Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 382


Hari Mei sedang duduk bersama dengan Aleta, semenjak memiliki adik Aleta lebih sering bermain dengan mei.


Bocah kecil itu senang sekali dengan mengelus perut aunty nya itu, terkadang Mei tidak merasa bosan meskipun dirinya terkurung seperti saat ini.


"Aunty nanti dedek nya cewe apa cowok" tanya Aleta.


"El maunya apa baby cewek apa cowok" balas Mei.


"El maunya twins" jawab El membuat Mei tersenyum.


"Kalo baby nya gak twins gimana" tanya mei.


"Gak apa-apa yang penting cakep" jawab nya membuat tawa Mei pecah.


"El kan udah punya dedek" ucap Mei mengelus kepala Aleta.


"Iya baby Axel tampan aunty kaya Daddy" celoteh Aleta.


"Kalo El kaya siapa" tanya mei.


"Kata mom El juga sama seperti Daddy, tapi kenapa El gak sama seperti mommy ya aunty" celoteh nya.


Hmmmmm, seperti siapapun kamu kan yang penting kamu cantik" ucap Mei, saat Mei berbincang dengan Aleta Dio pun datang dan memeluk Aleta dari belakang.


Dio memang tidak membedakan antara Aleta dan Aiden, baginya kedua bocah itu adalah keponakan tersayang nya.


"Uncle kaget aku" celoteh El.


"Haha, El kaget uhhhh maaf baby" ucap Dio.


"Uncle nakal aku bilangin mom Dea" ujar Aleta membuat Dio dan Mei tertawa.


"Kenapa harus mom Dea, kenapa gak mom nya El aja" goda Dio.


"Mom mana mau belain El, mom itu selalu belain dedek Axel" ucap Aleta.


"Karena baby Axel masih kecil, El kan udah besar" ledek nya.


"Kata Daddy El masih kecil uncle, kalo udah besar El pasti udah masuk sekolah" ujar nya.


"Benar juga" ucap Dio.


Dio, Mei dan Aleta terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia, hingga akhirnya Aleta meminta untuk pulang.


Dio pun tidak membiarkan Aleta pulang sendiri, lelaki itu lebih memilih untuk mengantar Aleta kerumah keluarga nya.


Saat tiba di rumah Aleta berlari kepada sang mommy yang tengah menggendong Axel, Aleta menarik baju Mae hingga membuat Mae menunduk.


"Hey sayang, kau sudah pulang hmmmmm" ucap Mae, membuat Aleta mengangguk.


"Mom kok di luar" tanya nya, Mae yang mendengar pertanyaan putrinya itu berjongkok di dekat El.


"Mom sedang melihat Abang ai bermain" ucap Mae, menunjuk Aiden, Dea dan juga ana. semenjak kejadian itu Dea tidak melepaskan pandangannya dari putra kesayangan nya itu.


"Hmmmmm, Abang" teriak Aleta membuat Aiden menoleh dan tersenyum.


"El mau ke Abang Mom" ucap nya membuat Mae tersenyum, tidak hanya Dea dan ana dua suster lain milik Aiden juga ikut menemani Aiden.


"Abang" panggil nya saat sudah berada di dekat Aiden.


"Hmmmmm" sahut Aiden, sepulang dari rumah sakit Aiden menjadi sedikit pendiam.


"Are you ok Abang" tanya Aleta membuat Aiden mengangguk.


Melihat respon putranya Dea memegang pundak Aiden, Dea mengatakan jika keluarga nya lebih suka Aiden yang ceria Dea berharap Aiden mau melawan rasa takut nya.


Dokter berkata jika Aiden memiliki ketakutan kehilangan kedua orang tua nya, seperti apa yang ia katakan jika Jeselin berkata akan merebut Justin dari Dea.


"Boy" panggil Dea.


"Mom" sahut nya.


"Kenapa, mom dan Daddy tidak akan meninggalkan Aiden kami menyayangi Aiden. mom janji tidak akan meninggalkan Aiden" ucap Dea.


"Abang mom tidak akan meninggalkan Abang, Abang itu kesayangan mom and dad jadi Abang tenang aja El juga akan selalu menemani Abang" celoteh bocah kecil itu.


"Thank you" ucap Aiden, senyum Aiden mulai muncul dengan kebawelan Aleta.


Bahkan sesekali bocah itu mendengus karena Aleta yang selalu mengganggu nya, Dea berjalan menjauhi Aiden dan Aleta ia memandang dari kejauhan.


Saat Dea tengah asik memandangi gerak tubuh Aiden, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perutnya hal itu membuat Dea terlonjak kaget dan hampir terjatuh.


"Astagfirullah, kaget aku" ucap nya mengelus dada membuat Justin tersenyum, ya lengan yang memeluk nya itu adalah lengan Justin.


"Kenapa" tanya Justin takut-takut, ia merasa takut jika Dea masih marah kepada nya.


"Tidak ada" jawab Dea simple.


"Sayang maaf, aku janji akan selalu mendengarkan ucapan kamu. dan aku gak akan membiarkan Aiden pergi jika kamu tidak mengijinkan nya" ucap Justin, masih dengan posisi memeluk Dea.


"Memang harusnya seperti itu bukan, jika Abang tidak egois dan gengsi Abang tidak tinggi Aiden tidak akan mengalami semua ini" ujar Dea dengan tatapan yang terus memandangi Aiden.


"Ya aku tau aku salah, maaf aku tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Justin membuat Dea menoleh, Dea menatap mata Justin dengan dalam.


Saat keduanya beradu tatap mereka di sadarkan oleh teriakan Aiden yang memanggil Justin, Dea dan Justin menatap Aiden dengan senyum nya.


"Daddy" teriak Aiden, bocah itu berlari dan menghambur ke pelukan sang Daddy.


"Hay boy" ucap Justin mengangkat tubuh mungil Aiden.


"Daddy sudah pulang" tanya nya.


"Tentu saja Daddy sudah pulang, karena Daddy merindukan my Hero Daddy" ucap Justin.


Aiden pun tersenyum dan memeluk Justin, ia menenggelamkan wajahnya di pundak sang Daddy. melihat tingkah Aiden Justin menatap Dea tatapan nya itu seperti mengatakan lihatlah anak kita dia begitu manja kepada Daddy nya bukan. seperti itulah arti pandangan Justin dan membuat Dea mencebikan bibirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: meleleh gue 😭😁


N: apalagi gue Thor 😭😂


A: sama dong kita 🤣


N: elo nih gara-gara nya 😂


A: kok gue 😭


N: iyalah 🤣


A: 😭😭😭*