
Dena yang baru saja membuka matanya terkejut karena dirinya sudah berada di dalam kamar, ia memandang sekeliling dan tersadar bahwa Dena sedang berada di rumah Justin.
"Haihhh, kenapa bisa lupa kalo gue lagi di rumah bang Justin. eh Daddy maksudnya Daddy nya Aiden" ucap Dena, ia bangun dan berjalan keluar kamar.
Saat akan menuruni anak tangga Dena di senggol oleh Carl yang memang memiliki sifat jahil, Dena pun jatuh dan terduduk.
Bruukk... Dena menatap Carl dengan tajam namun yang di tatap hanya cengengesan saja.
"Abang, ih gak liat disini ada orang" cebik Dena.
"Oh ada orang ya, kirain gak ada orang de" ucap Carl membuat Dena kesal.
"Abang tolong ya bang bisa gak biarin Dena tenang dikit, oh my Abang itu bikin Dena kesal Mulu perasaan" cerocos nya.
"Elahh Tibang begitu doang Mumun" canda Carl.
"Diam kau Mansyur" kesal Dena, ia bangun dan berjalan kembali untuk menghampiri Dea dan Mae yang sedang di ruang tengah bersama dengan anak-anak nya, sementara Carl berjalan menuju taman belakang.
"Encok gue encok kalo lama-lama tinggal disini" Gerutu nya membuat Dea dan Mae menatap Dena dengan heran.
"Kamu kenapa de" tanya Dea.
"Jatuh di senggol Abang" jawab Dena merengut.
"Lah kok bisa" tanya Mae tertawa kecil.
"Tau aku lagi jalan di tangga terus Abang tiba-tiba muncul" ucap nya lagi.
"Sakit" tanya Dea.
"Sakit lah gimana si kakak ih, emak sama anak sama aja nyebelin nya" cebik Dena.
"Elah nyebelin dulu kamu suka sama Abang" goda Mae.
"Hiiiih enggak ya tolong enggak, itu dulu maklum aja Masi kecil di hadapin orang ganteng pasti kesem-sem." ucap Dena, ia bersikap biasa saja seperti ucapan nya itu memang benar.
"Terus sekarang siapa dong" kali ini Dea yang menggoda.
"Aku udah bilang aku pengen beda dari kakak dan Abang, kalo kakak dan Abang suka yang lokal ya aku yang non lokal" ujar nya.
"Udah ada ganti nih" ledek Mae.
"Belum ada cuma ya berharap aja semoga gak yang deket-deket, kalo yang deket-deket nggak ada kemajuan lah keluarga kita masa disini-sini aja" ucap Dena, menetap lama di luar negri membuat nya betah tinggal disana.
Bahkan Dena sempat bercita-cita ingin menetap luar negri, ia berharap jika jodoh nya nanti asli luar negeri.
Saat mereka sedang berbincang Carl menghampiri mereka dengan wajah yang berbinar, berbeda tentu saja hal itu membuat Dena dan yang lainnya heran.
"Ngapa ni orang, abis nyenggol aku agak miring kaya nya" cetus Dena membuat Carl mencebikan bibirnya.
"Apasi Lo de" ucap Carl.
"Ya Abang kenapa datang-datang senyam-senyum kaya orang kurang setengah ons" ujar Dena.
"Gak apa-apa" jawab nya.
"Tumben itu muka berbinar-binar kaya abis dapet lotre" ucap Mae.
"Abis dapat sesuatu yang tidak di sangka-sangka onty" balas Carl, saat Carl mau meletakkan kepalanya di pangkuan Dea namun Dena lebih dulu melakukan nya.
"Enggak mau" tolak Dena.
"Awas mau kangen-kangenan sama mom sebelum pergi lagi" ucap Carl lagi.
"Nggak mau Dena juga sama mau kangen-kangenan sama kakak sebelum balik" jawab nya.
"Mom" rengek Carl.
"Gak usah manja apa bang, ngalah sama adik nya bentar" ceplos Dena.
"Mana ada adik nya, kamu itu onty nya" dengus Carl, membuat Dena tertawa.
"Haha oiya lupa" ucap Dena bangun dari pangkuan Dea, gadis itu mendekati Mae yang sedang menemani Axel.
"Kak Mae baby Axel ganteng banget" ucap Dena.
"Tentu saja siapa dulu Abang nya, Carl" bukan Mae yang menjawab, melainkan Carl membuat Dena menatap nya sinis.
"Dimana-mana nih ya anak itu mirip sama emak bapa nya, lah ini dimana cerita anak mirip sama Abang nya" cebik Dena.
"Kamu aja mirip mom" ucap Carl.
"Mana ada aku mirip bunda" ucap Dena membuat Dea dan Mae menghela nafasnya, Carl dan Dena seperti tom and Jerry jika bertemu kedekatan mereka yang seperti kakak dan adik kandung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: ini aku bingung sebingung-bingung nya😪
N: lah kenapa tuh Thor 😁
A: kaga apa-apa sii 😂
N: sue dasar 😂
A: dah lah pokoknya jangan lupa vote oke 😁
N: oke 😁*