
siang hari Rio sudah berada di kantor nya ia sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan nya yang menumpuk. saat Rio fokus kepada laptop nya terdengar suara ketukan pintu...
tok...tok...tok...
seseorang mengetuk pintu dari luar saat mendengar perintah masuk orang itupun masuk kedalam ruangan Rio.
"ada apa Rey?" tanya Rio kepada seseorang itu, ya orang itu tak lain adalah Rey tangan kanan Rio
"begini tuan saya telah menemukan nona naina dan tempat persembunyian nya" jawab Rey seketika membuat Rio menatap nya tajam.
"dimana dia sekarang" tanya Rio dengan tatapan dingin nya
"nona naina pergi ke kota A tuan namun ia mengetahui jika dirinya sedang di cari orang-orang kita, dan iapun memutuskan untuk pindah dan tinggal di kota B tempat tinggal nya berada di pinggiran kota yang tidak terlalu ramai" jelas Rey
"seret dia tempat biasa" ucap Rio dengan penuh amarah
"baik tuan" balas Rey membungkuk kan badan nya lalu keluar.
"kenapa kamu menjadi wanita jahat naina itu seperti bukan dirimu! kemana sahabat baik yang aku kenal dulu? kenapa sekarang kamu menjadi liar seperti ini" gumam Rio
...
di tempat lain Sisil sedang menyuapi anak-anak nya dengan sangat telaten, Sisil benar-benar memperhatikan kedua anak nya.
"bunda aku sudah kenyang" ucap Dio memegang perutnya
"benarkah" tanya Sisil menatap sang putra
"iya bunda aduh rasanya perutku ingin meledak" ucap Dio membuat Sisil terkekeh
"baiklah nak jika kamu sudah kenyang tidak apa" balas Sisil tersenyum
"kak Dea apa kakak belum kenyang" tanya Dio yang melihat kakak nya masih menerima suapan dari sang bunda
"belum" jawab nya menggelengkan kepala
"kakak nanti badan mu gemuk seperti galon" ucap Dio
"mana ada" jawab Dea santai
"kakak nanti jika badan mu seperti galon aku tidak ingin memanggilmu kakak" celetuk Dio
"kenapa" tanya Dea kesal
"lihatlah tubuh bunda dan ingat tubuh ayah kak bunda dan ayah tidak memiliki tubuh yang gemuk! jika kakak gemuk sendiri apa orang akan percaya jika kamu kakak ku" jawab Dio membuat Dea mencebikan bibir nya
"biar saja aku gemuk lagian aku masih kecil, nanti jika aku sudah besar aku akan cantik seperti bunda" balas Dea
melihat perdebatan kedua anak nya Sisil tersenyum Dea memang benar-benar seperti dirinya dulu, memiliki tubuh berisi dan pipi yang chubby.
setelah selesai menyuapi Dea dan Dio Sisil bergegas ke dapur dan membuat susu untuk kedua anak nya, setelah selesai Sisil kembali ke ruang tv membawa dua gelas susu...
"sayang minumlah" ucap Sisil kepada Dea dan Dio
"bunda aku masih kenyang" uajr Dio, berbeda dengan Dea yang langsung mengambil gelas susu di tangan sang bunda lalu meneguk nya hingga habis...
"benar-benar tubuh galon kakak ku ini" gumam Dio yang masih terdengar oleh Sisil, namun Sisil hanya tersenyum saja melihat tingkah Dio.
"Dio ayo minum nak masa kamu kalah sama kakak" ucap Sisil menatap Dio
"bunda aku bukan galon seperti kakak" jawab nya
"kamu laki-laki dan kakak perempuan jika kamu tidak meminum susu kamu tidak akan kuat untuk menjaga kakak" rayu Sisil dan itu berhasil membuat Dio meraih gelas susu dan meminum nya hingga habis.
Dio selalu ingat nasehat sang ayah yang selalu berkata laki-laki harus melindungi wanita, dan ia tahu jika kakak nya seorang wanita maka ia harus kuat untuk melindungi sang kakak.
setelah meminum susu Dea dan Dio merasa ngantuk bahkan Sisil melihat kedua anak nya itu berkali-kali menguap, Sisil tersenyum dan membiarkan anak-anak nya terlelap di ruang tv yang beralaskan surpet (kasur karpet).
