Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 252


Sepulang dari kantor Dea bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri, setelah selesai Dea pun pergi menuju dapur.


"Mami belum pulang mbak?" tanya Dea, kepada salah satu pelayan.


"Eh non, belum non" jawab nya.


"Oh yasudah, biar saya yang masak mbak" pinta Dea.


"Eh nggak usah non, biar mbak saja" ucap sang pelayan.


"Nggak apa-apa, mbak bantu potong-potong sayuran nya aja" ucap Dea.


Tanpa menunggu lama Dea pun memulai ritual memasak nya, dengan telaten Dea memasak makanan kesukaan sang suami.


Para pelayan di rumah mami alin menatap takjub kepada Dea, sudah cantik, baik hati, ramah, tidak sombong pula.


Setelah selesai memasak Dea pun menata nya di meja makan, setelah selesai semuanya Dea menonton televisi sambil menunggu Justin


Tepat pukul tujuh malam Justin tiba di rumah, dan ia tersenyum saat melihat istrinya tercinta telah menyambut nya.


"Assalamualaikum, my wife" ucap Justin mencium kening Dea.


"Walaikumsalam, my hubby" jawab Dea, mencium punggung tangan Justin.


"Wahh di sambut oleh istri cantik nya aku" ucap Justin.


"CK, sudah ayo masuk bang" balas Dea.


"Woooee, kalo mau mesra-mesraan di kamar jangan disini. Tolong hargai gue yang jomblo ini" ucap Julian yang tiba-tiba nongol.


"Haihhh gue kira dem*t dari mana, ada suara gak ada wujud" ucap Justin.


"Abang gue omongan nya sad*St bener" kesal Julian.


"Haha udah bang biarin aja, mending kita masuk" ajak Dea.


"Mangkanya nikah Lo, biar gak jomblo mele. truk aja gandengan yakali Lo kaga" cetus Justin.


"Bodomamat, kagak denger gue" kesal Julian.


"Bud*k kali Lo" sinis Justin.


"Kejam amat Lo sama gue bang, kasihanilah gue adik semata wayang Lo" ucap Julian memelas.


"Naj*s gak usah di melas-melasin begitu, geli gue liat nya" ledek Justin.


"Pergi Lo sana Lo" usir Julian.


"Sebelum gue yang pergi, Lo duluan yang gue kirim ke ujung plan*t mau Lo" ucap Justin, membuat Julian menganga.


"Inimah gak lo, gak mami suka nya ngancem gue. udah kaya anak tiri emang guemah" ujar nya memelas.


"Emang, Lo tuh anak pungut mami Nemu Lo di toilet rumah sakit" canda Justin.


"Astagfirullah, Dea laki Lo kejam bener" adu Julian, sementara Dea tertawa melihat tingkah keduanya.


"Pergi Lo sana balik ke habitat Lo" canda Justin.


"Kemana?" tanya Julian polos.


"Toilet" ucap Justin, berlalu meninggalkan Julian.


"Kam*Ret, Abang si*lan. gak ada ahlak emang! enak aja wajah ganteng tiada tiganya kaya gue dibilang Nemu dari toilet" umpat Julian.


Dea yang melihat suaminya tertawa puas pun ikut tertawa, bukan lucu soal perdebatan Julian dan Justin. justru Dea malah tertawa karena Justin yang tertawa puas.


"Abang jahat ih" ucap Dea.


"Abis lucu Bey, dia itu begitu kalo liat orang mesra-mesraan ngegas Mulu" jawab Justin.


"Ya tapi jangan bilang anak toilet juga Abang" ucap Dea, kembali membuat Justin terbahak.


"Abang kenapa" tanya Dea, kaget melihat Justin kembali tertawa.


"Abang kan bilang anak Nemu dari toilet sayang, bukan anak toilet" jawab Justin di sela-sela tawa nya.


"Oh haha iya aku salah" ucap Dea.


"Yaudah Abang mau mandi ah, capek ketawa Mulu" ujar Justin.


"Dih lagian, siapa yang nyuruh kamu ketawa bang" tanya Dea.


"Nggak ada" jawab Justin.


"Yaudah mandi sana, aku mau siapin baju nya" ucap Dea.


"Oke sayang" balas Justin, mencium bibir Dea sekilas. dan langsung berlari ke kamar mandi, karena ia tahu Dea pasti akan teriak.


"Abaaaaang" teriaknya kesal, ya karena Dea tidak ingin kalau Justin abis bekerja di kecup bibir sebelum sang suami mandi.


"Hahaha bonus sayang" balas Justin, dalam kamar mandi.


"Rese emang" gumam Dea.


Dea pun dengan setia menunggu Justin yang tengah mandi, sambil menunggu Dea memainkan ponselnya.


.


.


.


.


.


.


.


***happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: buat kalian kalo aku ada salah-salah kata atau apa Mon maap ya 😊


N: ngapa Lo Thor, tumben πŸ™„


A: nggak apa-apa Uun, maaf udah bikin kalian nunggu😁


N: oiya 😁


A: maaf ya Uun 😁


N: iya Thor😁*