
setelah beberapa hari yang lalu membicarakan soal kesepakatan kanita dan juga Jeje hari ini Sabil pergi ke tempat pemotretan yang tidak lain adalah kantor Eza. karena kemarin kanita meminta Eza untuk bersikap biasa kepada Sabil maka dari itu hari ini rencana akan di jalan kan dengan baik, bukan hanya kepada Sabil Eza pun akan bersikap perhatian kepada kanita juga karena itu permintaan Sabil dan Sabil ingin Eza dan kanita bersama.
(ribet ya elah bang Eza ngapa gak milih gue aja sii ๐ kesannya jadi sansino kan *sana sini ok* yaudah lah lanjut aja)
setibanya di ruang makeup dan berkumpul nya para model Sabil di hampir oleh Jeje yang tiba-tiba duduk di samping Sabil...
"Hay sabylla" ucap Jeje membuat Sabil yang tengah fokus pada ponselnya menoleh
"hey nona Jeje" jawab Sabil
"huh ternyata kau ini tidak ada bosannya ya mengikuti aku" ucap Jeje dengan penuh percaya diri
"CK...apa katamu? aku mengikuti kamu nona" jawab Sabil mengejek
"ya saat aku diluar negeri kau pun keluar negeri" ucap Jeje sinis
"huh asal kau tahu nona aku keluar negeri dan menjadi model disana karena bakat ku bukan karena orang tuaku yang menyogok perusahaan tersebut" balas Sabil tersenyum miris
"apa maksudmu" tanya Jeje mulai emosi
"haha harusnya aku yang bertanya kepada mu kenapa kau kembali ke tanah air" ucap Sabil tertawa
"aku kesini untuk kekasih ku Eza" jelas Jeje
"cih...untuk kekasih mu atau karena kau sudah tidak laku lagi di sana hingga membuat dirimu kembali ke tanah air" ucap Sabil penuh penekanan
"aku kembali untuk Eza mengerti kau, satu lagi aku tidak seperti dirimu yang tidak tahu malu" jelas Jeje mengejek
"haha come on nona kau dan aku sama kita sama-sama seorang model! bahkan sama-sama pernah dekat dengan tuan Eza Giovano yang membedakan aku meninggalkan dirinya karena cita-cita ku yang ingin ku gapai tanpa bantuan orang lain. tidak seperti dirimu yang pergi meninggalkan nya karena demi seorang pengusaha entertainment di luar negeri" ucap Sabil menegaskan Jeje yang mendengar itu merasa geram. tidak ingin kalah Jeje pun membalas ejekan sabil
"CK... bahkan sekarang peria yang kau sukai lebih menyukai gadis yang dekat dengan mu bukan siapa namanya? ah iya Kanita Adinda Pratama" balas Jeje
"haha tidak masalah soal itu aku akan ikut mendukung nya" jelas Sabil. Jeje yang mendengar itu merasa terkejut mana mungkin Sabil mendukung wanita yang akan merebut milik nya. bahkan yang dia tau selama ini Sabil tidak pernah membiarkan seseorang mengambil apa yang dia suka dan bahkan apa yang sudah jadi milik nya...
"ah iya aku akan membantu saingan mu itu menjadi model disini" ucap Jeje namun Sabil hanya tersenyum, karena ia sudah tahu bahwa kanita telah di tawari menjadi model sejak lama ya sekitar dua bulan sebelum kepulangan Jeje ke tanah air...
"benarkah? tapi mengapa aku melihat dia sekarang sedang melakukan pemotretan disana" tunjuk Sabil, Jeje yang merasa penasaran pun mengikuti arah tangan Sabil. betapa terkejutnya ia saat melihat kanita sudah menjadi model di tempat ia bekerja.
"bagaimana bisa" gumam Jeje namun masih bisa di dengar oleh kanita
"haha apa kau lupa nona jika dia pun seorang model terkenal? tanpa kau membantu nya pun banyak perusahaan yang menginginkan dia untuk menjadi model nya!" ucap Sabil lalu pergi meninggalkan Jeje
"ah iya bagaimana aku bisa lupa jika dia memiliki bakat yang bagus, bahkan jiwa model nya pun sudah terlihat bukan hanya itu tubuh nya pun sama seperti Sabil" gumam Jeje
setelah kanita selesai pemotretan Jeje menghampiri kanita berniat untuk mempermalukan kanita dan juga Sabil namun hal itu malah berbalik kepada dirinya sendiri.
