
Hari ini Dio kembali kerumah nya karena malam nanti ia akan melakukan pertunangan nya dengan mei, maka dari itu ia memutuskan untuk kembali ke rumah.
Dio melajukan mobil sport kesayangan nya karena memang sejak kecil dirinya dan Dea selalu di manjakan oleh opa nya, tidak heran jika mobil pribadi Dio dan Dea kebanyakan mobil sport karena ia selalu di beri kado oleh ayah dari Rio.
Setelah beberapa saat kemudian ia pun tiba di rumah nya Dio memasuki gerbang utama, Dio pun memarkirkan mobilnya dengan cantik.
Ia turun dari mobil dan memasuki rumahnya saat keluar dari mobil kedatangan Dio di sambut oleh para pelayan rumah Rio, Dio terlihat sangat berbeda di mata yang melihat nya.
Saat ini ia terlihat lebih berwibawa dan dingin, maka dari itu semua pelayan di rumah Rio tidak berani untuk menatap nya.
"Loh bang kamu pulang" tanya Sisil yang saat ini melihat Dio.
"Hmmmmm, assalamualaikum bunda cantik" jawab Dio sekaligus mengucapkan salam.
"Walaikumsalam Abang sayang" balas Sisil tersenyum.
"Kok tumben sepi" tanya Dio.
"Iya soalnya Mei lagi pergi sama Dea buat ke salon" jawab Sisil menuntun putranya.
"Dena kemana?" tanya Dio, ia sangat merindukan adik kecil nya itu.
"Hah, anak itu tumbuh berbeda sekali dengan kamu dan Dea" jawab Sisil, ia merasa bingung dengan tingkah putri bontot nya itu.
"Maksud bunda?" tanya Dio bingung.
"Adik kamu itu selalu sibuk di ruang belajar nya, entah apa yang ia lakukan bahkan ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun" jawab Sisil membuat Dio mengernyitkan keningnya.
"Bahkan di usianya yang masih kecil ia ngotot ingin belajar bela diri, dan hal itu sangat di dukung oleh ayah kamu. bahkan ayah kamu membuatkan ruangan khusus untuknya" tambah Sisil, mendengar ucapan Sisil Dio bisa menangkap jika adik nya itu memiliki banyak bakat.
"Benarkah, wahh hebat apakah Dena akan mengikuti jejak opa" ceplos Dio, mengingat opa nya Yat tak lain adalah ayah dari Rio adalah orang yang sangat terkenal dengan kekuasaan nya. namun Rio tidak ikut campur bahkan ayah Rio sendiri pun tidak menyeret anak nya untuk mengikuti jejak nya, Rio membangun usahanya di tanah air jauh dari ayah nya agar ia bisa berusaha sendiri tanpa campur tangan orang tua nya. dan itu berhasil hingga Rio terkenal seperti saat ini sebagai pengusaha dan pembisnis yang handal.
"Jangan ngarang kamu, mana ada begitu. ayah kamu gak akan mau anak-anak nya mengikuti jejak opa mu. dia sendiri saja menjauh yakali Dena mau seperti opa kamu" ucap Sisil, sedikit khawatir.
"Yaelah Bun gak apa-apa, lagian anak-anak ayah punya bakat nya tersendiri" ucap Dio.
"Nggak ada begitu Dio, beda judul kalo adik kamu seperti itu nantinya" jelas Sisil.
"Bun percaya aja si meskipun Dena mengikuti jejak opa dia gak akan seseram opa, lagian bunda mau ngelak gimana? Dena di dukung sama kak Dea, bang Justin sama ayah. hayoo" ucap Dio membuat kepala Sisil pusing.
"Udah ya bang ya, jangan ngarang kamu gak ada begitu-begitu." ujar Sisil, membuat Dio terkekeh.
Namun tiba-tiba Dio teringat dengan mobil sang opa yang terparkir di garasi, ia menatap bunda nya membuat Sisil ikut menatap Dio hingga keduanya beradu pandang.
"Kenapa?" ucap Sisil.
"Opa ada disini kah?" tanya Dio.
"Darimana kamu tau, bunda belum ketemu opa dari tadi" ucap Sisil.
"Aku liat mobil opa dong di depan" ucap Dio membuat Sisil bingung.
