Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 373


Sore hari Justin pulang dari kantor nya bersama dengan Aiden, melihat suaminya pulang Dea yang masih merasa kesal pun langsung mengambil Aiden dari gendongan Justin hingga ia lupa jika kandungan nya mulai membesar.


Dea langsung menggendong Aiden dan membawanya pergi hingga suara Justin menghentikan langkahnya, Justin berkata jika Dea menyakiti anak yang ada dalam kandungan nya.


"Turunkan Aiden" ucap Justin.


"Tidak" balas Dea tanpa menoleh ke arah suaminya itu.


"Turunkan, kamu menyakiti anak yang berada di dalam kandungan mu" ujar nya membuat Dea tersadar. namun ia masih tidak menurunkan Aiden, dan malah mengajak Aiden naik untuk ke kamar putranya itu.


Ana yang melihat Dea menggendong Aiden cukup terkejut, ia berlari menghampiri Dea dan mencegat Dea.


"Kak berikan tuan muda kepada saya saja" ucap ana namun Dea hanya melirik nya sekilas.


"Nona sayang mohon jika tidak anda akan menyakiti kandungan anda" ucap aja membuat Dea berfikir sejenak, lalu memberikan Aiden kepada ana.


"Ini, langsung ajak Aiden ke kamar nya" ucap Dea berlalu terlebih dahulu.


Justin yang melihat tingkah Dea memijat pelipisnya, ia merasa bingung dirinya yang tengah marah kenapa Dea ikut balik marah. jika sudah seperti ini maka dirinya harus siap jika Dea lebih lama marah kepadanya.


"Kenap dia jadi ikut marah" gumam Justin, ah sudah lah lebih baik Justin membersihkan dirinya saja.


...


Sementara itu di rumah sakit tepat nya di ruangan Mae Julian tengah menemani istrinya, ia juga memperhatikan ketampanan putranya hingga membuat Mae kesal.


"Liatin aja terus liatin mentang-mentang anak nya mirip kamu" kesal Mae.


"Iya dong bibit unggul mah beda, lihat Aleta sama Axel mirip aku semua kan kamu mah gak kebagian" ucap Julian bangga, Mae pun langsung menatap wajah Aleta yang duduk di samping nya. setelah itu ia menatap Axel yang juga berada di samping kanan nya.


"Haih aku yang ngandung, aku yang jerit nahan sakit lapak nya abis sama kamu semua" cebik Mae membuat Julian terkekeh.


"Baby nya tampan sama kaya Daddy mom" cetus Aleta yang membuat Mae semakin cemburu.


"Daddy mana tampan, Daddy kamu tuh sebenernya jelek El hanya saja ia beruntung lahir dari mami alin mangkanya begitu" ucap Mae, ia ingin mengatakan jika Julian tampan namun gengsi.


"Elah bilang aja kalo aku ini tampan, cuma emang kamu nya aja yang gak mau mengakui" goda Julian, saat keduanya tengah berdebat Juna datang berniat untuk menjenguk bayi nya yang masih berada di ruangan Mae.


"Misi ganggu gak" tanya Juna, iya memasukkan sedikit kepala nya.


"Eh ngga kok, masuk aja gak apa-apa" ucap Julian, melihat keramahan Julian Juna pun tersenyum ia yakin jika Mae sangat bahagia saat ini.


"Makasih" ucap Juna.


Juna berjalan mendekati box bayi nya iya menatap bayi perempuan itu dengan takjub, Juna tidak menyangka jika anak nya akan secantik ini.


"Baby nya mirip Lo Jun" ucap Mae membuat Juna tersenyum.


"Tau dia kalo bapak nya ganteng" kekeh Juna, ia berusaha menyembunyikan kesedihannya.


" Haihhh, kalian tuh laki-laki sama aja mau enak nya terus dapet banyak pula karena anak kalian mirip bapak nya" kesal Mae membuat Juna menatap Aleta yang sejak tadi diam, dan beralih menatap bayi laki-laki Mae.


"Anak Lo mirip Julian semua dong" kekeh Juna yang merasa lucu.


"Bapak nya ganteng mangkanya pada ngikut bapak nya" canda Julian, membuat Juna terkekeh.


"Iya Mai bener kata Julian, anak Lo tau mana yang unggul dan mana yang gugur" ledek nya.


"Kam*ret Lo pada" dengus Mae.


"Udah Mai jangan kesel harus nya Ki bersyukur karena anak Lo mirip Julian, itu artinya emang dia real hasil produksi nya Julian" goda Juna membuat Mae mencebikan bibirnya.


"Produksi pala Lo, dikira anak gue kue pake acara produksi segala" sinis Mae.


"Sini nak Daddy gendong" ucap Julian, ia segera menggendong tubuh mungil Aleta dan memberikan minum kepada putrinya itu.


"Anak Lo lucu Mai" ucap Juna.


"Hmmmmm, semenjak Aleta lahir Julian jadi lebih sayang sama Aleta. seneng si itu artinya gue gak salah lahirin anak perempuan" kekeh Mae menatap Aleta dan Julian.


"Lo bersyukur karena Julian sangat menyayangi Aleta" ucap Juna.


"Iyalah orang Aleta anak nya gimana sii" dengus Mae membuat Juna terkekeh.


"Gue yakin si kalo Aleta bagaikan princess bagi Julian" ujar nya ikut menatap gadi kecil itu.


"Bukan lagi bahkan gue bersyukur bukan hanya Julian yang menyayangi dan melindungi Aleta, tapi juga bang Justin suaminya Dea dia tidak pernah membeda-bedakan antara Aleta dan Aiden" ujar Mae.


"Gue berharap kalo gue bisa jaga Adelle seperti Julian menjaga Aleta" ujar Juna membuat Mae menatap lelaki beranak satu itu.


"Gue yakin Lo pasti bisa, gue juga berharap Lo bisa kasi ibu sambung yang baik untuk Adelle yang akan menyayangi Adelle layak nya anak sendiri" ucap Mae membuat Juna mengalihkan pandangannya menatap putri kecilnya itu.


"Apa gue bisa memberikan ibu yang menyayangi Adelle dengan tulus" lirih Juna, ucapan Juna dan Mae dapat di dengar oleh Julian.


"Lo pasti bisa Jun, Lo gak boleh kaya nyari cewek seperti cewek-cewek Lo selama ini. sekarang tuh Lo nyari istri bukan cuma buat Lo tapi juga buat kebahagiaan anak Lo" ucap Mae membuat Julian tersenyum, ia bangga kepada Mae yang benar-benar bijak.


"Satu lagi Lo harus bilang sama istri Lo jangan pernah beda-bedain Adelle sama anak kalian nanti, biar bagaimanapun Adelle itu anak Lo dia lebih dulu hadir dibandingkan adik-adiknya nanti" ujar Mae, ia ingin jika anak Nina itu tumbuh dengan baik. meskipun Nina banyak membuat kesalahan Mae berharap jika anak Nina tidak akan mengulangi kesalahan yang di perbuat oleh kedua orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: maaf baru up gaes aku gak enak badan cuaca disini lagi berubah-ubah kaya perasaan akoh 😂 engga sii becanda 😂


N: gue nunggu Lo Munah ingin rasanya ku geplak palamu yang suka bikin orang nunggu 😭


A: jahat bener gue lagi sakit mau di geplak dong Tulung 😭


N: kebiasaan emang elo udah bikin orang melo ngilang kek t*Yul😏


A: Mon maapkan akoh nggak-nggak lagi deh, Atut gue di omelin mak Uun 😭😂


N: yang rajin mangkanya 😏


A: siap Mak siap 😁


N: bagus 😂*