Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 125


di tempat lain kanita sedang berada di perpustakaan dan tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri nya dan duduk di samping kanita.


"Hay boleh gabung?" ucap wanita itu, kanita mengalihkan pandangannya dan menatap wanita yang di hadapan nya dengan intens


"silahkan" jawab nya datar


"oiya kenalkan namaku denia" ucap nya memperkenalkan diri


"oh iya namaku kanita" balas nya simple, tanpa mempedulikan denia yang berada di hadapan nya kanita bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar perpustakaan.


"hey tunggu" panggil denia menghentikan langkah kanita


"ya ada apa?" tanya kanita menoleh


"kamu mau kemana?" tanya denia


"urusanku sudah selesai jadi aku ingin pulang" jawab kanita kembali melangkah kan kaki nya


"kanita tunggu" ucapnya menarik tangan kanita


"ada apa denia" tanya kanita lembut


"bolehkah aku menjadi temanmu? aku masih baru disini dan aku belum memiliki teman" ucap nya lagi


"hmmmm ya silahkan" balas kanita lalu meninggalkan semua


"gadis yang baik dan lugu" gumam denia


saat kanita berjalan ke arah parkiran disana terlihat ramai dan membentuk sebuah lingkaran, kanita heran ada apa disana dan tiba-tiba ia di kaget kan oleh ria dan Lala.


"kanita kanita kanita" panggil Lala heboh


"ada apa sii?" tanya kanita terheran


"kan Lo tau gak itu ciwi-ciwi lagi berkerumun di depan mobil mewah" jawab lala


"ya terus kenapa apa urusannya sama gue?"


"kan yang punya ganteng kan. sumpah di liat dalam mobil aja keliatan ganteng nya *** kalo gue belum ada tunangan udah gue gaet itu cowok" ucap ria antusias


"gila ini gila sii lo pada, seganteng apa si itu cowok hah?" tanya kanita


"eh tapi bentar-bentar gue kayak pernah liat itu cowok tapi dimana ya" ucap Lala mengingat


"terserah gue penasaran" balas kanita berjalan menuju kerumunan orang diikuti oleh Lala dan ria.


saat tiba di dekat mobil ia terkejut melihat mobil yang berada di hadapannya, ia sangat mengenali mobil itu. orang yang berada di dalam mobil pun keluar saat melihat kanita di dekat mobil nya, betapa terkejutnya kanita saat melihat sosok yang sangat ia kenali keluar dari mobil itu.


Eza tersenyum menatap kanita ya orang itu adalah Eza yang sengaja ingin memberikan kejutan untuk sang pujaan hati, ia berjalan menghampiri kanita dan menggenggam tangan mungil kanita sontak saja hal itu membuat semua orang terkejut dan menatap kanita dengan tatapan penuh arti. ada yang merasa takjub ada juga yang memandang kanita jijik karena berfikir jika kanita seorang penggoda laki-laki kaya.


kanita mengedarkan pandangannya dan melihat reaksi teman-teman kampus nya ia merasa tidak nyaman, Eza yang menyadari hal itupun tersenyum ia berfikir untuk mengatakan sesuatu agar teman-teman kanita tidak memandang kanita rendah...


"khemmm lalapo lihatlah romantis banget mereka" ucap ria memeluk tubuh Lala


"iya kau benar huhu kapan aku akan seperti itu" jawab lala


"mimpi saja dulu jika kamu ingin seperti itu" celetuk ria membuat Lala mendengus kesal


"hey tidak usah sombong sarmineh bahkan dirimu saja yang sudah memiliki tunangan tidak di perlakukan seperti itu" balas Lala


"cih sudah diam kau jamileh nikmati saja pemandangan yang indah ini" ujar ria


saat semua terkagum-kagum dengan ketampanan Eza juga kecantikan kanita tiba-tiba dua wanita menghampiri kanita dan mencemooh nya.


"Hay lihatlah guy betapa rend*h nya kanita, setelah dia menolak kak Azlan ternyata dia menggoda laki-laki kaya" ucap Tiara dengan intonasi yang tinggi dan membuat semua orang beralih menatap nya.


"hilih dasar Mak lampir dimana ada inces disitu ada nenek sihir" dengus Lala


"Hay kanita apa pekerjaan Lo sebagai model gak cukup sampe Lo harus menggoda lelaki kaya menggunakan tubuh Lo" ucap dela


"hey mak lampir jaga mulut Lo tak kanita itu gak seburuk apa yang Lo kira cih. bilang aja Lo ngiri karena tiap laki-laki yang Lo suka terus ngejar-ngejar kanita dan menganggap Lo cuma bayang-bayang yang gak bernyawa" ucap ria dengan pedas membuat dela terbelalak


"apa maksud Lo hah" ucap dela hendak menghampiri ria namun tangan nya di tarik oleh kanita, membuat Dela menatap kanita tajam.


