Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 318


Siang hari Mei sedang duduk di gazebo taman belakang rumah Sisil, ia melihat pemandangan yang sangat indah.


Melihat Mei yang tengah termenung Dio menghampiri istrinya itu, Dio merebahkan kepalanya di pangkuan Mei hal itu membuat Mei terkejut.


"Yaampun kaget aku bang" ucap Mei, ia mengelus kepala suaminya itu.


"Kamu lagi ngapain" tanya Dio.


"Lagi mulung aku, masa gak tau si" jawab Mei asal, meskipun sudah menikah gesrek nya Mei tidak hilang. ia masih sama seperti gadis kecil yang melempar sepatu nya dulu.


"Karung nya mana, katanya lagi mulung" ledek Dio.


"Iya lagi mulungin cinta Abang aku, biar gak bertebaran di ambil cabe rawit" ucap Mei membuat Dio terkekeh.


"Kamu itu selalu bikin aku gemes" ucap Dio, ia menggigit bahu Mei.


"Araaagghhh, sakit Mansyur" pekik Mei, ia mengelus bahu nya.


"Hehe, i'm sorry" ucap Dio membuat Mei mendengus.


"Kebiasaan gigit-gigit Mulu, aku lakban mulut nya mau" Ucap Mei membuat Dio tertawa kecil.


"Emang nya aku kardus kamu lakbanin" ucap Dio, namun Mei hanya diam tidak menanggapi nya.


Hal itu membuat Dio merengkuh kepala Mei, sementara Mei gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dio.


"Kenapa hmmmm" tanya Dio.


"Kak Dea bentar lagi lahiran kan, aku berharap anak nya kembar kalo gak kembar aku berharap kak Dea cepet hamil lagi" jawab Mei membuat Dio mengernyit.


"Kenapa begitu" tanya nya.


"Biar aku bisa urusin anak nya kak Dea bang, bunda ayah sama yang lainnya kan belum ijinin aku ngandung dulu. jadi aku berharap aku bisa rawat baby nya kak Dea" lirih mei.


"Hei, kami melakukan itu karena usia kamu masih muda sayang. bahkan kami tidak ingin kamu merasa susah seperti apa yang Dea rasakan" ucap Dio membuat Mei mengangguk.


Mei yakin jika semua orang merasa khawatir terhadap nya, itu sebabnya nya Dio selalu menjaga dirinya agar tidak kebablasan.


...


Di kediaman mami alin terlihat Dea sedang mengemas pakaian bayi, karena waktu dan perkiraan dokter ia akan melahirkan seminggu lagi.


"Sayang kamu sedang apa?" tanya Justin.


"Aku sedang merapikan pakaian anak kita bang" jawab Dea, membuat Justin bingung kapan istrinya itu berbelanja keperluan anak nya.


"Kapan kamu belanja keperluan baby sayang" tanya justin.


"Sudah dua Minggu yang lalu, aku minta bunda membelikannya. karena aku tidak ingin membeli sendiri bang" jawab Dea.


"Kenapa tidak ingin membeli sendiri" tanya nya lagi.


"Ya karena aku suka bingung, nanti kalo semuanya bagus dan aku beli semuanya gimana?" ucap Dea, membuat Justin terkekeh.


"Ya tidak apa-apa, kamu beli sama pabrik nya pun tidak masalah sayang" ucap Justin membuat Dea tersenyum senang.


"Abang gak sabar nunggu dia lahir" ucap Justin.


"Sama, aku juga nggak sabar bang kira-kira anak kita nanti laki-laki atau perempuan ya. tapi aku ingin nya perempuan kan kalau laki-laki kita udah punya Carl" ucap Dea, membuat Justin tersenyum. bagaimanapun juga Justin ingin anak pertamanya laki-laki, karena ia belum pernah merasakan merawat bayi laki-laki. saat Carl Justin merawat nya saat anak itu sudah cukup besar.


"Kamu ingin perempuan" tanya Justin.


"Iya, Abang ingin laki-laki kah. tapi tidak apa aku akan berdoa semoga saja anakku laki-laki seperti keinginan Daddy nya" jawab Dea, ia tidak ingin mengecewakan suaminya itu.


Di kamar lain Julian tengah bermain dengan anak nya yang masih berada dalam kandungan Mae, setiap Julian menyentuh perut istrinya maka anak nya itu akan merespon dengan cepat.


"Sayang dia gerak lagi" ucap Julian.


"Iya, dia tau jika papi nya sedang mengajak bermain" ucap Mae.


"Sayang jika anak kita perempuan aku akan memberikan nama Siti Maemunah, agar panggilan nya sama dengan mu" ucap Julian membuat Mae terbangun dari tidurnya.


"Tidak, jangan beri nama anakku seperti itu. aku tidak ingin anakku nanti di Katai teman-teman nya" ucap Mae.


"Kenapa" tanya Julian.


"Pokok nya cari nama lain yang lebih bagus oke" ucap Mae.


"Ya baiklah sayang aku akan melakukan nya" ucap Julian, membuat Mae tersenyum.


Tentu saja Julian tidak ingin melihat Mae marah atau pun merasa kesal, Julian selalu berusaha untuk membuat istrinya itu tertawa bahagia.


Meskipun dirinya harus melakukan hal-hal konyol, ia rela asal Mae tertawa lepas itulah yang menjadi hal paling penting untuk seorang Julian Putra Abrisham.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 😊🤗


***A**: mohon vote dan like nya ya Uun 😭


N: iya Thor biarpun dikit gue vote kok😊


A: Makasih ya Uun tanpa kamu apalah aku 😭


N: Jan lebay dah elah, heran gue 😪


A: terhura aku bisa nulis selama ini 😊


N: iya ngasi gambaran mengenai keluarga yang saling menyayangi gitu ya 😊


A: iya semoga bisa jadi motivasi buat kita kan nanti kalo udah punya anak, jangan di kerasin ya UN kasi tau pelan-pelan aja gitu 😁


N: siap Thor 😂😂


A: 🤗🤗🤗*