
Melihat Justin sudah kembali Dea menghampiri sang suami, dengan malu-malu Dea menyentuh tangan kekar milik suaminya.
"Bang" panggil Dea.
"Hmmmmm" balas Justin.
"Abang marah ya?" tanya Dea.
"Tidak! saya hanya ingin kamu mandiri saja Dea. dan tidak ketergantungan terhadap bunda kamu" jawab Justin.
"Bang serius ni ya Dea masih belum bisa buat kerjain semuanya sendiri, masalah pakaian aja Dea masih sering nanya-nanya sama bunda" ucap Dea.
"Iya maka dari itu saya ingin kamu belajar mengerjakan semuanya sendiri, dan kamu harus bisa bagi waktu." jelas Justin membuat Dea menghela nafasnya.
"Dea mau tinggal sama Abang, tapi_" ucap Dea terhenti.
"Tapi apa?" tanya Justin.
"Tinggal nya jangan jauh-jauh dari rumah mami, sama rumah bunda bang" jawab Dea.
"Lalu?" tanya Justin.
"Kita yang deket-deket aja" jawabnya.
"Nggak saya gak mau, kamu harus mandiri dan harus terbiasa tinggal jauh dari orang tua kamu dan orang tua saya" ucap Justin.
"Haaaaahhhhhh, yasudahlah Dea ikut apa kata Abang aja. lagian ada bener nya juga,kalo Deket sama ayah bunda nanti kalo kita berantem ketauan" ujar Dea membuat Justin menatap nya.
"Saya ingin tinggal berdua sama kamu, bukan untuk berantem Dea" ucap Justin.
"Iya Dea tau Abang" balas Dea.
Dea membaringkan tubuhnya di samping Justin, saat ingin terlelap Dea ingat sesuatu hingga ia kembali terjaga.
"Abang?" panggil Dea.
"Hmmmmm" jawab Justin.
"Nanti kalo kita tinggal nya pisah, terus Abang pergi ke luar negri Dea sama siapa?" tanya nya.
"Kalo saya lagi pergi kamu boleh pulang ke rumah bunda, atau rumah mami" jawab Justin.
"Tapi kan dalam waktu dekat juga Abang mau balik ke luar negeri" ucap Dea.
"Ya saya akan mengurus pekerjaan yang belum selesai, dan setelahnya saya akan menetap disini. paling sesekali saya pergi kesana" ujar nya membuat dea mengangguk.
Dea kembali memejamkan matanya, namun tiba-tiba ia terkejut dengan tangan Justin yang melingkar di perutnya.
"Dea" lirih Justin, membuat bulu kuduk Dea berdiri.
"Ke...kenapa bang" tanya Dea terbata.
Tanpa menjawab Justin naik ke atas tubuh Dea dan melu*at bibir mungil milik sang istri, Dea yang mendapat serangan tiba-tiba pun kelabakan. apalagi dengan tangan Justin yang mulai aktif memainkan da*a nya.
Dalam hati Dea berfikir haruskah saat ini? namun ia tidak ingin menolak atau menghentikan kegiatan Justin yang akan membuat suaminya marah, namun Dea berfikir kenapa setiap Justin menyentuh nya itu membuat jantung nya berdegup kencang selalu ajep-ajep.
Begitupun dengan Justin, ia berfikir bagaimana bisa tanpa ada rasa cinta ia mampu menyentuh istri kecilnya? namun justin sadar ada sesuatu yang belum ia ketahui.
Saat hasrat nya benar-benar memuncak Justin menghentikan aktivitas nya, dan berlalu ke kamar mandi tanpa menghiraukan Dea. Dea yang merasa bingung dengan nafas yang memburu menatap kepergian Justin.
Ia heran ada apa dengan Justin, padahal Dea sama sekali tidak memberikan perlawanan atau menolak. namun itu sudah menjadi kebiasaan Justin selalu berhenti saat ia sudah tidak bisa lagi menahan nya.
Tanpa Dea sadari Justin membuat stempel kepemilikan di leher jenjang nya, karena kulit Dea yang putih mulus itu membuat karya Justin terlihat sangat jelas dan lucu.
...
Pagi hari setelah mandi Dea memoles sedikit makeup di wajahnya nya, namun pandangan nya teralihkan dengan tanda merah di lehernya. Dea yang tidak mengetahui tanda apa itu cuek saja karena ia berfikir mungkin leher nya merah karena di gigit semut atau nyamuk semalam.
Tanpa sadar mana mungkin di rumah mewah bak istana ada semut dan nyamuk? ah Dea memang terlalu minus untuk hal seperti itu.
Setelah selesai sarapan Justin berlalu ke kantor dengan di antar Dea sampai pintu depan, Dea kembali masuk dan mengambil tas nya. karena hari ini ia akan ke kampus.
Namun saat akan berangkat langkahnya di hentikan oleh Mei, Mei yang melihat tanda merah di leher sang kakak pun tersenyum.
"Ada apa?" tanya Dea.
"Kakak yakin mau ke kampus dalam keadaan seperti ini?" ucap Mei.
"Iya yakin, memangnya aku kenapa?" tanya Dea.
"Ikut aku" Mei menarik tangan Dea, dan keduanya berdiri di depan cermin.
"Kenapa?" tanya Dea.
"Kakak yakin mau pergi dengan tanda ini?" ucap Mei menunjuk karya Justin.
"Lalu aku harus gimana? ini hanya gigitan semut" ujar Dea
"Oh plis, kakak mana ada gigitan semut yang seperti itu? ini merah banget dan bentuknya?" ucap Mei membuat Dea bingung.
"Kenapa?" tanya Dea.
"Ini bukan gigitan semut kakak, ini gigitan serigala" kesal Mei.
"Apa?! mana ada serigala" tanya Dea.
"Suami mu itu yang serigala." jawab Mei.
"Ah. yaampun bodoh nya gue" gumam Dea saat sadar kegiatan nya semalam.
"Mei" panggil Dea.
Mei yang mengetahui keinginan kakak nya pun segera memberikan plester, tanpa ragu Dea menempelkan. setelah selesai ia bingung kenapa jadi seperti habis di gigit fampir begini.
Iapun kembali melepaskan nya dan mengoleskan krim untuk menutupi karya suaminya itu, tidak terlalu terlihat jadi Dea merasa tenang.
Dea segera bergegas pergi ke kampus, begitupun dengan mei yang buru-buru pergi ke sekolah. keduanya naik mobil yang berbeda karena Mei yang sudah mulai mengemudikan mobil nya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: guemah lier dah😪
N: ngapa Lo?
A: ngantuk Uun😁
N: sueee Lo sarmineh 😒
A: 😂😂😂 ngantuk tapi kan gue bela-belain up buat Lo😁
N: oiya 😂😂😂
A: 😊😊😊*