
Hari ini Carl yang memang sudah libur sekolah memutuskan untuk ikut bersama dengan Daddy nya, Carl di ajarkan banyak hal oleh Justin.
Bahkan dengan kecerdasan nya Carl memahami semuanya dengan sangat cepat, bahkan saat di tinggal meeting oleh Justin Carl mengerjakan pekerjaan sang ayah dengan sangat baik dan teliti
Hal itu membuat Justin berdecak kagum terhadap putranya itu, ia benar-benar tidak menyangka kepada ayah kandung Carl yang bo*oh membuang anak kandung nya.
Ya saat ini status Carl sudah resmi menjadi putra sulung Justin, yang artinya Carl adalah cucuk tertua dari keluarga Abrisham dan keluarga Artadinata. keren bukan!
Di buang oleh keluarga yang tidak seberapa, namun saat ini Carl memiliki dua keluarga yang sangat kaya raya dan berpengaruh.
Bahkan dirinya menjadi kesayangan keluarga Abrisham dan keluarga Artadinata, Carl merasa sangat bersyukur akan hal itu.
Maka dari itu ia akan selalu membuat Daddy nya merasa bangga, dan tidak cuma-cuma dalam merawat dan membesarkan nya seperti saat ini.
Carl berhasil menghandle semua pekerjaan Justin, bahkan saat Justin memeriksa nya tidak ada salah sedikit pun yang berarti semuanya benar.
"Keren boy kamu benar-benar memiliki jiwa bisnis" ucap Justin.
"Ini semua karena ayah yang sudah mau mengajari aku dengan sabar" ujar Carl.
"Kamu putraku sudah seharusnya aku mengajarimu, tapi kau harus ingat tetaplah rendah hati boy. jangan pernah memamerkan kedudukan mu" ucap Justin membuat Carl bangga terhadap Daddy nya itu.
"Seperti Daddy yang mau merawat ku" tanya Carl.
"Aku memang harus merawat mu, aku pernah kehilangan calon anakku mungkin Tuhan mengirim kamu kepadaku untuk menggantikan posisinya anakku" ucap Justin.
"Maka kalo seperti itu akan akan menggantikan posisi nya dengan baik, aku akan menjaga mommy dan Daddy. begitupun adik-adik ku nanti" ucap Carl, membuat Justin tersenyum.
"Berusahalah agar kamu bisa membuktikan kepada ayah mu, betapa bo*oh nya dia sudah membuang putra tampan dan juga cerdas seperti dirimu" ucap Justin.
"Baiklah aku akan membuktikan nya, tentu saja aku pun akan membuat Daddy bangga" ucap Carl.
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, karena aku akan selalu mendukung mu. jika aku tidak mendukung mu maka mommy mu akan menyuruh ku berpuasa" ucap Justin, ia mengecilkan suaranya saat mengatakan berpuasa. karena tidak ingin Carl mendengar nya.
Justin sudah menyelidiki perusahaan ayah kandung Carl, yang ternyata berada di bawah naungan nya. hal itu akan memudahkan Justin untuk memberikan pelajaran kepada ayah yang tidak bertanggung jawab terhadap anak nya.
Bukan hal yang sulit untuk Justin menghancurkan nya, namun ia ingin perusahaan itu di hancurkan oleh tangan putranya yaitu Carl.
...
Di tempat lain Dea tengah membuat kue kesukaan putranya, hal itu yang selalu membuat justin cemburu namun itu tidak mengurangi kasi sayang Nye terhadap Carl.
Justin bersyukur karena Dea benar-benar menyayangi putranya, saat tengah asik membuat kue Dea di kaget kan oleh Mae.
"Dea Lo lagi ngapain?" tanya Mae.
"Kaget gue" ucap Dea.
"Sorry, Lo lagi apa si sibuk amat" tanya nya lagi.
"Gue lagi bikin bakso" jawab Dea asal, yang malah membuat Mae mendengus.
"Cih, gue nanya serius jamileh" ucap Mae.
"Ya Lo gak liat gue lagi ngapain" ujar Dea.
"Liat si Lo lagi bikin kue" jawab nya.
"Terus ngapa Masi nanya dah heran gue, apa perut Lo yang makin gede bikin kekonekan Lo menciut" ucap Dea membuat Mae cengengesan.
"Hehe jahat Lo" ucap Mae.
"Lagian Lo makin buncit malah makin lemot" ucap Dea, ia menoleh ke arah Mae dan tidak sengaja melihat kiss Mark di leher Mae.
Dea menggeleng dan tersenyum, ia tidak habis fikir dengan Julian yang tidak ada ahlak menurut nya. dulu melukai Mae dan sekarang nempel terus kaya perangko.
"Bilang sama laki Lo, kalo mau bikin karya di tempat tersembunyi Mai. inget di rumah ini ada Carl yang masih di bawah umur" bisik Dea, membuat tubuh Mae menegang seketika.
Mae pun mengingat jika semalam Julian mepet-mepet terus kepada nya, namun ia tidak merasa bahwa Julian membuat stempel kepemilikan.
"Julian gak bikin karya kok de" ucap Mae polos.
Mae pun membelalakkan matanya saat melihat ada tiga tanda kepemilikan di leher nya, ia langsung merutuki suami luknut nya itu.
Mae tidak habis fikir dengan Julian yang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan, ia akan menghukum suaminya itu karena telah membuat nya malu.
"Dea ini tutupin nya pake apa ya, gue takut Carl liat kan gak enak" ucap Mae.
"Pake foundetion aja Mai, coba kali aja ilang" ucap Dea, Mae pun buru-buru ke kamar nya.
"Mai pelan-pelan aja jangan lari" teriak Dea.
"Haih saroh saroh gak mungkin kan Lo lupa dalam perut Lo ada bayi, pake lari-lari segala" gumam Dea, ia tidak sadar bahwa dirinya sendiri pun sering lupa dan sering berlari.
Setelah selesai membuat kue Dea bergegas membersihkan diri nya, selama 35 menit Dea pun keluar dari kamar mandi dan memoles sedikit makeup di wajahnya.
Dea turun ke ruang tengah untung menunggu suami tercinta dan putra kesayangan nya, dan saat tiba di ruang tengah ia melihat Mae yang sedang menonton televisi dengan cemilan di pangkuannya.
"Mae Lo ngemil Mulu nanti badan Lo nambah bulet dah" ucap Dea.
"Gue laper de, lagian gue gak nafsu makan nasi jadi ngemil" ucap Mae.
"Ya tapi kan gak sering kaya gitu juga Mae" ucap Dea.
"Iya deh kali ini doang" balas Mae.
"Lo mah kebiasaan kaya begitu Mulu dah, heran gue emang Julian kaga ngelarang apa ya" ujar Dea.
"Dia mana peduli si de, yang dia ingetin itu kalo udah ngemil ya harus gosok Gigi" ucap Mae membuat Dea tertawa.
"Lo kalo malem kaya tikus ya berburu makanan" ucap Dea.
"Iya, padahal waktu belum hamil mana mau gue ngemil" lirih nya.
"Udah si Mai namanya juga bawaan bayi" ucap Dea.
Saat tengah asik berbincang yang di tunggu oleh Dea pun tiba, Dea yang mendengar suara orang mengucapkan salam pun menoleh hingga membuat nya tersenyum dengan manis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: nih gue usahain banyak up gaesπ
N: iya Thor buat ganti yang kemarin ya Thorπ
A: iya biar kalian puas deh ya π
N: makasih author π
A: sama-sama uun, Jan lupa vote nya ya UN π
N: siap Thor nanti gue mulung dulu π
A: oke π*