"masalah Lo sama gue dela bahkan gue bingung salah gue apa sama Lo" ujar kanita


"haha gak usah pura-pura bod*h kanita" ucap dela tersenyum sinis


"CK. kalo cuma karena Kiki dan kak Azlan harusnya Lo bersyukur karena gue nolak mereka, itu artinya gue ngasi kesempatan buat Lo yang terus ngemis-ngemis perhatian mereka. nyatanya Lo sama sekali gak di anggap! dan satu lagi kalo Lo mikir selama ini gue diem itu karena takut sama Lo itu Lo salah, gue gak pernah takut sama Lo dela gue cuma kasian sama Lo udah sibuk ngejar-ngejar cowok yakali Lo harus sibuk debat sama gue" ujar kanita membuat dela geram dan hendak mena*par nya, namun tangan kokoh eza menghalangi niat nya.


"lihat guys bahkan laki-laki ini pun sudah terpengaruh oleh wanita jal*Ng ini" ucap dela membuat Eza menghempaskan tangan dela kasar.


"jaga ucapan kamu pantaskah seorang mahasiswa berbicara seperti dirimu" balas Eza


"haha tuan kau jangan mau di bodohi oleh tampang polos nya" ucap Tiara seraya menggoda Eza namun Eza malah menatap nya jijik.


plaaakkk...


tamp*ran keras mendarat di pipi Mulus Tiara dan membuat Tiara meringis kesakitan, tanpa di sadari airmata nya menetes.


"harusnya kau berkaca sebelum bicara semua kata-kata yang kamu keluarkan itu pantas untuk dirimu sendiri! jangan berfikir aku tidak tahu mengenai kelakuan bejad mu jika aku ingin maka aku tidak akan segan-segan membuatkan berita mengenai dirimu" bentak Eza membuat Tiara membulatkan matanya. siapa pria ini sebenarnya kenapa dia bisa bicara seperti itu dan apa yang ia ketahui begitulah fikir Tiara.


"beraninya kau menam*Ar teman ku" teriak dela


"dan kau jangan kira posisimu aman karena mengusik wanitaku, dan segera bilang kepada orang tua kalian untuk bersiap-siap atas kehancuran nya" tegas Eza membuat dela berdecih


"heh siapa dirimu tuan? apa hak mu orang tuaku sangat kaya mereka tidak akan takut kepada orang seperti dirimu" ucap Della sombong


"banggakan saja orang tuamu itu dan katakan pada mereka datanglah besok ke kantor ku dan jangan lupa beritahu mereka untuk menemui Eza Giovano" ucap Eza membuat dela dan Tiara membelalakkan matanya. mereka tahu jika perusahaan ayah mereka separuh saham nya adalah milik tuan muda yang mereka banggakan, merekapun sempat berfikir ingin mendekati Eza namun malah begini akhirnya.


"dan ya kalian semua harus tau jika kanita bukan wanita penggoda dia adalah tunanganku sekaligus calon istriku" tegas Eza lagi-lagi membuat semua orang terkejut tidak hanya dela, Tiara dan teman-teman kampus nya ria dan Lala pun sangat terkejut.


"kak apa yang kamu lakukan" ucap kanita pelan


"mereka harus mengetahui ini sayang agar mereka tidak seenak nya memandang rendah dirimu" jawab Eza tersenyum


"tapi ini berlebihan" ucap kanita


"tidak apa-apa. ayo ikut aku sekarang" balas Eza menarik kanita masuk ke dalam mobil nya.


melihat kepergian kanita dan Eza ria tersenyum bahagia apalagi melihat wajah pucat dela dan Tiara.


"wah mak lampir lihat wajahmu sangat pucat seperti mayat hidup" ucap ria mengejek


"haha iye benar lihat itu wajah nya sangat lucu" tambah Lala


"mangkanya jadi orang jangan sombong mbaknya hahaha nyaho kan Lo berurusan langsung sama calon nona Giovano" ucap ria meninggal dela dan tiara.


....


di tempat lain Sisil sedang menggambar dengan Dio dan Dea mereka bertiga menunggu kepulangan sang ayah, saat sedang fokus dengan gambar masing-masing Rio pulang dan menghampiri mereka.


"ayah" teriak Dea dan melompat ke gendongan sang ayah


"udah pulang yah" tanya Sisil mengambil tas di tangan Rio


"belum sayang aku masih di kantor" jawab Rio membuat Sisil mengecoh


"gak lucu" balas Sisil membuat Rio terkekeh


"iyalah kan aku bukan pelawak" ucap Rio mengecup kening Sisil


Rio menurun kan Dea dari gendongan nya dan berjalan ke arah kamar mengikuti Sisil, saat tiba di dalam kamar Rio memeluk Sisil dari belakang dan mengecupi puncak kepala Sisil. Sisil pun membalikkan badannya menghadap Rio dan mengalungkan tangannya ke pundak sang suami Rio meng*cup bibir Sisil dengan lembut lalu menggendong nya, saat Rio akan berjalan ke arah ranjang tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan nampak la dua bocah kecil yang sedang memperhatikan ayah dan bunda nya.


