin merasa bingung karena saat ini ia dan Dea tengah berada di rumah Rio karena semalam Sisil meminta Dea kerumah nya.
...
Sementara di tempat lain terlihat seorang laki-laki yang tengah tersiksa bolak-balik ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
hoeeek... hoeeek... Julian terus saja mengeluarkan isi perutnya yang belum terisi apapun.
Mami alin yang mendengar suara Julian pun bergegas ke kamar putranya, dilihatnya Julian yang tengah berdiri dekat wastafel dengan wajah yang pucat.
"Jul kamu kenapa?" tanya mami alin.
"Aku nggak apa-apa mi" jawab Julian.
"Nggak apa-apa ko muntah-muntah, kamu sakit" tanya mami alin, kali ini ia menempelkan punggung tangan nya di dahi Julian.
"Nggak panas tapi" ucap nya.
"Mi aku nggak apa-apa, lebih baik mami keluar aku mau ganti baju" ucap Julian.
"Sue kamu Jul, mami kesini khawatir sama kamu eh malah di usir mami sumpahin cinta mati kamu sama istri kamu" kesal mami alin, membuat Julian bergidik jika sang mami sudah menyumpahinya.
"Mi jangan sumpah-sumpah dong" ucap Julian.
"Biarin aja, udah kamu buruan siap-siap mami tunggu di meja makan. jangan lama kasian Carl udah nungguin" ucap mami alin, yang di angguki oleh Julian.
Setelah selesai bersiap-siap Julian pun turun dan bergabung dengan mami juga Carl, dilihatnya tidak ada Dea dan juga Justin disana.
"Abang sama Dea kemana mi?" tanya Julian.
"Kerumah ayah Rio sama bunda Sisil" jawab mami alin.
"Kok Carl gak ikut?" tanya Julian kepada Carl.
"Nggak karena aku semalam sudah tidur" jawab Carl.
"Ooh, ngapain Abang sama Dea kerumah ayah sama bunda" tanya Julian lagi, membuat mami alin kesal.
"Kamu kepo ya Jul, kaya nya ot*k kamu mulai gesrek ini ya mangkanya jangan kebanyakan nyakitin istri Jul eror kan kamu" cetus mami alin.
"Apa si mi gak jelas tau gak" ucap Julian memasukan makanan kedalam mulutnya, namun tiba-tiba perutnya berasa di aduk-aduk.
Julian pun berlari ke kamar mandi yang berada dekat dengan ruang makan, dan hoeekkk... hoeeeekkkk.
"Araaagghhh" pekik Julian yang merasa tidak tahan.
"Jul kamu kenapa, cacingan" tanya mami alin.
"Kok cacingan si Oma" ucap Carl yang merasa bingung, sejak kapan orang cacingan mual-mual.
"Ya abis uncle kamu pagi-pagi begini udah muntah aja" ucap mami alin.
"Mungkin uncle sakit Oma atau masuk angin mungkin" ujar Carl.
"Haha mangkanya Jul jangan suka main pompaan masuk angin kan kamu" ledek mami alin, membuat Carl menggelengkan kepalanya.
"Oma uncle sakit kok di ketawain" ucap Carl.
"Biaril aja rel itu uncle kamu biar nyahok dia, lagian si ngeselin banget jadi orang mentang-mentang ganteng" ucap mami alin.
"Tega banget si rel Oma kamu, sungguh teganya dirimu teganya" ucap Julian.
"Nggak usah lebay lah, itu minum obat juga sembuh" ucap mami alin yang pergi meninggalkan Julian, dan Carl.
"Carl kemari" teriak mami alin membuat Carl menepuk dahinya.
"Come on kita ke rumah bunda Sisil dan ayah Rio" ucap mami alin menarik tangan Carl.
"Oma mau ngapain? kan nanti juga mommy pulang" ucap Carl.
"Pokoknya kita kesana boy" ujarnya.
...