"kanita" panggil Jeje
"ya kenapa nona" jawab kanita
"kenapa kau mendahului aku" ucap Jeje
"mendahului? apa maksudmu" tanya kanita bingung
"aku sudah bilang aku akan membantu kamu menjadi model ta_" belum selesai Jeje bicara kanita memotong nya
"tapi kenapa aku tidak menunggu bantuan mu begitu" ucap kanita dan Jeje pun mengangguk
"huh nona kau begitu meremehkan aku, kau lihat tanpa bantuan dari kamu pun aku mampu mengejar cita-cita ku bukan! bahkan mungkin aku bisa melebihi dirimu dan mensejajarkan diriku dengan nona Sabil" jelas kanita
"apa kau fikir kau mampu" tanya Jeje meremehkan
"haha kau fikir aku dirimu? yang menginginkan gelar hingga harus tidur dengan seorang pengusaha" balas kanita Jeje yang mendengar itu merasa marah. pasalnya banyak yang tengah memperhatikan mereka termasuk Sabil dan juga Eza keduanya kagum dengan keberanian kanita.
"jaga ucapan mu" teriak Jeje
"Hay nona jika kau tidak merasa kenapa wajah mu terlihat panik" tanya kanita, mendengar itu membuat kesabaran Jeje habis namun ia tidak lupa dengan tujuan nya dekat dengan kanita adalah menyingkirkan sabil.
"apa kau fikir hanya aku yang melakukan itu? dirimu pun pasti sudah melakukan nya bersama Presdir Eza bukan" ucap Jeje mengejek, Eza yang mendengar nama nya terseret emosi namun di tahan oleh Sabil.
hal itu membuat Jeje salah tingkah karena ia tahu Eza bukan tipe orang yang mudah di sentuh oleh sembarang wanita. bahkan saat Jeje menjadi kekasih Eza pun dia tidak pernah melakukan hal-hal aneh...
"ah ya aku rasa Eza tidak mungkin melakukan hal itu dengan kamu karena kamu bukan level nya dia" ucap Jeje percaya diri namun itu malah membuat kanita kembali tertawa
"hahaha emang situ oke mbak nya" balas kanita dengan tatapan mengejek, di sudut lain Sabil dan Eza tersenyum melihat tingkah kanita yang selalu tertawa...
"jangan pernah merasa bahwa dirimu berada di atas ku gadis kecil" ucap Jeje
"CK... nyatanya aku memang sudah berada di atas mu" balas kanita lalu tersenyum
"kau...kau ini partner kerja ku kenapa kau malah menyerang ku" ucap Jeje geram
"heh seperti nya partner kerja mu ini lebih pintar dari dirimu" jelas kanita
"apa maksudmu? jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan Eza dariku" teriak Jeje lagi-lagi membuat kanita kembali tertawa
"hahaha nyatanya aku sudah mendapatkan nya gimana dong" ucap kanita itu benar-benar membuat Jeje murka ingin rasanya ia menenggelamkan gadis yang berada di hadapan nya ini. namun apalah daya misi nya yang belum tercapai.
"kau gila aku sudah bilang padamu bahwa kita bersaing secara sehat" jelas Jeje
"iya aku gila jika terus berbicara dengan wanita gila seperti dirimu" ucap kanita lalu pergi meninggalkan Jeje yang sedang menahan amarahnya...
melihat kepergian kanita Jeje benar-benar kesal hatinya merasa sakit ingin nangis baru kali ini ia di perlakukan seperti ini oleh seorang gadis yang bahkan lebih muda dari dirinya...
kanita menghampiri Sabil dan Eza di ruangan Sabil, disana mereka tertawa dan berbincang-bincang, rasa takjub berkali Sisil dan Eza ungkapan untuk kanita. pasalnya selama ini tidak ada yang berani membuat masalah dengan Jeje Zanetta karena akan ribet seribet benang kusut...
.
.
.
.
.
jangan lupa like komen dan vote nya ya ๐๐
*
*
*
***N**: Thor ngapa si kanita ketawa Mulu dah๐ค
A: tau dapet mainan kali dia๐
N: mainan apa Thor boneka?
A: iya boneka chucky ๐*
***N**: lah sapa boneka chucky nya Thor๐
A: elo juga kalo mau mah boleh๐คฃ
N: jahad banget Lo Thor๐
A: serah gue lah๐*
***N**: udah si Jeje aja dah chucky nya ๐
A: serah Lo dah nawar bae ๐
N: ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ*