
sore hari terlihat Dea sedang bermanja kepada sang ayah yaitu Rio, setelah mempunyai adik Rio lebih sering menemani si bontot yang bernama Dena Anggia Putri Artadinata. maka hari ini Dea terlihat manja kepada sang ayah.
"ayah ayolah" ajak nya.
"kemana kak" tanya Rio
"berenang ayah ayo temenin aku" rengek Dea.
"yaampun anak gadis ayah manja banget" ucap Rio
"ayah iya gitu Tibang nemenin doang kan" pintanya sambil nyender
"manja banget emak-emak. udah gede malu apa" cetus Dio.
"berisik Lo ah nyambung Mulu kaya kabel butut" kesal Dea.
"yaelah emang faktanya gitu Mumun. ayah itu udah punya gadis kecil dan Lo udah gede" ujar Dio
"kalo gue tua apa bedanya sama Lo Mansyur? gimana gue lah mau manja mau apa sirik aja Lo" ucap Dea.
"bodoamat lah mulut-mulut gue sii wleee" ucap dio
Dea dan Dio sibuk berdebat dan membuat Sisil juga Rio menggelengkan kepalanya, karena melihat tingkah kedua anak nya yang sudah remaja namun masih saja suka berdebat seperti tom and Jerry.
bukan hanya jahil kepada Dea namun Dio juga suka mengusik meitha sepupunya. Mei yang ceplas-ceplos juga bawel membuat Dio hobby mengganggu nya.
...
"abaaaaang sepatu Mei sebelah nya kemana ini" teriak Mei yang mencari sepatu nya
"apa Mei berisik banget si" ucap Dio
"sepatu Mei. Abang liat sepatu Mei gak?" tanya nya.
"oh itu" ucap Dio
"Abang liat?" tanya Mei penasaran.
"tadi sepetunya jalan sendiri Mei kesana" jawab Dio mengarahkan telunjuknya ke pohon Deket balkon.
"abaaaaang...itu sepatu mei.! kenapa bisa ada disana" teriak nya lagi.
ya sepatu mei ada di atas pohon karena perbuatan Dio yang membalas Mei karena sepatu nya yang pernah di lempar oleh Mei...
"haha iya tadi sepatu Lo ijin Mei mau manjat pohon katanya bete di rumah Mulu" ucap Dio membuat Mei menatap nya dengan melas.
"Abang mana ada sepatu bosen sii bang. yang bener aja" ujar Mei meratapi nasib sepatunya yang menggantung.
"beneran Mei tadi bosen katanya pengen main. Lo si mangkanya punya sepatu ajak main" ucapnya lagi
"Abang tiap Mei jalan-jalan kan si sepatu ikut-ikut mei" ujar nya membuat Dio tertawa.
"sorry Mei kita impas ya satu sama" ucap Dio berlalu meninggalkan Mei.
"abaaaaang sial*n! oh my sepatu gue itu kasian udah jomblo di gantung lagi" Grutu nya.
"Mei" panggil Rio
"iya ayah" jawab nya.
"ko pake sepatu sebelah? apa itu keluaran terbaru?" tanya Rio.
"iya ini keluaran terbaru yang di ciptakan oleh anak ayah yang paling jagoan" jawab nya memelas.
"sepatu sebelah nya lagi kemana Mei?" tanya Sisil
"ada bunda" jawab nya
"terus kenapa gak di pake?" tanya Sisil lagi.
"di lempar Abang bunda ke pohon Deket balkon jadi gantung "jawab Mei membuat Rio tertawa
"hahaha udah jomblo di gantung pula" ledek Dea yang tiba-tiba nimbrung.
"yaampun nasib amat ya" ucap Mei
"gak apa-apa yang di gantung gak sepatu bukan perasaan" ujar Dea
"haha perasaan bukan di gantung kak. tapi di tarik ulur kaya layangan" ucap Mei lagi.
curhatan mengenai hati jantung dan gantung membuat Sisil dan Rio tersenyum. Dea dan Mei terlihat seperti kakak dan adik kandung dan hal itu membuat Sisil dan Rio bahagia.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: kemana aja Lo jamileh?
A: haha ada aja akoh gak kemana-mana 😂
N: lama bener Lo nongol Mun😒
A: iya maaf ya Maemunah 😂
N: iya gue maapin dah😌
A: maaciw😍
N: 😬😬😬*