
setelah dua hari kembalinya Sabil ke tanah air di kediaman Sisil terasa ramai karena kedekatan kedua anak nya dengan Sabil dan juga kanita...
"Sabil kamu nanti acara nya mau dimana" tanya Sisil
"gak tau kak Zian maunya kita ngadain pesta bukan di gedung" jawab Sabil
"lah terus mau dimana?" tanya Sisil yang bingung
"dia itu maunya di hotel tapi tepat banget deket pantai kak biar acaranya itu outside the room" jawab nya lagi
"oh jadi yang kayak pesta di luar negeri gitu ya yang acara nya di pinggiran pantai" ucap kanita
"nah iya gitu" balas Sabil
"tapi kurang setuju kak soalnya kan itu pasti banyak makan biaya kak" tanya Sabil
"yaampun kak Sabil holang kuaya mah bebas, lagian calon suami nya kak Sabil kan holang kuaya ruaya duit segitumah retceh bagi dia haha" ucap kanita tertawa
"iya bener Sabil lagian mas Rio juga gak akan diem aja dia pasti bantu kamu. gak mungkin kan dia ga bantuin" jelas Sisil
"hidup di tengah-tengah sultan mah enak yak gak usah mikirin apa-apa udah tinggal ngomong tring aja ada udah" ucap kanita yang mendapat tatapan dari Sisil dan juga Sabil
"heh gak intro Lo emang Lo fikir calon laki Lo apaan hah" dengus Sisil
"belum tau aja kamu Tan kalo kak Eza anak sultan" ucap sabil
"wesss santai dong ibu-ibu dan calon ibu gak usah ngegas gue takut ketabrak" jawab kanita sambil tertawa
"emang Eza kaya ya bil?" tanya Sisil
"iya kak di negara ini aja perusahaan dia kedua dari kak Rio kan tapi di negara S perusahaan dia terbesar jadi kan rio, kak Eza kak gio sama Zian itu masing-masing pada punya perusahaan terbesar meskipun punya kak Rio di atas nya sedikit hampir sejajar sama Eza dan Zian kalo punya kan gio aku kurang tau kayak nya sama juga sii" jelas Sabil
"ohhh gitu" ucap sisil, kanita yang mendengar hanya manggut-manggut saja
"kenapa kamu" tanya Sabil
"gak apa-apa bersyukur aja punya calon sultan jadi gak usah cape-cape kejar pemotretan hahaha" jawab kanita
"yeyyy lo mah emang udah dilarang jadi model juga sama si Eza kamu nya aja yang ngeyel" ucap Sisil
"biarin aja suka-suka akulah" balas kanita
disaat ketiganya sedang asik berbincang dua kurcaci datang menghampiri mereka...
"bunda bunda aku mau beli mobil ya" ucap gio yang membuat Sabil tersenyum
"iya beli aja Dio sekalian sama pesawat nya bapak kamu kan kaya" jawab kanita asal
"jangan anteh nanti uang ayah abis" ujar Dea yang duduk di pangkuan Sabil
"gak bakal abis lah Dea lagi pula kalo abis kan ada kalian nanti Tante botakin terus kalian pergi cari uang" ucap kanita lagi
"kanita Lo kira anak gue tuy*l" dengus Sisil
"hahaha kak Rio gak bakal jatuh miskin kak dia berhasil menciptakan dua kurcaci di dalam rumah nya" ujar kanita dan Sabil tertawa
dipikir-pikir hidup nya enak ya orang kaya sama orang kaya, ah tapi tidak seperti itu untuk ketiga gadis ini karena diam-diam mereka suka berbagi. ketiga gadis ini masing-masing memiliki tempat panti asuhan yang sering mereka kunjungi dan merekalah para donatur nya...
jadi jangan berfikir orang kaya gak suka berbagi ya gengs, karena jika kita ingin memberi cukuplah tangan kanan yang mengetahui nya jangan sampai si tangan kiri tahu. memberi itu bukan untuk di pamerkan agar terlihat dermawan dan agar mendapatkan pujian.
...
setelah berbincang-bincang kanita dan Sabil pergi ke sebuah mall terbesar milik keluarga Eza, kanita dan Sabil ingin berbelanja ya karena mereka suka mengoleksi tas, sepatu dan dress tidak lupa perhiasan yang sederhana dan elegan.
"kak kita mau beli apa dulu ini" tanya kanita
"kan sebaiknya kita beli yang simple-simple dulu aja ya" jawab Sabil dan kanita pun menyetujui nya
setelah puas berbelanja kanita dan Sabil keluar dari mal menuju parkiran, setelah itu merekapun memutuskan untuk kembali melajukan mobilnya...
saat di perjalanan Sabil melihat tempat jajanan yang berada di sebrang jalan ia pun meminggirkan mobilnya...
"ngapain kak" tanya kanita heran
"itu aku mau beli itu rujak sama es kelapa" jawab Sabil dan turun dari mobil diikuti oleh kanita.