...
di sebuah villa rey telah berhasil membawa naina dengan keadaan mata yang tertutup, naina terus memberontak namun Rey sama sekali tidak mempedulikan hal itu.
rey membawa naina masuk ke dalam villa yang tidak jauh dari tempat tinggal naina saat itu, Rey menghadapkan naina tepat di hadapan Rio saat melihat tatapan Rio Rey pun melepaskan penutup mata naina.
betapa terkejutnya ia saat mengetahui siapa yang menculik nya dan terdapat Rio di hadapan nya dengan wajah merah padam, dan tatapan membunuh nya dengan rasa takut naina menatap Rio.
"ri...Rio" ucap Naina terbata
"ya ini aku nona naina" jawab Rio dingin
"a...apa yang kamu lakukan? kenapa kamu menculik aku" tanya naina
"hahaha ternyata selain kejam kau juga gadis yang bod*h rupanya" ucap Rio dengan tawa yang menyeramkan
"apa maksudmu Rio" tanya naina mencoba agar tidak terlihat gugup
"tidak perlu pura-pura bod*h naina kau pikir aku tidak tau apa yang telah kau lakukan?" teriak Rio dengan penuh amarah
"memang a..apa yang aku lakukan" tanya naina lagi-lagi membuat Rio tertawa menyeramkan
"rupa nya kau lupa nona! apa aku harus mengingatkan tentang perbuatan mu yang menjijikan itu? bahkan untuk mengingat kau adalah temanku pun aku tidak akan Sudi" teriaknya lagi. mendengar ucapan Rio seketika membuat tubuh naina gemetar dengan wajah yang pucat Pasih
(ada apa ini apakah Rio sudah mengetahui semuanya? ah dasar bodoh tentu saja akan mudah baginya untuk mengetahui apapun. tapi kan aku tidak berhasil melukai Sabil yang aku lukai saat itu teman Sabil dan akupun tidak sengaja menabrak nya. lalu kenapa Rio marah padaku) batin naina
"Rio aku sungguh minta maaf" ucap Naina berlari ke pelukan Rio, ia memeluk laki-laki yang sangat di cintainya laki-laki yang membuat nya melakukan hal nekat.
"lepaskan aku naina jauhkan tubuh kot*r mu itu" ucap Rio menghempaskan tubuh naina hingga tersungkur
"Rio aku mohon maafkan aku hiks...hiks. aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu aku tidak rela kamu menjadi milik wanita lain" ujar naina
"apa kau bilang cinta? bahkan aku tidak Sudi mendengar kata cinta dari wanita gila seperti dirimu itu! apa kau tau apa yang kau lakukan hah?" teriak Rio benar-benar kali ini amarah nya tidak bisa di bendung lagi
"iya aku tahu aku salah aku melakukan itu karena aku tidak suka sama Sabil Rio, dia selalu saja membuat jarak antara aku dan kamu hiks.. lagi pula aku tidak berhasil melukai Sabil aku salah sasaran hingga aku tidak sengaja menabrak teman nya Sabil" ucap Naina membuat darah Rio mendidih ingin rasanya ia mencekik wanita yang ada di hadapannya sampai mati.
plaaakkk...
tamparan mendarat keras di pipi naina entah sejak kapan Sisil dan sabil berada disana itu sungguh membuat Rio dan Rey merasa terkejut. Sisil menampar keras pipi naina hingga membuat naina kembali tersungkur dan mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya.
