Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 383


Beberapa bulan berlalu kini kandungan Mei sudah menginjak usia 8 bulan 3 Minggu, kini kandungan sudah semakin membesar dan hal itu membuat Dio khawatir.


Pagi hari Mei berjalan-jalan di taman belakang, ia mengingat Adelle anak Juna mungkin anak Juna itu akan tumbuh menjadi anak yang cantik.


Mei dudu di kursi taman dengan mengelus perut buncit nya, saat Mei tengah merenung Dio datang memeluk Mei.


"Abang ngagetin aja" ucap Mei.


"Hehe, maaf lagian kamu kenapa bengong Mulu" ucap Dio, ia ikut mengelus perut buncit istrinya.


"Baby nya gerak sayang" ucap Mei.


"Iya dia tau papi nya lagi elus-elus, dedek baik-baik ya papi nunggu dedek lahir" ucap Dio.


"Iya papa tunggu dedek lahir ya Pi" ucap Mei menirukan suara anak kecil.


"Gumush" ucap Dio ia mencubit pipi istrinya yang semakin chubby.


"Abang mah ihh nanti makin mbem" cebik Mei mengelus pipi nya membuat Dio terkekeh.


...


Di tempat lain Julian tengah bermain dengan bayi laki-laki kesayangan nya itu, Julian memegangi tangan mungil Aiden.


"Jagoan Daddy udah makan sayang" ucap Julian.


"Iya Daddy dedek udah makan" balas Mae menirukan suara anak kecil.


"Cepet gede sayang nanti Daddy ajarin cara memikat wanita" canda Julian membuat Mae menatap nya tajam.


"Julian" geram Mae.


"Iya mommy" kekeh nya dengan muka tanpa dosa.


"Aku cubit bibir mu mau, Axel itu masih bayi tapi perkataan mu seperti dia sudah besar saja" cetus Mae.


"Hehe maaf mom, kan cuma becanda mom" kekeh nya lagi.


"El mana mom" ucap Julian, ia belum melihat putri kesayangannya itu.


"Daddy" pekik Aleta, panjang umur baru saja Daddy nya menanyakan keberadaan Aleta.


"My queen, kau dari mana saja hmmmmm" ucap Julian.


"Aku habis bermain dengan Abang ai dad" jawab nya.


"Bagaimana Abang apakah baik-baik saja" tanya Julian kepada putrinya itu.


"Hmmmmm, Abang baik tadi Abang memberikan boneka Barbie untukku" celoteh nya dengan gembira.


"Wah, apa kamu senang sayang" ucap Julian.


"Tentu, aku sayang Abang" ucap nya, gadis kecil itu melompat mendekati Axel adik nya.


Axel pun tersenyum melihat Aleta duduk di samping nya, Mae mengelus kepala Aleta lembut ia begitu bersyukur karena memiliki sepasang anak yang sangat lucu.


"Nanti sayang sekarang dedek nya masih kecil, nanti kalo dedek udah bisa jalan dedek nya main sama El sama Abang" ucap Mae, Julian tersenyum melihat keluarga kecil nya.


"Dedek Abang kapan keluar, perut mom Dea udah besar" ucap Aleta.


"Masih lama sayang masih beberapa bulan lagi, apa kau menunggu nya" tanya Mae, membuat Aleta mengangguk.


"El berdoa anak mom Dea twins mom, nanti adik Abang ada dua" celoteh nya membuat Julian tertawa.


"El mau dedek twins" tanya Julian.


"Tidak, el hanya ingin adik Abang twins agar lucu. El tidak mau punya dedek twins nanti mom lebih sayang dedek" ujar nya, mendengar ucapan Aleta Julian pun menatap Mae.


"Apa, aku gak gitu kok aku adil sayang" ucap Mae takut dengan tatapan Julian.


"Jangan membeda-bedakan" ucap Julian.


"Tidak mana ada seperti itu, aku begitu menyayangi anak-anakku" ucap Mae, membuat Julian tersenyum.


Mae dan Julian pun memandangi kedua anak nya, Aleta yang memainkan tangan mungil Axel membuat Julian dan Mae tertawa kecil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: nih para keluarga bahagia gaes 😁


N: gumush sama Aleta 😂


A: iya pengen gue karungin rasanya 😂


N: jangan dong 😭😂


A: nggak lah gila kali 🤣


N: 😂😂😂*