Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 156


Rio tersenyum melihat putrinya, ia tahu jika Dea tidak menyukai hal ini. bahkan selama ini jika ada urusan penting ke sekolah nya Rio selalu menyuruh bawahannya.


namun kali ini ia ingin melihat putrinya dengan kepanikan. apalagi saat melihat Dena yang terus memanggil sang kakak.


Rio memperkenalkan diri, tak lupa memperkenalkan permaisuri nya. ia juga menyebutkan kalau ia mempunyai tiga orang anak, dia menjelaskan anak nya yang terlahir kembar ia tidak menutupi apapun, namun satu ia tidak menyebutkan nama anak-anaknya.


namun saat Rio memberikan sambutan semuanya malah menatap Dio dan Dea yang memiliki kemiripan dengan Rio dan juga Sisil. mereka semua berasumsi bahwa Dea dan Dio lah yang terlahir kembar.


bahkan hal-hal kecil pun mereka perhatikan, seperti saat ini Juna yang memperhatikan Rio tidak sengaja melihat jam tangan mewah dan limited edition yang di kenakan Rio juga sama dengan yang di pakai oleh Dio saat ini.


"Dio Lo anak nya tuan muda ya?" ceplos Juna yang membuat Dio menoleh.


"haha mana ada" ucapnya menutupi kegugupannya.


"jangan bohong Lo sama gue Dio, Lo liat jam yang di pakai tuan muda itu sama kaya yang Lo pake. gue tau itu jam couple cuma ada satu di dunia bahkan akan sulit untuk mendapatkan nya." ujar Juna.


"tapi tunggu itu kalung yang nona muda pake Sama kaya yang si Dea pake ya" tanya Juna membuat Dio memperhatikan kalung Sisil dan juga Dea.


(astagfirullah apa ini ajang pameran? kenapa mereka memakai barang yang sama dengan anak-anaknya. kalo udah begini gimana nasib gue dah. bukan keluarga Artadinata aja udah ngantri gimana kalo pada tau gue putra tunggal Artadinata. araaagghhh mamp*s lah anak tikus) batin Dio.


Dio memutuskan untuk mengirimkan pesan dalam grup keluarga nya.


*Dio: permisi ada orang kah?๐Ÿ™„


Dea: ada apa?๐Ÿ˜’


Dio: Mon maap itu kalung yang Lo pake tolong di umpetin๐Ÿ˜Œ


Dea: Kenapa harus di umpetin?๐Ÿ˜’


Dio: etolong ya nurut aja. gak liat apa orang-orang merhatiin kalung Lo sama bunda! ๐Ÿ˜


Dea: araaagghhh ingin ku teriaaaakkkk๐Ÿ˜ญ


Dio: nggak usah lebay! umpetin aja udah๐Ÿ˜


sisil: kalo ada yang berani ngumprtin barang couple nya uang jajan bunda potong! kunci mobil bunda sita!


Dio: atulahh bunda orang-orang pada merhatiin. sampe jam yang di pake ayah aja mereka sadar kalo itu samaan sama aku yang tertampan ini๐Ÿ˜ญ


Dea: tampan matamu! burik iya!๐Ÿ˜


Dio: sirik aja pok Iyem๐Ÿ˜œ


Dio: jangan lah bersikap seperti mamak tiri. karena mamak tiri tidak sejahat itu kalo di hadapan ayah๐Ÿ˜’


Dea: bundaku yang cantik nyak Tek terkalahkan. yang aduhai ayolah bunda ngapain coba kesini? pulang aja sana pulang ๐Ÿ˜’


Dio: Dea Anggita Putri Artadinata! Lo ngerayu apa ngusir? ๐Ÿ™„


Dea: rayu dulu Baru ngusir kali aja jinak๐Ÿ˜‚


Dio: elo yang di jinakin sama bunda nanti๐Ÿ˜


**Dea: emang ia๐Ÿ˜‚


Dio: ๐Ÿคฆ๐Ÿคฆ๐Ÿคฆ***


percakapan pun terhenti saat Rio acara telah selesai, Rio dan Sisil keluar dari aula dan pergi ke kantor kepala sekolah. Rio dan Sisil ingin mengetahui perkembangan sang anak. yang mengetahui Dea dan Dio anak Sisil hanyalah kepala sekolah dan beberapa guru kepercayaan Rio saja.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


N**: yg banyak apa ๐Ÿ˜’


A: nanti ya akoh lagi gak enak badan ini aja maksain ๐Ÿ˜Œ


N: cepet sembuh ya Thor๐Ÿค—


A: maaciw ya โค๏ธ


N: iya sama-sama ๐Ÿ’‹*