Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 147


waktu sudah berganti, pagi ini Dea menggeliat kan tubuhnya ia menatap kamar mewah dan luar yang terasa asing untuknya.


Dea tidak ingat jika ia sedang menginap di rumah mami alin, saat Dea memeluk selimut nya pintu kamar terbuka dan masuk lah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


"kamu sudah bangun sayang" ucap mami alin menghampiri Dea.


"eh....iya maaf aku kesiangan" balas Dea malu


"tidak apa nak, karena sekarang hari libur mami mau kamu temani mami membuat kue" ucap mami alin


"hmmmm, baiklah kalo begitu Dea mau mandi dulu mi" ujar Dea dan mendapat kecupan dari calon mami mertuanya, meskipun Dea belum mengetahui nya


"yasudah kamu mandi mami tunggu dengan bawah nak" ucap mami alin


Dea pun bergegas ke kamar mandi, ia merasa senang karena saat kasi sayang sang bunda yang terbagi-bagi namun ia masih punya sosok mami yang menyayangi nya.


setelah selesai mandi Dea bergegas ke dapur untuk menemui mami alin yang tengah menunggu nya.


"sayang kita sarapan dulu, setelah itu baru kita membuat kue" ucap mami alin yang di angguki oleh Dea.


sambil makan Dea terus memandangi keadaan rumah itu, namun seketika matanya terhenti pada bingkai foto ada dua laki-laki dalam bingkai yang berbeda.


mami alin menatap Dea yang sedari tadi memandangi foto putranya, ia merasa senang dan berharap jika Dea akan menyukai putra sulung nya.


"itu foto Justin anak pertama mami sayang" ucap mami alin


"Oooh" Dea membulat kan mulut nya tanpa suara.


"kalau yg itu Julian adiknya Justin" ucapnya lagi sambil menunjuk bingkai foto yg di sebelah nya.


"anak mami cowok semua?" tanya Dea


"iya sayang, tapi nanti kamu akan jadi anak mami juga" jawab nya membuat Dea bingung.


"eh...ko" ucap Dea ragu.


"sudah nanti kamu akan tau nak" ujar mami alin dan Dea pun hanya mengangguk, Dea tidak i gin ambil pusing mengenai ucapan mami alin.


setelah selesai sarapan Dea dan mami alin bergegas ke dapur untuk membuat kue, Dea dengan cekatan mengerjakan tugas nya dan hal itu membuat mami alin kagum. sebentar lagi Dea akan kenaikan kelas dan harapan mami alin akan semakin dekat.


"Dea bentar lagi kenaikan kelas ya" tanya mami alin


"iya mi mangkanya sekolah udah mulai free" jawab nya.


"kalo udah lulus nanti mau kuliah dimana" tanya mami alin


"kurang tau mi tapi aku pengen nya di London" jawab Dea


mendengar jawaban Dea mami alin tersenyum, ia yakin bahwa Dea gadis yang cocok untuk putranya.


saat tengah berbincang terdengar suara cempreng seorang gadis berlari ke arah keduanya,.


"assalamualaikum. spada" teriaknya.


Dea yang mendengar suara itupun mendengus karena ia tau jika itu adalah suara 8 oktafnya meitha, si gadis cempreng dan blak-blakan.


"walaikumsalam, sayang sini nak" jawab mami alin


"iya mi" ucap nya.


ya sebelum membuat kue mami alin sempat menelepon Sisil untuk meminta meitha kerumahnya,karena mami alin sangat kesepian ia ingin merasakan ramai suara gadis di rumah nya.


awalnya Sisil sempat melarang karena Mei dan Dea dua orang yang cerewet, namun mami alin terus memohon kepadanya dan membuat Sisil menyetujui nya.


berhubung hari ini libur, Dio tidak ada dirumah dan dirumah Sisil hanya ada Rio maka dari itu Sisil mengijinkan Mei karena takut gadis itu merasa jenuh.


Mei melihat Dea sedang mencetak kue, ya hari ini Dea dan mami alin ingin membuat kue nastar dan putri salju.


"lagi apa kak" tanya Mei polos


"lagi mandi aku" jawab Dea ngasal


"hah? masa mandi beginian" ucapnya.


"ya lagian udah tau lagi bikin kue pake nanya" ujar Dea.


"widih kuenya bentuk hati" ucap Mei riang membuat mami alin tersenyum.


"salah ini bentuk ampela" ujar Dea membuat Mei tertawa.


"si kakak lapar kayak nya ngomongin ati ampela" balas Mei tertawa.


Mei terus membantu Dea, namun bukan membantu membuat kue tapi Mei membantu memakan nya saja.


"Mei bantuin apa" ucap Dea melirik sang adik


"ini aku lagi bantuin kakak" jawab Mei melahap kue yang di tangan nya.


"bantuin apaan kamu dari tadi cuma makan doang" ujar Dea


"ya kan aku bantuin ngabisin haha" jawab Mei membuat alin tertawa melihat tingkah keduanya.


"cih...dasar bocah tengik" umpat Dea.


di sela-sela ke asikan membuat kue terdengar bunyi bel yang begitu nyaring, pelayan di rumah mami alin pun langsung membuka pintunya. dan nampak lah dua sosok laki-laki yang sangat tampan dan gagah siapa lagi kalau bukan dua sejoli Julian dan Justin sang Abang.


karena memang sudah saat nya libur kedua pria itupun memutuskan untuk pulang, mami alin begitu senang melihat putranya pulang tepat saat Dea berada di rumahnya.


