Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 340


Hari ini terlihat Dea yang tengah menjaga Aleta, selama Mae yang selalu mabuk di pagi hari Dea lah yang memperhatikan putri dari Julian dan juga Mae.


Bahkan tidak jarang Aiden merajuk karena mom nya terlalu dekat dengan Aleta, namun apalah daya jika dirinya selalu di kuasai sang Oma.


Aiden selalu di jaga oleh mami alin karena Aiden adalah cucu laki-laki kesayangan nya, selain akan menjadi penerus Justin Aiden juga akan menjadi ahli waris utama dalam keluarga itu.


Mami alin selalu berharap jika anak kedua Julian seorang lelaki, maka itu akan membuat Aiden memiliki teman.


"Mom" panggil Aiden dengan suara kecil nya.


"Yes boy" Sahut Dea.


"Aku ingin mom menemani ku bermain" ujar nya.


"Bermainlah dulu dengan kakak ana sayang, mom sedang menyuapi El" ucap Dea.


"Mom" lirih nya, melihat tatapan sendu putranya Dea pun merasa tidak tega. akhir-akhir ini Aiden menjadi kurang perhatian dari dirinya, namun Aiden selalu mendapat perhatian lebih dari Oma dan Daddy nya.


"Kemarilah baby" ucap Dea, membuat Aiden berjalan ke arah nya.


"Uhhhhh i Miss you" ucap Dea ya menciumi wajah putranya.


"Haha Mon geli haha mommy" teriak Aiden, membuat Aleta tersenyum. sesibuk apapun Dea mengurus Aleta ia selalu bisa membuat suasana hati Aiden menjadi senang.


"Jangan merajuk lagi, El itu adik mu oke" ujar Dea, membuat mata bulat Aiden menatap Aleta.


"Daddy pelnah bilang kalo aku harus jaga El, kalena El anak wanita satu-satunya di kelualga ini" ucap Aiden, membuat Dea tersenyum karena putranya itu mulai mengerti.


"Tentu saja, kau harus menjaga nya seperti kamu menjaga adik mu sendiri" ucap Dea, ia memang tahu jika Justin lebih posesif kepada Aleta. bahkan Justin selalu memberi tahu Julian agar tidak kecolongan mengenai identitas Aleta yang di tutupi.


"El mainlah dengan ku" ajak Aiden.


"El makan dulu Abang" jawab nya, Aleta begitu cantik. namun Julian dan Justin seakan sengaja menyembunyikan kecantikan wajah Aleta. bahkan sampai saat ini Aleta dan Aiden belum juga di tunjukkan kepada publik.


"Baiklah" ujar Aiden, ia berjalan hendak mengambil mobilan nya di atas meja.


Namun saat akan mengambil mobilan nya Aiden di kejutkan oleh sang Daddy, hingga membuat bocah itu tersentak kaget.


"Wow dad" pekik nya saat Justin tiba-tiba menggendong tubuh mungil Aiden.


"Wow anak Daddy lagi apa nak" tanya nya.


"Mau manjat Daddy" ujar nya, sifat usil Aiden menurun dari Dea yang selalu asal jawab.


"Apa yang mau kamu panjat boy, disini tidak ada pohon" ucap Justin.


"Daddy lepas" rengek nya, namun bukannya melepaskan Justin justru menciumi pipi Aiden.


"Daddy gak akan lepasin kamu" ucap Justin, membuat Aiden merenggut kesal.


"Mom" teriaknya memanggil Dea, Aiden tahu jika mommy nya tidak akan membiarkan nya kesal ataupun nangis.


"Ya nak" shaut sang mommy.


"Dad turunkan Abang, kasihan mau main dia" ujar Dea, mendekati suami dan putranya itu. karena El sudah bersama dengan suster nya.


"Tapi Daddy kangen ai" ucap Justin, mendengar sang Daddy yang mengatakan rindu. Aiden pun langsung memeluk Justin, bocah itu meletakan kepala nya di pundak sang Daddy.


"I Miss you dad" ujar nya, membuat Justin tersenyum.


"Miss you more boy" ujar nya, Justin begitu menyayangi Aiden. anggap saja bagi keluarga Abrisham Aiden adalah harta paling berharga bagi mereka, bukan karena tidak menyayangi Aleta. hanya saja Aiden terlahir dari anak pertama keluarga itu, bahkan Justin memiliki anak laki-laki hal itu membuat Aiden menjadi kesayangan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


Daddy***



Baby Aiden



Mommy



***A**: gimana bang Tintin kaga sayang kalo model anak nya kek begituπŸ˜‚


N: gue aja sayang Thor cius dah πŸ˜‚


A: pen gue kardusin si Aiden bawa pulang 🀣


N: bukan main Thor, pen gue kurung di kamar πŸ˜‚*


***A**: wadaww di kurung dong πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


N: abis gemesin πŸ˜‚*