
Hari ini Dea dan Justin memutuskan untuk kerumah mami alin, mereka berjalan kaki karena rumah mami alin dan rumah Rio berhadapan.
"Assalamualaikum" ucap Dea.
"Walaikumsalam, sayang ayo masuk nak" jawab mami alin.
"Waduh ada manten baru neh" goda Julian.
"Jul" ucap mami alin.
"Iya Jul panjul" ledek Dea, membuat Julian mencebikan bibir nya.
"Gak usah di seksi-seksiin itu bibir, nanti kesannya kaya bibir si Donald" ledek Dea lagi.
"Yaampun, kakak ipar gue gak ada ahlak" ujar Julian membuat semuanya tertawa.
"Apaan kakak, Dea Masi muda" cetus Dea.
"Lah iya haha, judulnya begini aja kakak ipar gue lebih muda dari gue" ucap Julian lagi.
"Ribet ah ribet" ucap Dea, membuat mami alin tertawa.
Dea memang ceria dan bawel maka dari itu mami alin ngotot ingin Dea sama Justin, karena Justin yang datar dan dingin.
Tanpa ngomong apa-apa Justin menarik Dea ke kamarnya, dan itu membuat mami alin dan Julian terkejut.
"Woooee main tarik-tarik aja, anak orang itu oyy" teriak Julian
"Istri gue" balas Justin.
"Bang mau ngapain?" tanya Dea
"Mau ngelonin kamu" jawab Justin, membuat Dea membuka mulutnya.
"Aku bukan bayi, ngapain di kelonin?" protes Dea.
"Yaudah kalo gitu kamu aja yang kelonin Abang" ucap Justin, membuat Dea mencebikan bibirnya.
setibanya di kamar Justin Dea terpaku, bahkan kamar Justin lebih besar dari kamar miliknya. terlihat sangat indah juga nyaman dengan desain lelaki banget.
"Ini kamar Abang?" tanya dea.
"Bukan ini kamar kang cilok" jawab Justin asal.
"Aku hanya serius ya bang" kesal Dea, membuat Justin terkekeh.
"Ini bukan kamar aku, tapi kamar kita nanti" jawab Justin membuat Dea bingung, nanti? maksudnya kapan.
"Ooooh" balas Dea.
Karena merasa merasa ngantuk Dea merebahkan tubuhnya di sofa kamar Justin, iapun terlelap dalam tidurnya.
Justin yang menyadari pun menoleh ke arah Dea, ia tersenyum melihat Dea yang tertidur. Justin mengangkat tubuh mungil istrinya itu ke tempat tidur.
Iapun ikut berbaring di samping Dea, Justin membenamkan wajahnya di leher dea.ia merasa nyaman apalagi aroma tubuh sang istri sudah menjadi candu untuknya.
Meskipun kadang ia bingung tentang perasaan nya, namun Justin tidak ingin menyakiti Dea. ia akan memperlakukan Dea layaknya seorang istri yang di cintai.
"Aku tau untuk saat ini rasa itu belum ada, tapi aku yakin kamulah wanita yang dikirim tuhan untukku. Aku akan mencintaimu dengan perlahan, aku akan memperlakukan mu layak nya seorang istri yang sangat di cintai. meski kamu belum siap untuk melakukannya dengan ku, aku rasa itu wajar karena kamu memiliki rasa takut. jika aku sudah mendapatkan nya, Dea Anggita Putri Artadinata jadilah kekasihku, dan jadilah istriku yang tidak akan meninggalkan aku. apapun yang terjadi, akupun akan melakukan hal yang sama aku tidak akan meninggalkan kamu apapun yang terjadi nanti" bisik Justin di telinga Dea.
...
Di tempat lain Dio tengah memainkan ponselnya dan ia mengingat jika esok ia sudah harus pergi, Dio akan meninggalkan orang tua dan kakak nya.
Bukan mencari keberadaan Dea namun Dio malah masuk ke kamar mei, dan membuat si empunya kamar lagi-lagi terkejut.
"Astagfirullah se*an se*an" teriak Mei.
"Hus sembarangan kalo ngomong" ucap Dio, menutup mulut Mei.
"Abang, ih kebiasaan banget ngegetin Mei" kesal Mei.
"Mei baik-baik ya, jangan selingkuh Lo" ucap Dio.
"Selingkuh apaan si? punya pacar kaga. laki kaga siapa yang mau di selingkuhin?" tanya mei.
"Ya kali aja nanti gue pergi Lo nyari cowok lain" balas Dio.
"Ck. gak kebalik tuh? nanti Abang disana sama cewek lain" ledek Mei.
"Mana ada begitu, guemah setia" ucap Dio bangga.
"Iyadah terserah Abang aja ya" balas Mei.
Tiba-tiba Dio memeluk tubuh Mei, dan itu membuat Mei terkejut. fikirannya melayang-layang, apakah Dea juga seperti ini apa Dea sudah melakukan hal seperti ini? araaagghhh masa Dea yang belum nikah biasa saja namun Dio udah nyosor Mulu.
...
Di tempat lain Dea terlelap dalam pelukan Justin, karena cukup puas tertidur Dea pun membuka matanya. tatapan nya tertuju kepada Justin yang sedang memeluknya.
(beginikah rasanya di peluk seorang suami? yaampun nyaman banget, tapi Dea takut. bang Dea emang belum cinta sama Abang tapi Dea berharap Abang bisa jaga hubungan yang sakral ini. Dea tau pernikahan bukan hak untuk di permainkan, maka dari itu Dea akan berusaha jadi istri yang baik buat Abang) batin Dea.
Dea tersenyum dan memberanikan diri untuk mengecup kening Justin, setelahnya ia membersihkan diri lalu kembali duduk di samping yang suami yang masih terlelap.
Dea memandangi wajah Justin, dan mengelus nya dengan lembut. tak henti-hentinya ia mengucapkan rasa syukur karena Dea berhasil tidak pacaran selama sekolahnya. dan sekarang ia pacaran nya setelah halal.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: vote yang banyak yaπ
N: up nya juga harus banyakπ
A: di usahakan π
N: baiklah π€*