
Hari ini tanpa sengaja Dea bertemu dengan Joni di salah satu mini market, Dea yang ke mini market untuk mengantar sang Tante yaitu kanita malah bertemu dengan Joni.
Sejak kedatangan Dea Joni terus memperhatikan gerak-gerik Dea, ia memandangi tubuh mungil Dea. Dea yang ke mini market hanya menggunakan kaos putih dan celana jeans malah menarik perhatian Joni.
Baginya Dea itu sangat terlihat manis, tanpa menunggu lama Joni pun menghampiri Dea yang saat itu sedang berbincang dengan kanita.
"Hay" sapa Joni, yang mana membuat kanita dan Dea menoleh.
"Ya? siapa ya?" tanya Dea. jujur saja ia melupakan Joni, tidak bukan melupakan lebih tepatnya ia pura-pura tidak tahu.
"Kamu Dea? kekasihnya Justin?" balas Joni, yang mana membuat kanita curiga.
"Tidak lebih tepatnya calon istri" ralat Dea, ya karena ia sudah terlanjur mengatakan itu di hadapan Desi dan Joni.
"Ah ya, kenalkan saya Joni. teman Justin" ucap Joni mengulurkan tangannya.
"Teman bang Justin? tapi ko dia gak pernah cerita ya" selidik Dea. ya karena Dea memang tipe orang yang tidak mudah percaya, apalagi pada saat itu ia melihat Joni bersama dengan Desi.
"Oh iya Justin memang seperti itu, dia tidak akan mengakui aku temannya" balas Joni seakan menjelekan.
"Bukankah kamu yang saat itu bersama dengan Mak lampir? sory maksud ku Desi. ya bukan kah kamu kekasih Desi mantan nya bang Justin?" telak Dea. Joni pun terbelalak bagaimana Dea bisa tahu akan hal itu.
Sementara kanita sudah bisa menangkap gerak-gerik Joni yang mencurigakan, kanita tahu jika Joni akan terus mengejar Dea. namun ia tidak akan membiarkan ponakan nya jatuh kepada laki-laki seperti Joni.
"Dea ayo kita pulang" ucap kanita.
"Iya baiklah" balas Dea mengikuti sang tante.
"Tunggu" panggil Joni, menghentikan langkah kanita dan Dea.
"Ya ada apa?" tanya dea
"Bolehkan saya meminta nomor ponsel kamu?" balas Joni.
"Untuk?" tanya Dea.
"Untuk mengenal lebih dekat lagi" jawab Joni.
(Mat*lah aku, jika aku memberikan nomor ponselku dia akan lebih mudah mencari tahu mengenai identitas ku! tapi bagaimana ini araaagghhh. yasudah tolak saja) batin Dea.
"Maaf saya tidak bisa memberikan nomor ponsel ke sembarang orang, apalagi orang yang tidak saya kenal. permisi" ucap Dea berlalu meninggalkan Joni.
Terkejut? tentu saja Joni merasa terkejut pasalnya baru kali ini ada wanita yang menolak untuk dekat dengan nya. dan ini membuat Joni semakin penasaran siapa Dea sebenarnya, jika wanita lain akan dengan senang hati berkenalan dengan nya karena Joni kaya kenapa tidak dengan Dea?
Jelas saja Dea tidak tergoda, karena kekayaan Joni tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekayaan orang tua Dea. apalagi dibandingkan dengan kekayaan Justin yang berada jauh di atasnya.
"Siapa dia sebenarnya? kenapa dia sama sekali tidak memandang harta. apa dia lebih kaya dariku, atau mungkin Justin. apa yang aku tidak tahu tentang Justin?" gumam Joni, fikirannya bercabang kemana-mana. kalo yang bercabang perusahaan mungkin sudah kaya itu si Joni lah ini yang bercabang fikirannya doang hehe.
...
Di perjalanan pulang kanita menginterogasi ponakannya, ia menatap Dea yang sedang mengemudi dengan intens. ada rasa penasaran dan ada juga rasa khawatir, kanita benar-benar bisa membaca raut wajah dan niat buruk Joni.
"Siapa dia?" Tanya kanita tiba-tiba.
"Dia? dia siapa?" balas Dea.
