
Setelah satu Minggu mengalami koma akhirnya Dea sadar dan membuka matanya, Justin yang sedang menundukkan kepalanya di tangan Dea pun mendongak saat merasakan ada pergerakan.
Betapa terkejutnya ia saat melihat mata bulat Dea tengah memandangnya, dengan tatapan sendu dan berkaca-kaca. Justin menatap istri kecilnya penuh cinta dan kerinduan, hingga iapun tersadar jika saat ini istrinya sudah kembali.
Justin menghambur memeluk tubuh Dea, tanpa sadar ia meneteskan air matanya. Justin mengecupi setiap inci wajah Dea dengan lembut, Dea yang menerima perlakuan Justin pun terharu.
Ia tidak menyangka jika suami dingin dan menyebalkan seperti Justin bisa seperti ini, Dea pun meneteskan air matanya dan terisak.
"Hiks...hiks.." Isak tangis Dea.
"Sayang kamu kenapa? ada yang sakit? apa aku menyakitimu?" tanya Justin khawatir, namun Dea menggeleng.
"Sayang kenapa? bicara apa yang kamu rasakan?" tanya nya lagi.
"Aku kangen" lirih Dea tersenyum, mendengar ucapan Dea Justin tertegun. bagaimana tidak ia merasa aneh dengan Dea, namun justin merasa sangat bersyukur itu artinya Dea tidak mengalami trauma yang mendalam.
"Kamu ini, aku serius" ucap Justin.
"Hmmmmm" balas Dea.
Justin segera memanggil dokter untuk memeriksa Dea, dan setelah mendengar penjelasan dokter Justin merasa senang karena Dea tidak terlihat stress seperti apa yang ia takutkan. hanya saja dokter mewanti-wanti agar Dea tidak terlalu banyak beban, dan usahakan dalam masa pemulihan ini jangan mempertemukan Dea dengan orang-orang yang membuatnya merasa tidak nyaman. hingga menyebabkan emosinya meledak-ledak. tentu saja Justin akan melindungi Dea persetan dengan mereka yang kekeh ingin menemui istrinya, untuk saat ini kesehatan Dea lah yang utama.
"Abang" panggil Dea lirih.
"Hmmmmm, kenapa kau laper? atau haus?" tanya Justin, namun dea menggelengkan kepalanya.
"Maaf" lirihnya.
"Kenapa hmmmm? kenapa kamu minta maaf?" tanya Justin.
"Ka...karena Dea gak bisa jaga calon anak kita" lirihnya, dan saat itulah airmata nya menetes.
"Tidak apa, itu bukan yang kita inginkan tapi itu sebuah musibah. ini bukan salah kamu" ucap Justin menenangkan.
"Tapi kalo waktu itu Dea gak ke kampus, atau bahkan gak ketemu dia anak kita Masi ada kan bang" ujar Dea di tengah-tengah tangisnya.
Justin yang melihat Dea menangis merasa takut, takut Dea akan menyalahkan dirinya sendiri. namun di sisi lain Justin yakin Dea bukan tipe orang yang mudah terpuruk. hanya saja saat ini Dea tidak boleh bertemu dengan orang-orang yang terlibat dalam kejadian yang di alaminya.
"Hei sayang, ini sudah jalan nya seperti ini. kita hanya pemeran tidak bisa menolak apa yang akan terjadi" ucap Justin.
"Tapi_" ucapan Dea terhenti dengan Justin yang membungkam mulut Dea menggunakan mulutnya, ingin memberontak namun sayang tenaga Dea belum terkumpul sepenuhnya.
Saat sedang menikmati panutannya, mereka di kagetkan dengan suara pintu terbuka dan suara teriakan seorang wanita.
"Abang! yaampun punya anak gak ada ahlak" teriak mami alin yang baru saja tiba, dan dikejutkan oleh pemandangan yang membuat orang ngiri.
Ya wanita itu adalah mami alin mertua Dea yang tidak bukan mami dari Justin, mendengar teriakkan sang mami Justin mendengus kesal. berbeda dengan Dea yang merasa malu hingga pipinya merona.
