
Siang ini Julian tengah menemani Aleta bermain, ia sadar bahwa selama ini dirinya terlalu sibuk bekerja dan menjaga Mae.
Hingga Julian lupa masih ada Aleta yang membutuhkan kasi sayang dan perhatian nya, Aleta tidak mengeluh semenjak ia di nasehati oleh Dea.
Namun Julian merasa bahwa dirinya gagal menjadi seorang ayah untuk putri nya itu, Julian merasa bersedih karena kurang memperhatikan Aleta.
Maka dari itu Julian memutuskan untuk bermain dengan Aleta siang ini, karena Mae sudah lumayan membaik.
"Flower dad flower" pekik Aleta senang karena melihat bunga yang cantik.
"Iya sayang, El suka" ucap Julian.
"I'm happy dad" ujar nya dengan tersenyum manis, hal itu membuat Julian merasa sangat gemas.
"Anak Daddy makin hari makin cantik aja si" ujar Julian.
"apa aku cantik seperti bunga". tanya Aleta.
"tentu saja bahkan kamu lebih cantik dari bunga" jawab Julian tersenyum, jangan heran jika Julian seperti itu. ia pasti ahli dalam hal memuji jika mengingat lelaki satu ini mantan Casanova.
"Hmmmmm sosweet" ujar Aleta membuat Julian terkekeh.
"El peluk Daddy". ucap Julian merentangkan kedua tangannya, dengan senang hati Aleta berlari masuk kedalam pelukan Julian. karena gadis itu memang sangat menyayangi Daddy nya.
Julian memeluk Aleta dengan erat ia menciumi wajah putrinya itu, Julian selalu memanjakan Aleta. namun satu Julian dan Justin begitu menjaga penampilan Aleta, jika anak-anak lain akan berpenampilan nyentrik namun tidak dengan Aleta. karena Julian takut jika Aleta akan memperlihatkan jati dirinya, maka dari itu Julian dan semua yang berada di rumah selalu menjaga cara berpakaian Aleta. agar gadis itu terbiasa dan tidak tumbuh menjadi wanita sombong dan arogan.
"Daddy apa mommy akan memberikan adik untukku". tanya nya.
"Hmmmmm, ya El akan memiliki adik nak" jawab Julian.
"Tapi kenapa aku tidak pernah melihat mommy membuatnya di hadapan ku."tanya nya lagi, dan ini berhasil membuat Julian tersenyum kaku. ia berfikir siapa yang mengajarkan anak nya seperti ini, kenapa anak nya berfikir membuat adik harus di hadapan nya.
"sayang mommy mu membuatnya bersama dengan daddy". jawab Julian, terserah lah harus bagaimana lagi ia sudah di buat pusing oleh putrinya sendiri.
"Kenapa tidak mengajakku, padahal aku ingin membantu nya". lirih Aleta membuat Julian membuka mulutnya, salah apa yang dia perbuat sehingga putrinya jadi seperti ini.
(ngaco ini anak, yakali gue mau anuan ngajakin dia. kan gak boleh sayang kamu Masi kecil) batin Julian.
"Dad kata Oma dedek bayi nya Masi lama keluar, kenapa nggak beli aja di mall" ucap El membuat Julian menjadi gemas.
"Kau ingin membeli adik" kekeh Julian.
"Ya, aku ingin membelinya." ucap nya gembira, hal itu membuat Julian semakin mengeratkan pelukannya. ia bersyukur karena Aleta menjadi gadis yang super aktif, meskipun dulu hubungan nya dengan Mae tidak baik-baik saja namun sekarang ia merasa kehadiran Mae adalah sebua anugerah untuk nya. karena Mae lah ia memiliki putri yang cantik dan juga akan hadir kembali anak yang belum di ketahui jenis kelamin nya itu.
*Happy reading 😊🤗
Daddy*
Aleta
Mommy
*A: dah lah Daddy nya si Aleta mah luknut, gue nyari foto yang biasa kaga ada kebanyakan bikin oleng semua 😪
N: cuci mata kaga tuh 😂
A: cuci mata dikit un 🤣
N: elah si Mumun sa aee😂
A: biar kaga ngantuk gue 😂
N: sueee 🤣🤣🤣*