
setelah kejadian di kantor Sisil jadi sering melamun, fikiran nya berkecamuk entah apa yang ia rasakan saat ini intinya Sisil merasa nyaman saat dirinya berada dalam pelukan Rio...
Mela dan Nita yang sedari tadi memperhatikan Sisil pun heran dengan tingkah sahabatnya nya yang satu ini...
Sisil jadi sering tersenyum dalam lamunan nya namun ia belum menceritakan kepada dua sahabatnya nya itu, sehingga Mela berfikir untuk bertanya kepada Sisil...
"sil" panggil Mela, namun Sisil tidak mendengar nya ia masih sibuk dengan lamunan indah nya
"Sisil" teriak Mela tapi tetap saja tidak ada reaksi dari Sisil
hingga akhirnya mereka semakin penasaran...
"Sisil" teriak Nita sambil menepuk bahu Sisil
"ehh....iya ada apa" jawab Sisil yang kaget karena tingkah Nita
"kamu kenapa sii dari tadi di panggil ga nyaut-nyaut" tanya Nita yang penasaran
"hmmmm.... aku....aku gapapa ko" jawab Sisil ragu
"yakin gapapa tapi tingkah kamu beda banget sil" tanya Mela
"iya cerita aja siapa tau kita bisa bantu" ucap Nita
Sisil yang mendengar jawaban Nita pun segera berfikir, sebenarnya Sisil ingin bertanya soal Rio kepada dua sahabatnya karna mereka pasti jauh lebih tau bagai mana Rio...
"mmmmmm, iya aku mau nanya boleh?" tanya Sisil kepada dua sahabatnya
"tentu saja, sejak kapan kita melarang kamu untuk bertanya" ucap Mela
"tapi kalian jangan kaget ya" ucap Sisil penuh harap
"ya baiklah katakan" ucap dua sahabatnya
Sisil pun diam sejenak dan berfikir untuk menyusun kata-kata yang akan ia tanyakan kepada sahabat, sementara Mela dan Nita menunggu pertanyaan Sisil sambil memainkan ponselnya...
"a..... jadi gini, a..... apakah Presdir sudah memiliki kekasih?" tanya Sisil ragu
Mela dan Nita mendengar pertanyaan Sisil terkejut sejak kapan sahabat nya itu mencari tau tentang Rio...
"a...apa?" teriak Mela kaget sementara Nita menatap Sisil dengan mulut yang menganga
"kenapa, apa ada yang salah?" tanya Sisil terkejut melihat reaksi kedua sahabatnya, ia takut pertanyaan yang ia lontarkan salah
"tidak, tidak ada yang salah" balas Nita sambil tersenyum...
💞 💞 💞
Mela dan Nita pun beranjak mendekati sisil, dan perghibahan pun dimulai...
"setau ku Presdir tidak memiliki kekasih" ucap Nita dengan jujur
"apa kau menyukai Presdir" goda Mella dengan senyum usil nya
"a....aku ahhh tidak ini tidak mungkin" jawab Sisil dengan bimbang
sedangkan kedua sahabatnya tersenyum dan terus menggoda sisil...
"apa kau yakin" goda Mela
"tar keburu di ambil orang Sisil nangis-nangis lagi hahaha" tambah Nita
"aku tidak menyukainya" ucap Sisil pelan dengan pipi yang mulai memerah
"kalau tidak kenapa kau menanyakan hal itu" balas Mela
"iya sampai pipi mu berubah warna seperti tomat hahahaha" tambah Nita sambil tertawa
"apa merah mana" ucap Sisil kaget... sementara kedua sahabatnya terbahak melihat ekspresi Sisil yang menahan malu
"sudahlah sayangku kau mengaku saja jika kau menyukai nya" ucap Mela sambil mengedipkan sebelah matanya
"a.......aku....a,,,,iya aku mulai menyukai nya" ucap Sisil terbata-bata karna menahan malu
kedua Sahabatnya terkejut mendengar pengakuan Sisil karna niat Mela dan Nita hanya untuk menggoda Sisil saja.....
tanpa di sangka-sangka Sisil mengakui perasaannya kepada dua sahabatnya sehingga Mela dan Nita saling melirik....
.
.
.
***bersambung.....
jangan lupa like sama vote nya ya 🙏😊***