Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 337


Hari ini Mei Marasa tubuh nya kurang vit, namun ia tidak menghiraukan hal itu. Mei beranjak dari tempat tidur nya dan membersihkan diri, setelah itu Mei buru-buru menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.


Mei memandang Dio dengan senyuman manis di bibir nya, ia mengelus lembut pipi Dio hingga membuat Dio membuka matanya.


"Morning" ucap Mei, bukannya menjawab Dio malah memeluk Mei yang menyusupkan wajah nya di perut sang istri.


"Hmmmmm, sayang" lirih nya.


"Bangun dong, masa bobok Mulu" ucap Mei.


"10 menit lagi honey" ujar Dio.


"Kenapa hmmmm, tumben malas buat bangun" tanya mei.


"Aku masi ngantuk sayang, nanti aja ya bangun nya" lirih Dio.


"Abang gak ngantor" tanya mei, membuat Dio mendongak.


"Sama kamu ayo ke kantor nya" ucap Dio.


"Nggak ada kaya gitu, nanti bukannya kerja Abang malah ngerjain aku" cebik nya.


"Hehe kok tau si Bey, ayolah temani aku ke kantor" rengek Dio.


"Nggak ada ya bang, gak ada kantor-kantor. Mei hari ini ada kelas bang" ucap Mei.


"Yasudah iya abang akan ke kantor sendiri, nyari uang buat istri tercinta" ujar nya membuat wajah Mei merona.


"Banyak ngomong banget, mandi apa bang sana siap-siap nanti keburu siang" cerocos Mei.


"Kiss dulu sayang kiss" ucap Dio, mau tidak mau Mei pun melakukan nya. karena jika tidak dio akan terus merengek.


Setelah Dio masuk ke dalam kamar mandi, Mei pun segera merapikan tempat tidur nya. setelah itu Mei bersiap-siap karena ia pun harus pergi ke kampus.


...


Di meja makan Dio terus memandangi wajah cantik istrinya itu, ia melihat Mei sedikit berbeda dari biasanya.


Wajah ceria itu terlihat sendu dan lesu, Dio berfikir jika Mei sakit namun ia segera menepis fikirannya itu. karena Mei masih terlihat ceria.


"Bang Mei ke kampus nya bawa mobil sendiri ya" ujar nya.


"Nggak Abang" tanya Dio.


"Nggak, Mei buru-buru soal nya" jawab Mei.


"Yasudah gak apa-apa, tapi kamu hati-hati" ucap Dio.


"Siap komandan" jawab Mei, membuat Dio berjalan mendekati nya. dengan cepat Dio mengecup bibir Mei dan me****t nya, Mei yang tidak ingin di kerjai oleh suaminya segera menghentikan aksi Dio.


"Udah bang, kebablasan repot aku nya" ucap Mei, membuat Dio terkekeh.


"Dikit doang sayang, icip-icip" ujar nya.


"Dikira aku makanan kamu icip-icip" dengus Mei.


"Kamu menyebalkan" ujar Mei, namun ia memasang wajah menggoda nya. lalu berlari sebelum Dio menangkap nya.


"Meitha Putri Pradanta" teriak Dio, yang merasa tergoda dengan tingkah Mei.


Sementara Mei tertawa puas karena sudah berhasil menggoda suaminya itu, salah siapa ia membuat Mei kesal pagi-pagi begini.


"Yes, Abang Dio Artadinata" canda Mei.


"Anggara Putra" ucap Dio, menambahkan nama lengkap nya.


"Ya iya, lagian punya nama panjang bener kaya jalan tol" ledek mei.


"Kamu itu, ini Masi pagi tapi sudah membuat Dio junior meronta-ronta" dengus Dio.


"Sabar ya dedek kecil, hari ini aku nya Masi sibuk dan harus kuliah. nanti aku kasi kamu obat oke" celoteh Mei membuat Dio semakin gemas, rasanya ia ingin menggigit hidung istrinya itu.


Mei dan Dio melajukan mobilnya masing-masing, Mei oergi ke kampus begitupun dengan Dio ia pergi menuju kantor nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: ini kalo sedikit-sedikit maaf ya, badan ku udah mulai oleng lagi ini. jadi mohon mengerti 🙏😊


N: iya Thor gak apa-apa kok, asal up aja 😂


A: iya Mun pasti meskipun sedikit 😊


N: iya Thor gue selalu nunggu soalnya 😁


A: uwwwuuu Uun 🤗


N: 🤗🤗🤗*