"kak nanti aja deh beli nya ya kita pulang dulu aja" ajak kanita yang merasa tidak enak hati
"aku mau nya sekarang" kekeh Sabil
dan Sabil pun berjalan untuk menyebrang namun saat Sabil sedang berjalan kanita melihat dari jauh ada mobil yang melaju cepat ke arah Sabil disitu kanita terkejut, iya takut Sabil kenapa-napa hingga kanita memutuskan untuk menyelamatkan Sabil.
"kakak awas kakak" teriak kanita panik membuat Sabil menoleh ke arah kanita dan beralih ke mobil yang melaju ke arah nya, Sabil terkejut dan panik kanita yang melihat Sabil akan berlari ke pinggir pun segera menghampiri Sabil dan mendorong tubuh Sabil agar segera kepinggir...
"kakak AW.....as...." teriak kanita mendorong Sabil dan
bruugghh....
mobil itu malah menabrak kanita dengan kencang hingga kanita terpental. sabil yang melihat itu shock...
Sabil berlari ke arah kanita dan langsung memeluk juga menciumi gadis itu, gadis yang ia anggap adik, gadis yang selalu berdebat dengan nya dan gadis yang menyelamatkan nyawa ya hari ini... sungguh cinta yang begitu besar yang Sabil rasakan dari kanita meskipun ia pernah berjarak dengan sang adik...
"kanita hiks...hiks... bangun kan jangan tinggalin aku, kanita aku sayang kamu kanita aku sayang kamu udah kaya adik kandung aku bangun plis hiks...hiksss...." Sabil terus menangis hingga akhirnya ia menghubungi pihak rumah sakit milik Rio dan kanita dibawa kesana....
....
saat tiba dirumah sakit Sisil melihat Sabil yang duduk di depan pintu ruang UGD sambil memeluk lutut nya...
"Sabil dimana kanita" tanya Sisil dengan air mata yang mengalir, ia sudah tidak bisa menahan nya lagi
"kakak kanita hiks...kanita di dalam dokter masih menangani kanita" jawab Sabil yang terus menangis dan Sisil pun memeluk Sabil dengan erat
"kenapa seperti ini Sabil kenapa" teriak Sisil dengan rapuh tak lama dari itu Rio dan juga Eza tiba disana
"sayang" panggil Rio, Sisil yang mendengar suara suaminya langsung berlari ke pelukan Rio
"mas kanita hiks...kanita mas" ucap Sisil tersedu
"iya kamu yang sabar kanita pasti baik-baik saja" balas Rio menenangkan Sisil
"aku gak mau kehilangan dia mas, aku udah kehilangan paman dan bibi aku tidak mau kehilangan kanita hiks" ucapnya terus menangis.
Eza merasa hatinya sakit dadanya sesak mengetahui wanita yang ia cintai, wanita yang selalu membuat dirinya tertawa dan wanita bawel yang membuat hari-hari nya ramai sekarang berada di rumah sakit. mimpi apa dia semalam hingga hari ini menjadi hari yang membuat dirinya hancur...
"siapa yang lakuin ini Sabil siapa" tanya Eza dengan nada yang dingin
"a...aku nggak tahu kak ta...tapi aku pernah liat mobil itu" jawab Sabil terbata
"kenapa dia bisa melakukan ini kepada kanita Sabil kenapa" teriak Sisil
"nggak Bu...bukan seperti itu kak, jadi aku yang akan dia tabrak tapi de...dengan cepat kanita mendorong aku hi... hingga akhirnya dialah yang tertabrak" jelas Sabil dengan suara nya yang sesenggukan. Rio uang mendengar itu kembali menatap sang adik
"Sabil kau pernah melihat mobil itu" tanya Rio pelan
"i...iya kak" jawab Sabil dengan air mata yang mengalir deras
"dimana" tanya Rio
"di... dikantor kak Rio" ucap Sabil membuat Sisil dan Rio saling pandang namun Eza menggerakkan pikiran nya untuk mencari tahu penyebab semua ini
Rio bergegas menelpon Rey untuk mengecek cctv tempat kejadian kanita tertabrak, dan Rey pun menyanggupi nya...
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: author ngapa kankan ketabrak sii π
A: udah alur cerita nya begitu Mumunπ
N: sedih kan gue Thor π
A: sedih ngapa Lo?π€
N: kasian kanita baru aja bahagia sama babang Eza sekarang ketabrak π
A: sabar ya Mumun semua akan indah pada waktunya π
N: jahad Lo Thorπ
A: Mon maap π nanti juga dibikin bahagia kok kanita nya π
N: awas Lo Thor kalo dibikin menderita lagiπ
A: yaampun gue gak sejahat itu Mumun gue masih punya hatiπ
N: Jan kejam kaya ibu tiri ya Lo Thorπ
A: iya gak bakalan Mun gak bakal π
N: oke gue pegang kata-kata Lo Thor π
A: serah Lo jamilehπ
**N: πππ***