
setelah selesai makan Sisil kembali ke ruangan nya sambil membawa beberapa cemilan di tangan nya, sungguh ini terlihat bukan seperti Sisil...
sekarang ia lebih suka makan dan minum minuman yang segar, saat Rio kembali dari makan siang nya ia di kejutkan dengan beberapa cemilan di meja kerja Sisil
"ada apa dengan mu" tanya Rio
"kenapa, aku tidak apa-apa" jawab nya polos
"sejak kapan kau suka makanan seperti ini" tanya nya lagi sambil duduk di depan meja Sisil
"aku laper jadi aku membeli nya" ucap nya santai
"apa kau tidak makan siang" tanya Rio lagi
"makan, aku tadi makan siang tapi aku merasa perutku masih laper" dengus
Rio pun menatap Sisil dengan penuh tanda tanya, ada apa dengan istrinya sejak kapan ia senang memakan cemilan seperti itu...
"kenapa kau menatapku seperti itu, apa kerjaan mu hanya untuk menatap ku" tanya Sisil
"tidak" jawab Rio
"yasudah pergi keruangan mu tuan nanti ada yang melihat kita" ucapnya
Rio pun beranjak dari kursinya dan masuk kedalam ruang kerja nya, fikirannya masih terheran dengan Sisil, padahal gadis itu selalu menolak jika Rio meminta nya untuk makan lebih banyak karna alasan takut gemuk, tapi hari ini hal lain di lihat oleh Rio itu benar-benar aneh...
waktu pulang kerja pun tiba Rio dan Sisil sudah ada di perjalanan tidak sengaja Sisil melihat pasar malam ia meminta Rio untuk masuk ke pasar itu...
"mas kita berenti di sini dulu ya" pinta Sisil
"nggak ini rame banget sil" tolak Rio
"tapi aku ingin kesitu mas" rengek Sisil
"kita ke mall aja ya" bujuk Rio
"gamau mas pelit aku benci sama mas" ucap nya
Rio benar-benar heran dengan tingkah istrinya itu, sehingga membuat nya harus mengalah dan menuruti keinginan Sisil...
"huuufft, yaudah iya kita kesana" jawab rio
Sisil pun langsung menoleh ke arah Rio dengan mata yang berbinar, Rio pun memarkirkan mobilnya di area parkir pasar malam tersebut...
"mas aku mau itu, itu, sama itu" ucap Sisil sambil menunjuk beberapa stand makanan
"ngga" tolak Rio saat melihat stand makanan itu
"kenapa aku ingin itu" ucap Sisil
"itu pedas nanti perut kamu sakit" jelas Rio
"pokonya aku mau itu" paksa Sisil sambil memajukan bibir nya
"heuuuu Yasudah lah terserah" jawab Rio pasrah
setelah mendapat ijin dari Rio Sisil pun memesan beberapa makanan yang ia tunjukkan yaitu bakso mercon, otak-otak mercon dan gulali...
sementara Rio hanya mengikuti langkah kaki Sisil Rio berfikir padahal Sisil tau makanan yang ia inginkan hari ini tidak sehat tapi kenapa Sisil begitu ingin memakan nya...
setelah membeli makanan itu Rio dan Sisil pun segera pulang, dan sesampainya dirumah Sisil tidak sabar untuk menyantap nya...
"sayang pelan-pelan" ucap Rio yang ikut duduk di meja makan
"waaaww ini enak mas enak sekali" jelas Sisil
sementara Rio hanya menatap nya dan menggeleng kan kepala, Rio berfikir lebih baik ia makan daripada harus melihat Sisil menyantap makanan yang di belinya tadi...
berbeda dengan Sisil yang memakan jajanan Rio lebih memilih makanan rumah...
.
.
.
.
.
.
***Bersambung...
jangan lupa like sama vote nya 🙏😉***