"Mami" ucap Justin, dengan memicingkan matanya.
"Biasa aja itu mata bang, lompat baru nyaho kamu" ujar mami alin menghampiri Dea.
"Kamu udah sadar sayang?" tanya sang mami kepada Dea.
"Hmmmmm" balas Dea malu-malu.
"Masi ada yang sakit nak? atau ada yang kamu rasakan?" tanya mami alin.
Sungguh Dea merasa mertuanya ini sangat keren, Dea saja Masi berasa malu namun mami nya bersikap biasa saja.
"Tidak mi Dea gak apa-apa kok" jawab nya tersenyum.
Setelah mendengar jawaban Dea mami alin beralih menatap Justin dengan tatapan membunuh, ia tidak menyangka kepada putra tersayang nya itu. istri baru saja sadar sudah di ajak melakukan hal panas meskipun tidak sepanas melihat pacar sama wanita lain.
"Apa kamu senyum-senyum? kurang obat kamu bang?" tanya mami alin.
"Si mami ngomong sama anak nya kasar bener" jawab Justin.
"Kamu ya bang mami kira cuma adik kamu aja yang suka nyosor-nyosor kaya itik, ternyata kamu juga begitu" dengus mami alin.
"Mami aku normal mi" ucap Justin.
"Anak siapa si kamu bang, heran mami istri baru sadar udah di ajak ngelope" kesal mami alin.
"Ya anak mami lah, emang siapa lagi yang suka ngelope dengan cara malu-malu" celetuk Justin, ya sikap Justin memang seperti mami alin bisa dibilang romantis yang setengah-setengah. karena kebanyakan so cool dan dingin nya, jika Julian itu seperti sang papi yang bisa dibilang Casanova.
"Bukan kayak nya kamu anak papi" elak mami alin.
"Mana ada, mi inget ya papi itu dulunya Casanova heran aja sama mami kenapa bisa nikah sama papi. tahan itu mi liat papi di kejar-kejar cewek" ucap Justin membuat mami alin kelabakan.
"Sue kamu bang bisa-bisanya ngatain mami begitu, mami kutuk makin ganteng makin kaya baru nyaho kamu bang" ujar mami alin membuat Dea tertawa lepas. karena baru kali ini Dea melihat kekonyolan suami dan mertuanya yang biasanya terlihat sangat serius.
Mendengar tawa Dea mami alin dan Justin salin memandang, mereka tidak menyangka hanya karena kerecehan keduanya bisa membuat Dea tertawa tanpa beban.
Dea yang menyadari keterdiaman Justin dan mami alin langsung menghentikan tawanya, ia menatap mami alin dan Justin bergantian.
Mami alin memandang Dea penuh kasi sayang, gadis yang sejak lahir sudah ia incar bahkan saat Dea masih kecil ia sering meminta potret terbaru Dea kepada Sisil. hingga akhirnya mami alin memutuskan untuk pindah dan memiliki rumah dekat dengan rumah Rio, saat itulah mami alin bisa dekat dengan Dea bahkan ia sering memberikan Dea hadiah padahal Dea selalu menolak. dan saat ini gadis kecil itu sudah menjadi menantu kesayangan nya.
Mami alin merengkuh tubuh Dea dalam pelukannya, ia menciumi puncak kepala Dea.
"Mami sayang sama Dea Jagan mikir macam-macam sayang, jangan mikir mami akan kecewa dan jauhin kamu. sungguh itu tidak akan terjadi nak, mami akan selalu disamping kamu dan bersam kamu. cepet sembuh anak mami" ucap mami alin membuat Dea terharu, Justin yang melihat itupun merasa senang karena kasi sayang sang mami tidak berubah untuk Dea.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: holla Uun π
N: woyy kemana aja Loπ
A: hehe sibuk gue π
N: up banyak Loπ
A: vote nya dulu ngapa yg banyak, rangking gue merosot iniπͺ
N: ngapa bisa merosot siiπ
A: hilih gatau gue π
N: sueee Loπ*