Flashback on
*Sabil memutuskan untuk pergi ke kantor rio untuk meminta ijin pergi ke negara X mengurus pekerjaan nya, namun saat Sabil membuka pintu dan akan masuk ke ruangan Rio ia tidak sengaja mendengar percakapan Rey dan Rio. Sabil pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke negara X dia lebih tertarik dengan berita saat ini, Sabil masih tidak terima jika mengingat kecelakaan yang terjadi kepada kanita.
dan saat itu Sabil memutuskan untuk mengikuti Rio dan Rey kemanapun mereka pergi, Sabil menghubungi Sisil yang tengah berada di rumah menjaga Dea dan Dio yang sedang tidur.
drrrrtttt... drrrrtttt.... ponsel Sisil berdering
Sisil: ya hallo Sabil
Sabil: kakak kau ada dimana?
Sisil: aku sedang berada di rumah kenapa?
Sabil: kakak aku mendengar jika kak Rio sudah menemukan keberadaan naina dan mereka akan menemuinya.
Sisil: benarkah? dimana mereka akan bertemu?
Sabil: kakak aku sedang mengikuti mereka bersiaplah aku akan mengirimkan alamat nya kepada kakak.
Sisil: baiklah aku akan segera bersiap dan pergi.
setelah mendapat pesan alamat dari Sabil Sisil bergegas melajukan mobil sport nya dengan kecepatan penuh, setelah menempuh perjalanan yang lumayan ramai Sisil tiba di lokasi yang di beritahukan oleh Sabil.
Sisil turun dari mobil menghampiri Sabil dan benar saja ia melihat mobil Rio terparkir di halaman villa, Sisil masuk secara perlahan agar tidak menganggu yang berada di dalam mereka mendengar kan perdebatan Rio dan naina.
sampai Sisil benar-benar sudah tidak tahan lagi ia tidak bisa menahan emosi dan.
plaaakkk...
Sisil menampar naina membuat Rio, Rey dan juga Sabil tercengang. Sisil kesal bukan hanya soal kanita ia juga kesal karena naina tidak menyukai Sabil adik ipar yang selalu baik kepadanya*.
flashback off
"kau beraninya kau menampar ku" teriak naina saat menyadari Sisil yang menampar nya dan bukan Rio
"iya! bahkan itu tidak sebanding dengan apa yang telah kamu lakukan" ucap Sisil dengan wajah yang penuh amarah dan mata yang memerah
"apa urusan mu" tanya naina
"cih.. kau masih bertanya kepadaku? kau tahu apa yang kau lakukan hah. pertama kau mencoba melukai Sabila adik ipar ku dan kau gagal melukainya tapi kau berhasil menabrak kanita adikku kau tahu" teriak Sisil, semenjak jadi seorang ibu sikap ganas Sisil sering terlihat meskipun Rio tidak mengetahui nya namun kedua adiknya Sabil dan kanita tahu keganasan Kaka perempuan nya itu.
duarrrrr... naina terkejut mendengar penuturan Sisil pantas saja jika Rio marah ternyata yang celaka adalah adik dari wanita yang sangat di cintainya.
"hahaha bagus jika begitu tujuan ku tepat karena aku ingin membuat mu menderita, dan ya aku berhasil melukai gadis yang kamu sayangi" ucap Naina dengan wajah mengejek dan Sisil tersenyum kecil.
"ya karena wanita jal*Ng seperti mu tidak akan mengerti cinta yang sesungguhnya" celetuk Sisil
"tutup mulut mu" teriak naina
"jaga bicaramu nona re*dah jangan berani-berani berteriak kepada kakak ku! kau tau naina aku bahkan berterimakasih kepada Tuhan karena tidak menjodohkan mu dengan kakak ku. aku bersyukur karena aku tidak memiliki kakak ipar yang jahat seperti dirimu" teriak Sabil tidak kalah lebih kencang dari naina
plaaakkk...
tamparan yang lumayan kencang mendarat di pipi Sabil, naina menampar Sabil di hadapan Rio dan sisil hal itu membuat Rio murka.
Sisil merengkuh tubuh Sabil kedalam pelukannya, ia tidak ingin tangis Sabil terlihat oleh naina. Rio menarik kasar tangan naina dan juga melakukan hal yang sama seperti yang naina lakukan kepada Sabil.
