
Di kediaman Artadinata terlihat sepasang suami istri yang selalu romantis, ya sang kakak saja kalah mungkin romantisnya oleh mereka.
Dio dan Mei suami istri itu telah menghabiskan waktu nya di ruang tengah dengan menonton drama kesukaan sang istri, sebenarnya Dio sedikit cemburu karena Mei banyak memuji ketampanan aktor tersebut.
"Bang semoga kalo baby nya lahir kaya dia uwuuuuuuuu ganteng banget" ucap Mei membuat Dio mendelik tajam.
"Heh ngarang, dimana-mana mirip bapak nya. mana ada Abang yang produk hasil nya mirip orang lain" cebik Dio, membuat Mei menoleh.
"Bang liat ihh ganteng kan Abang mah kalah" goda nya membuat Dio menganga.
"Enggak ada begitu gak ada, pokonya nanti kalo anak kita udah lahir kaya Abang yang ganteng nya paripurna. bahkan kamu gak akan kebagian lapak" ucap Dio membuat Mei mengerucutkan bibirnya.
"Mana da begitu Mei yang ngandung 9 bulan 10 hari masa keluar-keluar mirip Abang" kesal nya.
"Lihat aja Aiden dia mirip siapa" tanya Dio membuat Mei berfikir.
"Ya mirip bang Justin lah" jawab nya.
"Lah bang Justin siapa nya Aiden" tanya Dio lagi.
"Kang kebun nya! elah pake nanya ya bapak nya lah Abang" kesal Mei.
"Ya itu buktinya kalo nanti anak kita mirip Abang" ujar Dio bangga, membuat Mei menganga.
"Yaampun mimpi apa aku punya laki model begini" kekeh nya.
"Abang ganteng kan dek" tanya Dio.
"Ganteng bang kayak mang ol*h hahaha" ucap Mei tawa nya pun pecah.
"Lah ngapa jadi mang ol*h siapa itu? selingkuhan kamu" tanya Dio mulai kesal
"Dih Abang ngaco ih, mana ada aku selingkuh baru bilang aktor ini ganteng aja muka Abang udah merah kaya kepiting rebus" cebik Mei.
"Ya terus itu mang ol*h siapa?" tanya Dio ngotot.
"Yang lagi viral itu gak tau Mei juga gak kenal pokoknya sebutin aja begitu" ucap Mei terkekeh karena berhasil membuat Dio kesal.
"Kamu sayang" ucap Dio memeluk Mei dengan geregetan.
"Hahaha maaf Mei bercanda bang haha" jerit nya membuat Dio tersenyum.
"Dedek mama nya nakal" ucap Dio kali ini ia merebahkan kepalanya di atas pangkuan Mei.
"Gak apa-apa kan cuma mau bikin papa kesal" ucap Mei menirukan suara anak kecil.
"Nyebelin" cebik Dio.
"Bodomamat" ledek mei membuat Dio gemas, lelaki itu menenggelamkan wajahnya di perut buncit Mei yang semakin membesar.
Dio sudah membayangkan jika anak nya sudah lahir, ia akan segera menjadi seorang ayah. Dio juga membayangkan jika anak nya seorang laki-laki maka ia akan merasa bahagia.
Namun baginya laki-laki atau perempuan itu adalah anak nya, buah cinta nya bersama sang istri maka Dio akan sangat menyayangi anak-anaknya.
...
Di negara lain seorang lelaki tampan tengah sibuk karena sebentar lagi dirinya akan selesai S1, yang artinya ia akan di kenalkan kepada dunia oleh Justin.
Dan setelah itu dirinya harus siap untuk menghancurkan ayah nya sendiri, ralat ayah yang telah membuang nya dan telah menyiksanya.
Carl Yudistira A, anak laki-laki yang di tinggalkan oleh ayah nya itu kini tumbuh menjadi lelaki tampan dan juga berwibawa.
Siapa yang akan menyangka jika sebenarnya Carl adalah putra dari keluarga Yudistira, rupa nya yang tampan dan meniru ketampanan sang Daddy yaitu Justin akan membuat orang lebih percaya jika Carl adalah putra sulung dari Justin.
"Rel" panggil Kevin.
"Hmmmmm" sahut nya.
"Berisik Lo ah, gue lagi fokus ni" ucap Carl.
"Elah Lo kagak belajar juga udah pasti lulus rel" ucap Kevin membuat Carl menatap nya tajam.
"Emak bapak Lo rugi amat ya punya anak gak ada ahlak model begini" kekeh Carl.
"Jangan salah tiap hari gue di ocehin rel, tapi bukan Kevin namanya kalo gak bisa jawab" balas nya membuat Carl menggelengkan kepalanya.
"Rell tolongin gue apa" ucap Kevin, membuat Carl menatap nya bingung.
"Kenapa" tanya Carl.
"Gue pengen ungkapin perasaan gue sama syerli nih" ujar nya membuat Carl mendengus, pasalnya Kevin selalu membicarakan soal wanita.
"Males gue ah, fikir aja lah sendiri kalo soal tugas Lo boleh tanya sama gue" ucap Carl membuat Kevin melongok.
"Lo gak normal ya rel" ujar nya membuat tangan Carl mendarat sempurna di kepala Kevin.
Plaaakkk...
"Shiiiitttt, sakit kam*ret" umpat Kevin.
"Gue normal, cuma sekarang bukan saat nya gue buat mikirin begituan. Masi banyak yang harus gue urus selain percintaan" ucap Carl meninggalkan Kevin yang merasa terkejut.
Bagaimana tidak terkejut, selama ini Carl begitu cuek kepada setiap wanita yang mencoba untuk mendekati nya bahkan mencari perhatian nya.
Ia akan selalu bersikap cuek dan dingin, padahal jika Carl ingin ia bisa memilih wanita manapun untuk menjadi teman kencan nya. namun itu bukan lah dirinya, bagi Carl membanggakan kedua orang tuanya adalah hal utama yang harus ia lakukan.
Bahkan Carl pernah berkata ia ingin memiliki pasangan yang seperti Dea sang mommy, maka dari itu selama ini dirinya cuek kepada setiap wanita karena Carl merasa takut salah pilih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: dikit dulu ya badan ku kurang fit 😊
N: mangkanya jangan kecapean jangan lupa pula minum obat istirahat, biar bisa crazy up 😂
A: Mumun Lo luknut nyuru gue istirahat cuma karena supaya gue crazy up 😭
N: kalo Lo crazy up bukan cuma gue yang seneng yang Laen nya juga seneng 😂
A: iya juga sii😁
N: semangat Thor 💪😂
A: oke 😁*