
hari ini kanita memutuskan untuk kembali ke rumah tuan Gerry bukan tanpa sepengetahuan Sisil dan Rio justru sebelum nya ia telah pulang ke rumah Rio dan meminta izin untuk tinggal di rumah tuan Gerry meskipun sempat ada perdebatan antara dirinya Sisil dan juga Sabil yang kekeh tidak ingin kanita pergi...
drrrrtttt... drrrrtttt... ponsel kanita menandakan pesan masuk
"kamu kenapa kok kaya ngehindar gitu" tanya seseorang yang mengirimi pesan itu kanita pun membaca dan membalas nya
"apa maksud kakak aku gak ngehindar kok" balas kanita
"kan jujur sama aku kamu kenapa apa aku ada salah sama kamu" balas nya lagi
"kak Sabil udah baik sama kanita maka dari itu kanita sadar akan kehadiran kanita yang tidak pantas di antara kalian" jawab kanita ya orang yang mengirimi nya pesan itu tak lain adalah Sabil
"aku tidak merasa terganggu dengan kehadiran kamu aku bahkan senang karena aku punya adik seperti kamu" balas nya namun tidak mendapatkan jawaban dari kanita...
...
keesokan hari nya setelah pulang sekolah kanita pergi bersama teman-teman nya ke sebuah mall dia begitu bahagia karena meskipun sekarang tidak berada di dekat sang kakak tapi kanita masih punya sahabat yang menyayangi nya...
"eh kan bukan nya itu adik ipar kakak Lo ya siapa namanya Sabil kan iya Sabil" ucap ria kanita pun mengikuti arahan dari ria dan benar saja ia melihat Sabil sedang berjalan dengan Eza
"oh itu iya" jawab nya simple tanpa ia sadari Sabil melihat keberadaan nya dan menghampiri nya
"kanita" panggil Sabil
"ya" jawab kanita menoleh dan terkejut melihat seseorang yang memanggil nya
"kamu disini juga" tanya nya
"iya, aku duluan ya lagi buru-buru soal nya" jelas kanita menarik dua sahabatnya
Sabil dan Eza terlihat bingung dengan tingkah kanita jujur Eza ingin sekali mengejar nya, rasanya ia ingin mengungkapkan perasaan nya kepada kanita namun gadis itu sudah terlanjur pergi...
Sisil dan Rio menghampiri Sabil dan Eza lalu heran melihat kedua orang yang di hadapan nya memasang muka murung ya Sabil ke mall itu tidak hanya dengan Eza saja ada Sisil dan Rio juga yang ikut dengan mereka Rio meninggalkan kantor nya demi untuk menemani sang istri...
"ada apa dengan wajah kalian" tanya Rio heran
"kak kenapa kanita kaya yang ngehindar dari aku sii" jawab Sabil dengan air mata yang mengalir di pipi nya gadis itu merasa sedih dan merasa gagal sebagai seorang kakak Sabil sudah menganggap kanita seperti adik kandung nya sendiri
"maksud kamu apa?" tanya Sisil heran begitu pun dengan Rio yang lebih memilih diam
"tadi aku melihat kanita terus aku samperin tapi dia malah pergi kaya ngehindar" jawab Sabil masih dengan air mata nya
"dimana kanita kenapa aku tidak melihat nya" tanya Sisil yang membuat Sabil kesal
"kak aku sedang bertanya sama kamu tapi kamu kenapa malah balik nanya sii, ada apa sama kanita apa yang kalian sembunyikan dari aku" ucap Sabil sedikit berteriak membuat Rio menatap nya tajam
"sabil" jawab Sisil dengan lembut
"aku mau pulang" balas Sabil lalu pergi meninggalkan Rio dan juga Sisil tidak dengan Eza dia lebih memilih mengejar sabil
.....
"mas" panggil Sisil khawatir
"tidak apa-apa nanti kita jelaskan saja" ucap Rio meyakinkan
disisi lain kanita menyesal telah meninggal kan Sabil apakah dia sebodoh itu menghindari kakak nya hanya untuk seorang peria? tidak tidak kanita tidak terobsesi untuk mendapatkan Eza ia hanya ingin Sabil bahagia bersama Eza meskipun harus kanita yang mengalah fikirnya...
.
.
.
.
.
selamat membaca 😊