"kau tahu naina gadis yang baru saja kau sakiti itu adikku, dan aku tidak akan pernah rela melihat adik dan wanitaku di sentuh oleh orang seperti dirimu" teriak Rio di hadapan naina yang tersungkur dan penuh luka di wajah nya akibat ulah Rio
"Rio aku melakukan itu karena aku membencinya dan aku membenci wanita yang sudah merebut kamu dariku" ucap Naina
"dengar baik-baik naina aku tidak pernah memiliki perasaan kepada dirimu dan kau harus tahu jika aku sangat mencintai istriku! aku sudah bahagia bersama nya dan bersama dua anak kami" tegas Rio naina yang mendengar dua anak hatinya merasa sakit. ia memang pernah mendengar jika Sisil melahirkan anak kembar namun ia tidak pernah menyangka jika Rio membanggakan kedua anak nya.
Rio menghampiri Sisil dan memeluk nya tidak hanya Sisil Rio juga memeluk Sabil sang adik...
"urus wanita itu Rey! dan pastikan ia benar-benar tersiksa di penjara" ucap Rio meninggalkan tempat itu.
Rio melajukan mobilnya bersama Sisil dan Sabil sementara mobil Sisil dan Sabil akan di bawa oleh bodyguard karena Rio sudah menghubungi anak buah nya untuk mengambil mobil Sabil dan Sisil...
...
Rio sudah tiba di rumah dan juga Sabil saat masuk ke dalam rumah mereka melihat kanita tengah duduk bersama Dio dan Dea.
kanita melihat pipi Sabil yang sedikit bengkak ia pun menghampiri nya.
"kakak kenapa dengan pipi kakak" tanya kanita
"aku tidak apa-apa kan" jawab Sabil bohong
"kau bohong aku tahu terjadi sesuatu kepada kakak" ucap kanita dan Sabil pun menghela nafasnya lalu menceritakan semua yang terjadi. mata kanita terbelalak ia berfikir kasus itu sudah tidak lagi di permasalahkan namun ternyata kakak-kakak nya sangat menyayangi nya hingga menangkap si pelaku.
kanita mengompres pipi Sabil dengan hati-hati. kanita tau rasanya pasti sangat sakit hingga iapun begitu telaten mengobati sang kakak.
...
di kamar Rio menatap Sisil dengan lembut rio memeluk tubuh sang istri penuh cinta, Sisil pun membalas pelukan sang suami Sisil beruntung memiliki suami yang sayang menyayangi nya...
"sayang tenanglah mulai saat ini aku akan menjaga kalian dengan baik" ucap Rio mengecup puncak kepala Sisil
"iya aku tahu itu" balas Sisil lirih
"yasudah sebaiknya kita mandi dan bersih-bersih saja" ajak Rio dan Sisil pun mengangguk
di dalam kamar mandi mereka tidak hanya mandi karena Rio mengerjai sang istri hingga Sisil merasa kelelahan. melihat Sisil yang terlihat sangat lelah Rio pun tersenyum senang karena lagi-lagi ia berhasil mengerjai istri tercinta nya itu...
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Thor itu pada ngapain Thor dalam kamar mandi? 😂
A: kepo banget Lo jadi orang😏
N: jelasin apa Thor biar seru😂
A:. eh gak boleh gue lagi puasa😒
N: dikit doang gak apa-apa Thor😂
A: bayangin aja sendiri ya terus dosa nya tanggung masing-masing 😁
N: pelit Lo Thor 😏 udah pelit dosa suru tanggung masing-masing lagi😒
A: gue juga bawa dosa Mumun lagi puasa gue bikin cerita begitu 😭
B: dikit doang Thor😭
A: gak mau udah segitu aja lagian gue belum pengalaman! mana tau gue soal begitu Mumun 😌
N: mangkanya nikah Thor biar tau 😂
A: ngapa nyuru gue? Lo aja nikah Sono biar Lo tau dan bisa ngebayangin 😒
N: ngapa jadi di balik dah🙄
A: iya di balik biar gak gosong😂
N: Lo kira gue gorengan Thor 😏
A: bisa jadi 😂
N: serah Lo Thor 😒
**A: 😂😂😂
N: 😬😬😬***