"ayah sama bunda lagi ngapain?" tanya Dio


membuat Sisil dan Rio terkejut berbalik menatap ke arah pintu dan terdapat dua anaknya yang berada di ambang pintu, Sisil yang kaget segera melompat turun dari gendongan Rio.


(cih dasar bocah pengganggu apa kau tidak tau jika ayah mu ini sedang berusaha membuatkan adik untuk mu) batin Rio geram kepada anak nya


"kok diam ayah bunda" kali ini Dea yang bertanya


"ah...oh i...itu tadi kaki bunda keseleo nak jadi ayah bantu bunda jalan" jawab Sisil gugup namun Rio hanya tersenyum saja melihat wajah malu sang istri.


"aku mu lihat" ucap Dio mengejutkan Sisil dan Rio


"lihat apa nak?" tanya Sisil kaget


"kaki bunda katanya tadi bunda keseleo" jawab Dio polos


"ti...tidak usah sayang tadi udah ayah obati" ucap Sisil malu Karena baru kali ini mereka terpergok oleh anak-anak nya.


mendengar pernyataan bundanya Dio memandang ayah dan bunda nya bergantian begitupun dengan Dea, dua anak kecil itu membuat jantung Sisil berdegup kencang mata anak-anak nya yang polos ternodai karena suami nya yang kurang adab lupa mengunci pintu.


"baiklah aku dan kak Dio ingin tidur bersama bunda" ucap Dea membuat Rio terkejut


"sayang tidurlah di kamar kalian nak kalian sudah besar" balas Rio


"tidak kami ingin menemani bunda karena tadi bunda keseleo" ucap Dea polos membuat Rio berdecak kesal.


"untung kalian berdua anak ku jika tidak udah aku bungkus pakai karung terigu dan aku lempar kalian ke atas genteng. dasar pengganggu tidak tahu apa ayah tercinta nya sedang berusaha membuat adik yang tidak kalah indah dari bentuk mereka!" gumam Rio pelan namun masih bisa di dengar Sisil. mendengar suaminya menggerutu Sisil tersenyum.


"ayo dio" ajak Dea naik ke atas ranjang


"kakak aku ingin tidur dekat bunda" ucap Dio


"baiklah karena kita sama-sama ingin tidur dekat bunda jadi bunda di tengah saja" ucap Dea polos


"sayang" ucap Sisil menghampiri anak-anaknya


"bunda tidurlah disini" balas Dea menepuk tempat kosong di antara Dea dan Dio


"baiklah" ucap Sisil mengikuti keinginan anak nya


(anak sialan awas saja kalian akan aku pindahkan nanti jika kalian sudah terlelap, anak macam apa ini yang membiarkan ayah nya tersiksa. ku pecat kalian jadi anak bocah kecil) umpat Rio dalam hati


Sisil hanya tersenyum melihat wajah masam suaminya, melihat senyum istrinya membuat Rio memelas sambil melangkah kan kaki nya ke kamar mandi. saat keluar dari kamar mandi ia memandangi istrinya yang berada di pelukan kedua anak nya.


"ayah tidurlah di samping Dio" ucap Dea


"ya baiklah" balas Rio malas


Rio berbaring di samping Dio ia menciumi wajah tampan Dio sehingga membuat Dio kesal karena tingkah ayah nya.


"ayah berhenti" ucap Dio


"kenapa kamu anak ayah dan ayah hanya ingin mencium kamu" balas Rio


"iya tapi sekali aja jangan terus-terusan" rengek Dio membuat Rio terkekeh.


suasana kamar terasa hangat dengan celoteh Dea dan rengekan Dio yang terus di ganggu oleh sang ayah, namun hal itu malah membuat Rio semakin gemas kepada putra bungsu nya Rio benar-benar menjadi lelaki family man. bahkan hal itu membuat kedua anak nya kagum kepada sang ayah jika Dea ingin memiliki pendamping seperti Rio saat dewasa namun Dio ingin seperti sang ayah yang selalu menyayangi keluarganya...


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: gagal sudah Thor🤣


A: apanya yang gagal Mumun🤔


N: bikin adik nya Thor🤣


A: stress😏


N: thor lanjutin lah😂


A: gak boleh Mun ada anak kecil😒


N: dikit aja Thor😁


A: dasar ngeres🙄


N: pelit Lo Thor😏 dikit doang juga Thor😒


A: si Mumun ngeyel amat ya gak boleh itu tar bocah pada nontonin emak bapa nya bahaya😭


N: gak apa-apa belajar Thor biar gak oon kaku kaya Lo😂


A: gila Lo😏 gue kaya gini karena belum berpengalaman Mumun😒


N: umur Lo berapa si Thor? penasaran gue🙄


A: kepo Lo ah yang jelas umur gue masih muda 😌


N: masa si Thor🤔


A: serah Lo dah ribet amat SAR Mumun😏


N: hahah kesel yak😂


**A: 😒😒😒


N: 🤣🤣🤣***