Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 172


Di tempat lain di sebuah perusahaan yang cukup besar terlihat seorang laki-laki yang sedang kesal. Karena beberapa hari setelah pertemuan nya dengan Dea membuat ia sangat merasa terganggu. Kenapa? ada apa? kenapa bisa seperti itu? ya karena ia sangat terobsesi untuk mendapatkan Dea.


Padahal dia sendiri belum mendapatkan informasi yang ia inginkan mengenai Dea, ya karena identitas Dea sangat di tutup dengan baik juga rapi oleh Rio ayah nya. Bukan hanya oleh Rio saja Justin pun melakukan hal yang sama itu semua untuk melindungi Dea.


orang itu adalah joni yang selalu mencari-cari informasi soal Dea, namun bodohnya ia tidak mencari tahu celah orang yang menutup identitas wanita itu.


"Araaagghhh, kenapa sampai saat ini aku masih belum juga bisa menemukan identitas nya" Kesal Joni.


"Kenapa identitas gadis ini begitu tertutup rapat. Baru kali ini aku kesulitan mencari tahu tentang seseorang" Tambah nya.


Ya Justin memang sengaja ikut menutupi identitas Dea, selain untuk melindungi Dea yang berstatus sebagai tunangan nya. Justin juga merasa takut apa yang pernah ia alami terjadi lagi, yaitu kehilangan sosok orang yang ingin ia jadikan sebagai pasangannya.


...


Keesokan harinya Joni kembali di buat kesal oleh asisten nya, yang lagi-lagi tidak bisa mencari tahu mengenai Dea.


"Maaf tuan, saya benar-benar tidak bisa mendapatkan informasi mengenai gadis itu. Seperti dia bukan gadis dari keluarga biasa" Ucapnya membuat Joni murka.


"Dasar bodoh, kenapa mencari tahu informasi mengenai satu gadis saja kau tidak becus." Teriak Joni.


"Maaf tuan, Sekai lagi mohon maafkan saya" Mohon nya.


"Sial*n, siapa sebenarnya gadis itu? Kenapa aku sama sekali tidak bisa menemukan kebenaran nya." Umpat Joni.


...


Di tempat lain tepatnya di salah satu perusahaan terbesar di negara tersebut, nampak seorang pria tampan dan gagah sedang berkutat dengan pekerjaan nya. Siapa lagi jika bukan Justin laki-laki incaran para wanita.


Namun sesaat ia menghentikan pekerjaannya karena suara ketukan pintu.


Tok...tok....tok... dan,


Masuk setelah si empunya ruangan mempersilahkan masuk.


"Permisi tuan muda" Ucap orang kepercayaan nya.


"Ya, apa ada informasi yang ingin kau sampaikan?" Tanya Justin datar.


"Begini tuan, akhir-akhir ini ada seseorang yang sedang berusaha untuk mencari tau mengenai nona muda" Jawab nya, dan yang di maksudkan nona muda nya itu adalah Dea. Anak emas nya tuan Rio Artadinata.


Mendengar jawaban orang itu sontak membuat Justin menatap nya tajam, ia cukup penasaran siapa yang ingin tahu mengenai Dea sampai sedetail ini.


"Katakan siapa yang melakukan itu" Ucap Justin.


"Begini tuan, satu Minggu yang lalu nona pergi ke mall milik keluarga anda_" Ucapnya terhenti.


"Ya, saya tahu. dia sudah mengatakan nya kepada saya, anak itu cukup jujur dan dapat di percaya! lalu" Ucap Justin lagi.


"Ya, dan disana nona tidak sengaja menabrak seorang pria tuan, hingga menyebabkan laki-laki itu tertarik kepada nona dan mencari tahu tentang nona" Balasnya.


"Siapa orang itu?" Tanya Justin datar.


"Orang itu adalah tuan Joni, tuan muda yang telah membawa nona Desi pergi tuan" Jawab nya.


Deegg....


