Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 305


Nina ingin menghampiri Dea namun ia harus ingat bahwa ia kembali hanya untuk misi nya, yaitu untuk mendapatkan Dio. buka. untuk bersedih dan meminta belas kasih.


"Lo gak usah munafik Mae, gue tau Lo juga suka sama Dio" ucap nina, membuat Julian yang mendengar nya merasa geram.


"CK, cinta gue gak g*la kaya cinta Lo na" ucap Mae bangga, bagaimana tidak bangga Mae sekarang sudah memiliki cintanya sendiri meskipun belum mendapatkan pengakuan dari Julian, namun ia bahagia karena hasil cintanya sudah hadir dalam perut nya.


"CK, ngeles aja Lo Mae dikira gue gak tau apa. gak usah pura-pura gitu" ucap Nina membuat Mae kesal.


(ini anak mau nya apa sii, gue udah bilang gue gak gila cinta kaya dia. Lo gak liat perut gue yang buncit ini hasil cinta gue, haih gue tau. maaf ya nak mommy pake bawa-bawa kamu dulu, mommy bingung mau bungkam mulut ni orang pake apa) batin Mae sambil mengelus perut nya.


"Nina hello, Lo bilang apa tadi gue masih ada rasa sama dia yang sekarang sudah menjadi suami orang lain?" ucap Mae tersenyum.


"Iya" jawab nya santai.


"CK, kaya nya selain gila cinta Lo juga gak bisa liat kenyataan ya na" ucap Mae.


"Maksud Lo" tanya Nina.


"Lo gak liat perut gue yang buncit ini hmmmm, ini hasil cinta gue sama suami gue Nina. kalo gue gak cinta mana bisa gue Midun kaya sekarang, gue gak segila Lo yang ngarepin laki orang. bagi gue daripada buang-buang waktu lebih baik mencari kebahagiaan sendiri buktinya gue bahagia kan, apa Lo gak liat gue yang bahagia ini dan penuh kemewahan kaya apa yang Lo impikan tapi gak bisa Lo dapat kan" uajar Mae, membuat semua orang tersenyum begitu pun dengan Julian. sementara Nina ia mematung menatap perut Mae yang membuncit.


Nina pun beralih menatap penampilan dan wajah Mae yang berbinar, ya Mae benar ia telah bahagia dengan kemewahan dalam hidupnya.


Namun yang Nina tidak tahu adalah suami Mae, siapa laki-laki yang menikahi sahabatnya itu kenapa Mae bisa berada bersama Dea dan mami alin.


Dea mendekat ke arah Nina dan menepuk bahu temannya itu, hingga membuat Nina menoleh dan menatap Dea sama seperti saat ia menatap Mae.


"Lo kenapa jadi kaya gini na, Lo dulu gak begini ada masalah apa Lo sama Mei sampe Lo ngomong gitu sama dia" ucap Dea, yang sedari tadi hanya diam.


"Gue gak terima de, Lo tau kan dari dulu gue suka sama Dio. tapi gara-gara dia Dio jauhin gue" ucap Nina.


"Aku gak rebut bang Dio kak, harusnya kakak sadar kenapa bang Dio gak mau sama kakak" ucap Mei membuat Nina menatap nya tidak suka.


"Kalo kamu gak datang kesini mana mungkin Dio nikah sama kamu, mungkin saat ini aku yang ada di posisi kamu" pekik Mae.


"Kata siapa? kalo aku gak ada mungkin aja bang Dio nikah sama kak Mae bukan kakak" ucap Mei membuat Mae tersenyum, ya setidaknya ia tidak terlalu buruk lah.


"Gue mah tau diri Mei, kalo masih ada yang ganteng ya kenapa nggak? laki gue gak beda jauh sama Dio kok" ucap Mae, sungguh hal itu membuat Nina semakin penasaran.


"Gimana pun caranya gue akan ambil apa yang seharusnya jadi milik gue, dan Lo liat aja kalo gue akan ambil Dio dari pelukan Lo" bisik Nina di telinga Mei, sementara Mei tersenyum sinis.


"Silahkan saja, tapi apakah hanya uang yang ada di fikiran kamu? jika ya maka kamu sangat bodoh masih mengganggu suami ku, apa kamu tidak bisa belajar dari kak Mae sahabat kamu. yang meninggalkan cinta lama nya demi cintanya yang baru yang membuat hidupnya bergelimang harta" balas Mei ikut berbisik, membuat Nina menatap Mae.


"Uang bukan segalanya Ferguso! kamu hanya akan berangan-angan untuk hidup dengan uang. nyatanya cinta seseorang lah yang membuat kamu bahagia, uang bisa kamu cari bersama bukan lagi pula jodoh dan rezeki itu sudah di atur oleh nya" ucap Mei, kali ini ia tidak berbisik.


Saat Mei dan Nina tengah berdebat Julian menghampiri Mae dan memberikan Mae minum, karena Mae yang sejak tadi banyak bicara.


"Minum dulu, apa tenggorokan mu tidak kering dari tadi terus saja berceloteh" ucap Julian, membuat Nina menoleh dan terbelalak seketika.


(Putra bungsu Abrisham? bagaimana bisa, kenapa dia begitu perhatian terhadap Mae. ada apa sebenarnya kenapa aku tidak tau, apa jangan-jangan yang di maksud oleh Mei?) batin Nina, ia bertanya-tanya dengan apa yang di lihatnya.


"Apa kau lapar" tanya Julian.


"Julian aku tidak lapar tapi aku mengantuk" jawab Mae membuat Julian terkekeh, pasangan itu terlihat serasi dan benar-benar menjadi suami istri yang romantis.


"Sebentar lagi kita akan pulang" ucap Julian mengelus kepala Mae, hal itu membuat jantung Mae berdebar-debar.


Sementara Nina ia merasa kesal kenapa disri ya selalu kalah oleh Mae, kenapa ia bodoh jika ada yang sebanding dengan Dio kenapa ia tidak menyadari hal itu.


Nina memutuskan untuk pergi dan ia akan tetap dengan misi nya, ia tidak ingin melihat Mae dan Mei bahagia. apapun caranya ia akan melakukan itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: dah lah gedek gue, si Jeselin aja belum punah ini udah ada lagi si Nina bobok 😏


N: Lo yang nulis Thor ngapa jadi Lo yang kesel 🤣


A: abisan itu anak ngilang tanpa pamit, sekarang nongol tiba-tiba kek jelang*ung 😂


N: an*ir jahat Lo 🤣


A: baik molo takut di manfaatin gue 😂


N: eh iya bener 🤣


A: 😂😂😂*