Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 262


Pagi hari mami alin dan yang lainnya sudah kumpul di meja makan, hanya Justin dan Carl saja yang tidak ikut sarapan bersama.


Hal itu membuat mami alin bertanya ada apa dengan anak dan cucu nya itu, sementara Dea sendiri ada di meja makan.


"De Abang sama Carl mana?" tanya mami alin.


"Oh anu mi Abang sama Carl belum bangun" jawab Dea, membuat Julian dan yang lain nya melongok. tumben Justin dan Carl belum bangun.


"Kok tumben" tanya mami alin.


"Iya semalam Carl ikut sama Abang buat ketemu temannya, dan mereka baru pulang jam setengah tiga pagi" jawab Dea.


"Gila ya laki Lo de, Carl Masi kecil udah di ajak pergi gak tau waktu begitu" ucap Julian, yang ingin sekali mami nya memarahi Justin.


"Biarin lah Jul lagian Carl pergi sama bapak nya ini, sirik banget jadi orang" ucap Mae.


"Ya kan sekarang liat Carl jadi kurang tidur" ucap Julian.


"Tenang aja Jul udah gue kasi kuliah mereka berdua, tapi emang dasar nya Carl sayang banget sama Abang gue jadi gak bisa marahin Abang Lo" ucap Dea membuat mami alin bingung.


"Maksudnya gimana de?" tanya Julian.


"Ya iya Carl gak mau kalo gue ngomel sama Daddy nya, Carl juga gak mau kalo gue hukum Daddy nya sampe dia bilang kalo Daddy nya di hukum Carl gak mau masuk kamar" ucap Dea membuat semuanya terperangah.


"Serius itu de" tanya Julian tidak percaya.


"Serius, padahal gue liat kalo Carl udah ngantuk banget. tapi dia gak mau ke kamar kalo belum liat Daddy nya rebahan di kamar" ucap Dea.


"Ajaib itu anak bisa begitu ya" ucap Mae.


"Ya namanya sama Daddy nya pasti dia khawatir" ucap mami alin tersenyum.


"Terus Lo gimana de" tanya Mae.


"Bahkan sebelum dia ke kamar nya dia bilang, mom plis nanti jangan ganggu waktu istirahat Daddy. kasian Daddy udah capek kerja dan baru kali ini aku liat Daddy keluar, jadi biarin Daddy istirahat yang cukup mom. begitu katanya" jawab Dea.


"Itu Abang gue apain si Carl ya, bisa patuh begitu tu anak" ucap Julian.


"Ya itu karena kasi sayang Abang kamu nya tulus Jul sama Carl" ucap mami alin.


Tak lama kemudian Carl menghampiri mereka yang masih ada di meja makan dengan waja yang lesu, Dea yang melihat putranya jalan dengan mata yang sedikit tertutup pun tertawa kecil.


"God morning mom, Oma, aunty and uncle" ucap nya kedudukan diri di samping Dea.


"Morning boy, kamu sudah bangun nak" ucap Dea mengelus kepala putranya.


"Hmmmmm" jawab nya, meletakkan kepalanya di atas meja makan. hal itu membuat mami alin terkikik geli dengan tingkah cucuk nya itu.


"Kau masih ngantuk hmmmmm" tanya Dea.


"Ya mom, mataku berat sekali tapi perut ku terus saja konser minta di isi" jawab Carl dengan suara berat.


"Baiklah makan lah dulu nak, setelah itu kau lanjutkan tidur mu" ucap Dea.


"Baiklah" Jawab Carl, namun tiba-tiba ia teringat dengan Justin. matanya membulat sempurna menatap Dea yang berada di samping nya.


"Mom kau tidak menggangu tidur Daddy kan?" tanya Carl tiba-tiba, membuat semuanya melongok. Carl yang sedari tadi hanya menutup matanya saat mengunyah, namun saat ini mata itu terbuka lebar saat mengingat sang Daddy.


"CK.kau ini masih saja memikirkan Daddy mu" ujar Dea.


"Yaampun anak ini, tidak nak aku tidak membangun kan Daddy mu yang kebo itu" ucap Dea, membuat Carl bernafas lega.


"Carl" panggil Julian.


"Ya uncle" jawab nya, dengan mata yang kembali mengecil karena ngantuk.


"Kenapa kau sangat peduli terhadap bang Justin, bahkan kau sendiri kurang istirahat karena dia" ucap Julian.


"Tentu saja dia Daddy ku uncle, aku tidak peduli dengan diriku sendiri. yang terpenting adalah Daddy dan mommy ku" ucap Carl yang membuat Dea tersenyum.


Saat Carl terus berceloteh Justin tiba dan duduk di samping putranya itu, Dea dan mami alin menggelengkan kepalanya melihat Justin dan Carl dalam keadaan yang sama.


"Dad kau bangun" tanya Carl menoleh.


"Hmmmmm, boy kau sudah bangun rupanya" jawab Justin.


"Ya, karena cacing di perut ku sudah berdisko sepagi ini" ucap Carl.


"Ternyata kita sama" ucap Justin tersenyum.


Justin pun memakan sarapannya bersama dengan Carl, sementara yang lain memperhatikan kedua lelaki yang berbeda usia itu.


Keduanya terlihat sangat mirip sekali, Dea tersenyum senang melihat keluarga nya yang terlihat utuh. meskipun Carl bukan darah daging nya namun mereka sangat menyayangi Carl.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: dikit dulu ya gaes😊


N: siap Thor 😁


A: vote jangan lupa ya, rangking gue melorot soalnya 😁


N: bagi poin mangkanya biar bisa voteπŸ˜‚


A: iya iya Uun 😁


N: oke😁*