Setibanya di rumah Sisil mami alin di suguhkan dengan Dea yang merengek kepada Justin, Mae yang pagi-pagi sudah makan mangga muda hal itu membuat mami alin terkejut.
"Yaampun ada apa ini, Mae ini Masi pagi kenapa kamu makan mangga muda" pekik mami alin.
" enak banget mi seger" ucap Mae, yang masih fokus dengan mangga muda nya.
"Kamu udah makan nasi belum?" tanya mami alin.
"Udah kok tapi cuma tiga suap aja karena gak mau masuk nasi nya" ucap Mae.
"Ya kalo gak mau masuk kamu masukin Mae jangan cuma di liatin, itu nasi gak akan bisa jalan sendiri juga" ujar mami alin, bukannya menjawab Mae justru menawari mami alin.
"Mami mau nggak" tanya Mae.
"Nggak mami gak mau, dimana Dea" ujar mami alin.
"Di ruang makan" ucap Mae, ya karena saat ini Mae tengah duduk di ruang tengah. setelah makan tiga suap nasi yang selalu ia keluarkan dari perutnya, Mae buru-buru pindah ke ruang tengah agar tidak mual karena melihat banyak makanan.
"Dea" panggil mami alin, Dea yang merasa di panggil pun menoleh.
"Mami, Carl kemari nak mommy rindu kamu" ucap Dea, Carl pun mendekati Dea dan duduk di samping sang mommy.
"Waaahhh kamu wangi sekali" ucap Dea membuat Carl mengernyit.
"Mom kau kenapa" tanya Carl, yang melihat Dea mencium pipi dan mengendus wangi tubuhnya.
"Hah kau tau boy, Daddy mu tidak sewangi dirimu" ujarnya membuat Justin melotot.
"Tapi parfum miliki juga milik Daddy sama mom" ucap Carl.
"Tidak pokonya kamu lebih wangi dari Daddy mu nak" ucap Dea.
"Dad" panggil Carl.
"Entahlah nak seperti nya hidung mommy mu perlu di servis agar tidak eror lagi" ucap Justin.
"Sil ini ada apa? menantuku baru satu malam menginap disini tapi kenapa tingkah nya mengerikan sekali" ucap mami alin.
"Mengerikan?" tanya Sisil bingung.
"Iya yang satu sedang memakan mangga muda dengan asik, dan yang ini sekarang suka sekali mencium aroma putranya"ucap mami alin, membuat Sisil tersenyum.
"Tentu saja mbak kalo Mae kan lagi hamil usia kandungan nya sudah tiga Minggu mbak, nah kalo Dea aku aja bingung sendiri dia menjadi aneh seperti ini. bahkan pagi tadi sudah merengek minta soto mbak" ucap Sisil membuat mami alin menganga, ia masih mencerna ucapan Sisil.
"Mae hamil?" tanya mami alin.
"Iya mbak Mae hamil" jawab Sisil.
"Lalu Dea" tanya nya.
"Entahlah mbak kita belum memeriksakan Dea, mungkin nanti kalau ada gejala yang aneh baru kita periksakan" jawab sisil.
"Alhamdulillah Mae hamil, aku berharap Dea pun hamil" ucap mami alin bahagia.
Mami alin buru-buru menghampiri Mae dan memeluk nya dengan sayang, dan itu tak luput dari perhatian Dea.
Tiba-tiba mata Dea berkaca-kaca melihat mami alin yang memeluk dan menciumi Mae, Dea pun terisak di samping Carl hingga membuat Carl terkejut.
.
.
.
.
.
.
.
***happy reading 😊🤗**
A: nih riweh-riweh dah Lo ah 😂
N: Lo sekalinya dibikin riweh dua-duanya begitu Thor🤣
A: biar Lo pada puas, abis ini auto gue di hujat deterjen dah😂
N: gue nggak hujat Thor😁
A: iya cuma jahat 🤣
N: baik guemah😁
A: iya gimana elo aja dah 😂
N: oke😁*