"Dia yang tadi nyamperin kamu" ucap kanita.
"Ohh, nggak tau aku aja gak kenal" jawab Dea
"Bohong, jawab jujur siapa dia" tegas kanita.
"Ya baiklah, dia itu siapa ya aku nggak tau namanya. yang jelas dia yang udah rebut cewek nya bang Justin dulu, eh tadi dia bilang namanya Jono ya" ucap Dea.
"Joni de mana ada Jono" balas kanita.
"Ahhh iya Joni, pokonya gitulah aku aja nggak tau ko" ucap Dea lagi.
"Hati-hati sama dia, Tante liat dia ada maksud tertentu sama kamu" ujar kanita.
"Iya aku tau, lagian semua cowok yang kenal aku pasti punya niat tertentu" ucap Dea membuat kanita mencubit pipinya.
"Lagian kamu, orang Tante serius. dia beda dari yang lainnya, mangkanya kamu harus hati-hati" ujar kanita.
"Iya iiih nanti aku hati-hati, bawa bodyguard sekalian" kesal Dea.
"Nah itu lebih bagus" ucap kanita, membuat Dea membuka mulutnya.
"Apanya yang bagus sii? nanti aku dikira putri dari negri oncom gimana?" kesal Dea membuat kanita terkekeh.
"Haha inisiatif banget negri oncom, gak ada yang bagusan dikit" ledek kanita.
"Tau ah terserah anteh aja oke" kesal Dea.
Namun tanpa di pungkiri dirinya pun merasa sedikit tidak nyaman akan keberadaan Joni, bahkan akhir-akhir ini Dea merasa jika dirinya selalu diikuti. Dea merasa takut, ia takut akan kehilangan keluarganya.
Dea takut akan jauh dari ayah bundanya, dari adik-adik, bahkan dari laki-laki yang selama ini selalu membuat emosinya meledak-ledak Dea takut.
Dea ingin mencari tahu namun ini bukan saat yang tepat, mengingat dirinya calon pengantin ia tidak bisa gegabah. lalu Dea harus bagaimana ia benar-benar takut keluarga nya kenapa-napa.
Apalagi jika mengingat Joni pernah merebut Desi dari Justin, Dea takut jika itu akan terjadi kepada dirinya. Dea takut jika akan jauh dengan teman berdebat nya selama ini.
"De kamu kenapa?" tanya kanita. saat melihat wajah sendu Dea.
"Menurut anteh Abang itu peduli sama aku gak?" ucap Dea. dengan pandangan lurus.
"De setiap orang punya caranya masing-masing, untuk menunjukkan rasa peduli nya" jelas kanita.
"Haaaahhhh. entahlah aku bingung anteh" jawab nya.
"Kenapa? apa kamu ragu sama Justin?" tanya kanita, dan Dea menoleh menatap mata kanita lalu tersenyum.
"Tidak! aku yakin semua ada masanya, dan aku yakin Tuhan sudah membuat rencana terbaik untuk aku dengan cara yang seperti ini" jawab Dea.
"Setiap orang pasti punya rasa takut, dan menurut anteh itu wajar. kamu tenang aja semua akan baik-baik saja sayang" ucap kanita mengelus kepala Dea dengan lembut.
"Iya aku yakin itu" balas Dea.
Meskipun ada sedikit rasa takut namun Dea tidak memperhatikan nya, karena ia tidak mau kanita akan khawatir kepadanya. apalagi ayah dan bundanya, biarlah urusan Joni akan ia cari tahu nanti saat urusan nya dengan Justin selesai begitulah Fikir Dea.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ๐๐
N**: si Thor kebiasaan dan suka bawa-bawa makanan๐
A: emang gue bawa apaan Uun?๐
N: ngapa Lo bawa-bawa oncom dah Thor๐ช
A: lah emang ngapa Uun๐
N: kan gue jadi inget combro buatan tetangga gue Thor ๐ญ
A: lah apa hubungannya?๐คจ
N: gue pengen tapi cuma di kasi dikit ๐ญ
A: hilih bersyukur apa Lo di kasih masih aja nawar. dasar gaada ahlak๐
**N: ๐ญ๐ญ๐ญ***