Wajah Justin berubah menjadi garang, bagaimana tidak laki-laki itu selalu mencari masalah kepadanya. Bahkan saat sudah membawa Desi dia kembali dan sekarang ingin mengejar Dea, apapun yang terjadi Justin tidak akan melepaskan Dea meskipun belum ada rasa cinta di antara keduanya.


"Tapi tuan muda, tuan Joni tidak tahu jika nona muda adalah tunangan anda" Ucapnya lagi.


"Bagus, biarkan seperti ini dulu. Aku ingin tahu seberapa besar keinginan nya untuk mendapatkan Dea" Ujar Justin.


Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi, karena Justin akan selalu memantau dan melindungi wanita yang saat ini telah menjadi peri kecil dalam hidupnya.


Saat orang kepercayaan nya undur diri, ponsel Justin berdering menandakan panggilan video dari Dea.


ya meskipun belum tumbuh benih-benih asmara, keduanya sepakat untuk saling memberi kabar agar hubungan jarak jauh nya itu berjalan dengan baik.


**P****ercakapan video call*


Dea: Hai bang.


Justin: hmmmm. (memandangi)


Dea: Abang lagi sibuk ya? yaudah matiin aja bang. Dea cuma mau absen aja kok.


Justin: CK.kau fikir sedang sekolah pake absen segala.


Justin: Hmmmm.


(Yang begini yang mau kau rebut dariku Joni? cih. Jangan bodoh sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan laki-laki seperti dirimu bersamanya! jika dulu aku melepaskan Desi untuk mu tapi tidak akan untuk saat ini, Desi memang cocok untuk mu tapi tidak dengan Dea.) batin Justin.


Dea: Abang kenapa liatin Dea kaya gitu?


Justin: CK. Percaya diri sekali kamu.


Dea: Harus lah! Kalo Dea nggak percaya diri, Dea gak bakal jadi tunangan nya Abang.


Justin: Dea? (tanpa membalas ucapan Dea)


Dea: Iya kenapa bang?


Justin: Waktu kamu ke mall apa kamu bertemu seseorang?


Dea: Seseorang?


Justin: Iya.


Dea: oh itu iya, sumpah ya Abang itu orang nyebelin banget. Sok ganteng sok kaya, tapi emang ganteng si dikit. Eh nggak deh gantengan ayah Dea haha.


Dea: Abang tau dia siapa?


Justin: Hmmmm.


Dea: Oohh, yaudah lah nggak apa-apa Dea nggak mau kepo hehe.


(Gadis ini benar-benar beda dari gadis lain, bagaimana bisa aku melepaskan berlian yang sudah ada di genggaman ku. Hanya untuk sebuah biji jagung yang bahkan belum ada di hadapanku*) batin Justin.


Justin: Yasudah saya mau lanjut kerja.


Dea: oke. Dea juga mau bobok.


...


Panggilan pun terputus, di tempat nya Justin benar-benar merasa tidak tenang. Apalagi ia sudah mengetahui jika Joni berada di negara yang sama dengan Dea.


Justin menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk menjaga Dea, namun jangan sampai di ketahui oleh Dea. Jika seperti ini kisah Justin akan lebih menyaingi ayah bunda nya Dea, belum menikah saja sudah sangat menjaga bagaimana jika sudah halal bisa jadi tuan putri nya bang Tintin dah Dea.


Setelah menghubungi orang-orang nya Justin kembali melanjutkan pekerjaannya, bukan hanya kerja saja Justin pun ingin menyelesaikan segala urusan nya termasuk studi yang ia ambil.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen sama vote nya๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


A**: aku up tuh ya, Jan lupa vote Nye ๐Ÿ˜‚


N: oke dah diasap๐Ÿ˜


A: satu lagi kasi Ako semangat ya๐Ÿ˜


N: tiap hari kan di semangatin๐Ÿ˜Š


A: iyaiya makasih buat kalian semua, yang udah dukung aku dan kasi semangat aku ya๐Ÿ˜Š kalian terdabesh dah๐Ÿ˜‚


N: uwu.uwuuu๐Ÿค—


A: ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜*