
Hari ini Dea merasa bosan berad di rumah, ia meminta Carl untuk menemani nya keluar. rasanya Dea ingin sekali berjalan-jalan ke mall.
Dea berjalan menuju kamar Carl ia melihat putra kesayangan nya itu sedang membaca buku, Dea menghampiri Carl dan duduk di samping putranya.
"Kamu udah pulang sekolah gak bilang mommy" ucap Dea membuat Carl menoleh.
"Bukan gak bilang, tadi pas pulang aku cuma liat aunty mae aja mom" jawab Carl.
"Bang temenin mommy yuk, mau gak bang" ajak Dea, membuat Carl mengernyit.
"Emang mommy mau kemana?" tanya Carl.
"Mommy pengen jalan-jalan bosan di rumah terus bang" rengek nya, ia tau putranya itu sangat sama seperti Justin yang ribet.
"Emmmm, baiklah ayo" jawab Carl membuat Dea senang.
"Ayo baby" ajak Dea, membuat Carl merenggut.
"Mom aku sudah besar, dan sudah bukan baby lagi" protes Carl, Dea pun menoleh menatap putranya. ah benar putra kecil nya itu sudah besar, tubuh Carl yang dulunya kurus kecil berbeda dengan sekarang yang terlihat tinggi dan berisi.
"Ya kau benar, kamu bukan anak kecil lagi. sudah ayo" ucap Dea menarik lengan putranya.
Carl dan Dea masuk ke dalam mobil nya dan Carl melajukan mobil nya, di dalam perjalanan Dea mengajak Carl bercerita banyak hal.
"Bang gimana sekolah kamu" tanya Dea.
"Mom aku sudah mengambil pelajaran semester dua, dan sebentar lagi aku akan ujian akhir semester" jawab Carl membuat Dea melongok.
"Bang jangan ngaco, kamu baru masuk beberapa bulan yang lalu" ucap Dea, ia tahu jika carl sangat cerdas. bahkan saat Ampe Carl selalu melompat kelas hingga saat inipun ia seperti itu.
"Mom pelajaran yang aku pelajari di sekolah sudah aku pelajari semua bersama Daddy" Jawab nya.
"Ya, yasudah anggap saja kamu sekolah cuma numpang lewat saja agar mendapatkan ijazah" ujar Dea membuat Carl tersenyum.
"Mom, sampai" ucap Carl membuat Dea memandangi sekeliling nya.
"Ah iya, ayo kita turun" ucap Dea yang di angguki oleh Carl.
Saat memasuki mal Dea dan Carl menjadi pusat perhatian, Dea yang memakai baju kebesaran membuat perut buncit nya tidak terlalu kelihatan.
Ia dan Carl berjalan bergandengan banyak pasang mata yang mengira keduanya itu sepasang kekasih, sementara Carl dan Dea cuek dengan semua mata yang menatap nya.
"Bang mommy pengen makan bebek goreng tepung keju sama juice stroberi bang" ucap Dea tiba-tiba membuat Carl menghentikan langkahnya.
"Mommy lapar" tanya nya.
"Bukan mommy ngantuk bang serius ini" ceplos Dea membuat Carl terkekeh.
"Yaudah ayo kita cari makan, mom aku tidak ingin adikku nanti kelaparan" ucap Carl menarik Dea.
Setibanya di restoran Carl segera memesan makanan yang di inginkan oleh mommy nya itu, setelah mencatat menu pelayanan wanita itu pun pergi.
"Bang kalo kamu lompat-lompat kelas Mulu kaya kodok, nanti kamu cepet ninggalin mommy dong" ucap Dea, memulai pembicaraan.
"Ninggalin gimana" tanya Carl.
"Bang, nggak usah pura-pura polos begitu. kalo kamu cepet lulus sekolah nanti Daddy kamu kirim kamu ke negara L buat lanjut studi" jawab Dea, ia kesal kepada putranya itu.
"Mom aku pergi untuk kembali, aseeekkkk" canda nya membuat Dea mendengus, putranya sudah tidak sepolos dulu lagi ternyata.
"Kamu di ajarin siap kamu jadi seperti itu" tanya Dea.
"Gak usah di ajarin mom, kan aku sering liat uncle Julian bilang gitu ke aunty mae" jawab nya membuat Dea membuka mulutnya.
Dea dan Carl pun menikmati makanan nya, Dea makan dengan lahap begitupun dengan Carl karena keduanya sudah sangat merasa lapar.
Setelah selesai makan Dea mengajak Carl ke toko pakaian, ia membeli banyak baju untuk Carl dan juga untuk Dena. sementara Carl hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Dea yang kalap dalam berbelanja.
"Begini nih kalo emak-emak kebanyakan dirumah, sekalinya keluar bikin atm Daddy kebobolan" gumam Carl terkekeh, namun masih bisa di dengar oleh Dea.
"Daddy kamu terlalu sering larang mommy keluar, mangkanya sekali keluar kita bobol ATM nya" kekeh Dea.
Saat tengah asik berbelanja ada sebuah tangan yang menggenggam tangan Dea, merasa ada yang memegang tangan nya Dea pun menoleh dan mengernyit melihat seseorang yang tersenyum terhadap nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mommy Dea
Bang Carl
******Happy reading ππ€
Gaes maf ya visual Carl nya aku ganti, rasanya yang kemarin itu terlalu imut untuk Carl yang sudah dewasa saat ini π jadi aku ganti, karena Carl kan nantinya akan menjadi pemegang salah satu perusahaan Justin jadi aku pake visual yang terlihat pas untuk perannya π mohon pengertiannya*** π
***A**: minta pendapat nya, kalo Carl nya yang ini cocok gak?
N: ganteng kok Thor π
A: bukan ganteng nya Uun tapi cocok apa nggak nya π
N: tanya yang lain ya Thor coba, kalo menurut gue cocok aja soanya kan ganteng. meskipun ini lebih imut tapi dari postur tubuh nya cocok karena Carl nya kan tumbuh gede Thor gan Unyil Mulu π
A: iya juga sii, tapi makin bening gitu ya π
N: lah anggap aja usaha Dea rawat si Carl berhasil Thorπ
A: ehh iya bener πππ
N: πππ*