"Ini yang kamu maksud opa Gerry atau" tanya nya.
"Ngarang mana mau opa Gerry balik dan langsung kesini, opa Gerry kalo balik itu ke rumah abis itu ngantor" ucap Dio kepada bunda nya, dan membuat Sisil mendengus mengingat putranya sedikit menyindir jika papa Sisil itu gila kerja.
"Ya terus" ucap Sisil.
"Bun opa aku ada berapa si, ya kalo bukan opa Gerry udah pasti kan" ujar Dio kesal.
"Yaampun, sejak kapan mobil itu terparkir bang" tanya Sisil.
"Lah mana aku tau kan aku baru datang" ucap Dio, tanpa menunggu lama Sisil berlari ke ruang berlatih milik putri bungsunya diikuti oleh Dio.
Setibanya di depan ruang berlatih Dena Sisil menarik nafas nya, ia selalu degdegan saat berhadapan dengan papah dari suaminya ini.
Berbeda jika menemui papa mertua nya saat bersama dengan Rio, Sisil hanya takut salah bicara dan akan menyinggung perasaan papa mertua nya.
Saat membuka pintu mata Sisil dan dio terbelalak keduanya sangat terkejut, saat melihat Dena melesatkan anak panah kepadah buah apel yang berada di atas kepala papa mertua nya.
"Yaampun Dena papa, apa yang kalian lakukan" tanya Sisil menghampiri keduanya.
"Hai sayang" sapa papa Rio kepada menantunya.
"Oh girls ayolah, papa tadinya ingin menemui kamu tapi papa melihat Dena masuk ke ruangan ini. dan wahhh papa takjub Dena memiliki ruang berlatih sendiri hingga papa mengajarkan banyak bela diri kepada putri mu itu" jawab papa Rio santai.
"Ayolah pa, papa kesini untuk acara pertunangan Dio. bukan untuk melatih Dena" ucap Sisil, meski takut papa mertua nya tersinggung Sisil terus berceloteh. hal itu membuat papa Rio yakin dirinya tidak salah memilih menantu.
"Baiklah papa salah, dan boy bagaimana apa kamu bahagia. hmmmmm, jika tidak opa akan membatalkan semuanya. opa tidak ingin cucu opa menikah karena terpaksa seperti Dea, rasanya opa ingin memisahkan Dea dan Justin tapi saat tau Dea bahagia ah opa jadi percaya kepada Justin dia yang terbaik" ucap opa nya membuat Sisil dan Dio membuka mulutnya, mana mungkin Dio membatalkan pertunangan nya sementara ini keinginan nya. dan untuk Dea bahkan saat ini Dea tengah hamil.
Dio yakin opa nya tau jika Justin orang terkaya dan berpengaruh di Eropa, bahkan di tanah air saja ia memiliki banyak perusahaan.
Sudahlah kekayaan keluarga Artadinata dan Abrisham jika di gabungkan mungkin akan mendunia, daripada mendengarkan opa nya terus berceloteh Dio menarik opa nya untuk masuk dan ia pun mengirim pesan kepada Dea agar cepat pulang.
Jika Dea tidak cepat pulang ma*ilah semua orang yang berada di rumah, jika opa nya tau cucu kesayangan nya itu pergi dengan keadaan perut besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nih gadis yang tumbuh berbeda dengan kakak nya, wajah doang polos tingkah nya bar-bar bener 😂 sama kaya Dea banget emang pantes sering dibilang anak nya Dea 😂 selain centil Dena juga menakutkan gaes 😂
Anggia Putri Artadinata
Kakak tersayang nya Dena nih😂
Dea Anggita Putri Artadinata
Kalo ini Abang kesayangan nya 😁
Dio Anggara Putra Artadinata
***Happy reading 😊🤗
A**: jangan lupa vote nya Uun😁
N: meleleh ah gue Thor 😍*
A: anak cwe nya make yg itu Mulu ya karena gue suka luv banget un 😂
***N**: gumush ah gue 😍😂
A: bukan lagi kan jiwa halu gue meronta-ronta 😂
N: ikutan dah gue 😂
A: ngarang aja Lo 😏
N: 😂😂😂😂*