"silahkan masuk tuan muda, ibu sedang di dapur" ucap pelayan itu mempersilahkan.


Julian dan Justin pun bergegas ke dapur untuk menemui sang mami, namun sesaat mata Julian menangkap sosok wanita cantik dan lucu yaitu Dea. Julian mengagumi Dea sejak lama namun ia tau jika sang mami sangat berusaha keras untuk menjodohkan Dea dengan sang Abang.


"Mami" panggil Julian membuat semua orang yang berada di dapur menoleh.


"sayang kalian pulang" ucap mami alin menghampiri putranya.


"iya mi" jawab Justin datar.


mami alin memeluk kedua putranya, sesaat Justin memandang Dea dengan tatapan datar nya membuat Dea tidak karuan.


"woahhh ada gadis cantik" ucap Julian menghampiri Dea.


"hai" ucap dea menyapa Julian.


"Dea makin cantik aja" goda Julian


"makin bohay gak bang" tanya meitha yang tiba-tiba nyambar


sementara mami alin mengajak Justin duduk di kursi dapur.


tanpa meitha tahu jika Dea menumpahkan tepung ke lantai, Mei yang merasa haus pun turun dari kursi berniat mengambil minum. namun siapa sangka ia malah mengalami tragedi yang mengundang tawa semua orang..


grubug... tubuh Mei terpeleset dan jatuh.


"tikus kejepit" teriak nya karena kaget. dan sontak membuat Dea menoleh langsung terbahak...


"hahaha kamu kenapa Mei" tanya Dea di sela-sela tawa nya.


"kekenyangan Mei jadi jatuh" ledek julian,. yang mengetahui jika Mei anak alm.gio.


"huaaaaaa, mami Mei di ketawain" Raung nya namun tidak menangis.


alin pun tertawa melihat Mei yang masih terduduk di lantai.


"bangun sayang" ucap alin membantu Mei.


"mami bokong Mei sakit ini" rengek nya


"haha mabuk nastar" ucap Dea yang membuat Justin melirik ke arah nya. namun Dea cuek saja.


"kakak Mei doain kakak jatuh kepangkuan pangeran huaaaaaa" ujarnya sambil memegang pinggang yang sakit.


"gue Mei pangeran nya" ucap Julian dengan percaya diri


"pangeran apa Lo? pangeran tokek" balas Mei


"pangeran tampan nya Cinderella Mei" ucap Julian dengan gaya sok cool nya.


"Cinderella yang kaos kaki nya ketinggalan itu ya pas di kejar pangeran" ucap Mei terbahak.


"kaos kaki. sendal jepit meimunah" ucap Dea membuat Justin mengulas senyum tipis nya.


"mana ada! Lo berdua salah yang bener itu kaki nya yang ketinggalan" balas Julian


"Lo gila kalo kaki yang ketinggalan gimana itu si Cinderella mau kabur?" ucap Dea dengan tangan yang memegang sendok. acara membuat kue di teruskan para pelayan karena semuanya sibuk membahas kisah kaos kaki yang tertinggal.


"oiya gue salah haha" ucap Julian


"Juli" panggil Mei


"Julian Mei" balas Julian


"Panjul eaaaaaaak" ledek Dea.


mami alin melihat betul jiwa usilnya Dea yang mulai terlihat, ia tersenyum bahagia apalagi ia sesekali melihat Justin yang tersenyum karena tingkah Dea.


"apa Dea ku sayang" jawab Julian


"cih.sayang pala Lo peang Jul" cetuk Mei membuat mami alin tertawa.


"mana ada meimunah! ganteng gini dibilang peang" ujar Julian


"bukan peang tapi menyon" ucap Dea ngasal


merekapun pindah ke ruang tengah untuk berkumpul, Dea yang terlihat dewasa meskipun masih anak sekolah mengundang perhatian Justin.


"kita tebak-tebakan ayo" ucap Mei.


"nggak mau Lo tebak-tebakan nya aneh" tolak Dea.


"iya udah gak apa-apa lah dari pada bete" ucap Julian dan dengan terpaksa Dea pun menyetujui nya.


"kakak Sama Panjul denger baik-baik" ucap Mei


"nih kak kalo kucing pergi ke dapur si ekor nya kemana?" tanya Mei membuat Dea dan Julian saling pandang.


"ekor kucing kan lurus ya, berarti ke belakang ngarah nya" jawab Julian percaya diri.


"bukan Panjul ekor kucing yang lurus nya ke atas. mana ada lurus ke belakang" ucap Dea membuat mami alin tertawa.


"salah besar" ucap Mei


"terus" Jawab keduanya.


"ya ngikutin lah, kalo si kucing ke dapur ya si ekor nya ikut ke dapur. mana ada kucing ke dapur ekornya ke belakang tarik tambang dong" jawab Mei membuat Dea tertawa.


"kalo ke atas kucing nya nyungsep" jawab Dea dan membuat semuanya tertawa.


ruangan itu penuh dengan canda dan tawa karena kehadiran Dea dan meitha, dua gadis yang cantik juga bawel.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: ada gebetan baru nihπŸ˜‚


A: dih siapa?


N: babang Panjul 😍


A: dasar inem gaboleh liat yang cakep dikitπŸ˜’


N: biarin lah wooooπŸ˜πŸ˜‚


A: serah Lo πŸ˜’


N: 🀣🀣🀣*