
satu bulan setelah pertemuan kanita dan Eza kini Sabil pun memutuskan untuk menemui kanita, karena kanita udah selesai masa sekolah dan esok adalah hari wisuda kanita maka ia berfikir untuk datang ke acara wisuda sekolah kanita...
siang hari kanita sedang berada di perjalanan menuju bandara ia akan menjemput tuan Gerry yang sudah kembali ke tanah air kanita bahagia karena di acara wisuda nya besok sang paman sudah kembali meskipun kanita tahu ada Sisil yang akan menggantikan paman nya namun mengingat kandungan Sisil yang semakin membesar dan usia kandungan yang tidak lagi muda kanita tidak begitu yakin bahwa Rio mengijinkan Sisil untuk datang ke acara wisuda nya....
setibanya di Bandara tatapan kanita langsung tertuju kepada peria paruh baya yang masih terlihat gagah ya itu adalah ayah dari Sisil kanita pun langsung menghampiri tuan Gerry dan memeluk nya...
"Hay sayang apa kau sendiri" ucap tuan gerry yang mendapat pelukan dari si bontot
"hmmmm, memang nya aku harus bersama siapa" tanya kanita tersenyum
"Kakak mu" jawab tuan Gerry sambil berjalan menuju mobil
"huh apa papah lupa jika kak Sisil sedang hamil besar dan tidak akan bisa bepergian" ucap kanita mengingatkan
"hah ia aku lupa jika putriku tidak lagi sendiri ada cucu ku yang berlindung di dalam tubuh nya" balas tuan gerry tersenyum
mereka pun sudah memasuki mobil mengingat sang putri yang tengah hamil besar tuan gerry memutuskan untuk langsung mengunjungi rumah menantu nya...
tanpa mereka sadari ada mobil yang mengikuti mereka dari belakang ya sudah beberapa hari ini mobil itu selalu mengikuti kegiatan kanita kemana pun kanita pergi mobil terus mengikutinya...
setibanya di rumah Sisil tuan Gerry langsung masuk karena sudah ada pelayan yang menyambut kedatangan nya...
"papa..." teriak Sisil saat melihat sang papa masuk kedalam rumah nya
"Hay sayang bagaimana keadaan mu" tanya tuan gerry
"aku baik pa, lalu bagaimana dengan papa" jawab Sabil
"tentu seperti yang kamu lihat nak aku baik-baik saja" balas tuan gerry yang memeluk putri nya
tersadar tidak hanya kehadiran sang ayah namun ada juga kehadiran kanita Sisil berjalan menuju kanita...
"kan" ucap Sisil dengan mata yang berkaca-kaca mendengar ada yang memanggil nya kanita pun menoleh
"ya kak" jawab kanita menatap wajah sang kakak
"jangan benci aku" ucap Sisil lembut kanita yang melihat itu merasa hati nya sakit kakak yang ia sayangi menangis di hadapan nya karena kanita sudah tidak pernah ke rumah Sisil lagi
"apa maksudmu kak aku tidak membenci mu" jawab kanita Gerry yang melihat percakapan kedua putrinya pun mengerti apa yang sudah terjadi gerry mengerti posisi Sisil yang serba salah dan Gerry pun yakin kanita juga mengerti kanita gadis baik yang tidak mudah membenci orang lain...
"tapi kamu sudah tidak pernah menemui ku lagi" jelas Sisil
"yaampun kakak ku ini kemarin-kemarin aku sibuk dengan ujian sekolah ku maka dari itu aku tidak mengunjungi mu besok aku sudah wisuda" jelas kanita meskipun begitu diri kanita belum siap jika harus berhadapan dengan Sabil ia takut kehadiran nya akan menyakiti hati Sabil adik ipar dari kakak nya itu...
"bohong kamu pasti berfikir bahwa aku lebih menyayangi Sabil kanita aku kakak mu aku tidak akan rela orang lain menyakiti adikku" ujar Sisil sedikit berteriak ya memang hormon kehamilan membuat Sisil sensitif dan mudah emosi
"sudahlah aku tidak apa-apa tidak ada yang menyakiti aku" ucap kanita meyakinkan
"papa kanita lama sekali tidak menemui ku dia tidak berfikir aku begitu khawatir Kepada nya dan aku begitu merindukan kehadiran nya" ucap Sisil mengadu dengan air mata yang mengalir
"apa begini sikap wanita yang akan menjadi seorang ibu masih mengadu kepada ayah nya" jawab Gerry meledek
"kakak sudah lah aku tidak marah kepada mu" jelas kanita Sisil pun menatap kanita
....
di tengah perbincangan mereka seseorang masuk kedalam rumah Sisil dan langkah nya terhenti ketika melihat gadis yang ia rindukan berada di dalam rumah kakak nya ia begitu merindukan kanita sosok adik yang ia impikan Sabil menatap kanita dengan lembut layaknya tatapan seorang kakak ya wanita yang baru saja pulang itu adalah Sabil...
kanita yang melihat Sabil pun merasa tidak enak ia belum siap untuk menerima amarah Sabil hingga kanita mengajak tuan Gerry untuk pulang dan tuan gerry pun mengerti...
"baiklah sayang kalau begitu papah dan kanita pulang dulu" ucap tuan Gerry
"papa kenapa sebentar sekali" rengek Sisil
"sayang papah masih ada pekerjaan yang harus papah selesai kan" ujar tuan Gerry menjelaskan
"baiklah, tapi kau bontot apa kau ikut papa pulang juga" jawab Sisil lalu bertanya kepada kanita
"tentu saja aku ikut papa pulang" balas kanita
"biasanya kau akan menginap" tanya Sisil
"kakak ku sayang yang Ndut yang buncit pemilik drumband besok aku wisuda jadi aku harus pulang oke" jawab kanita menjelaskan
"biasa aja dong gak usah pake bilang buncit" gerutu Sisil yang membuat kanita dan tuan gerry tertawa
"yasudah kami pamit dulu, Sabil kita pamit dulu" ucap tuan Gerry mencium kening Sisil dan mengelus puncak kepala Sabil
Sabil dan Sisil menatap kepergian tuan Gerry dan kanita Sabil merasa tidak enak karena kedatangan nya membuat kanita dan tuan Gerry harus pulang Sabil terus menatap kanita yang tidak menyapa nya padahal ia ingin sekali memeluk kanita ia rindu bercanda dengan kanita...
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like, vote nya ya komen juga deh biar author nya termotivasi 😁