
setelah kepergian kanita gio pun bertanya kepada Rio dan sisil...
"Yo ko Lo gapernah bilang sii kalo si Sisil punya adik cakep kaya gitu" ucap gio
"ngapain bilang-bilang" jawab Rio yang di susul senyuman oleh Sisil
"ya kan kalo gue tau bisa gue Deketin Yo" ucap gio
"gak ahh sayang kalo dikasi sama Lo takut di sakitin" jawab Rio sambil melirik Eza yang hanya tersenyum
"ahhh yaudah lah kalo gitu kita pamit pulang dulu Yo" ucap gio yang di setujui oleh Rio
"cepet sembuh sill titip ponakan gue baik-baik ya" tambah gio dan di angguki oleh Sisil dengan senyuman..
mereka bertiga pun bergizi dari ruangan sisil, setelah kepergian mereka rio duduk di dekat Sisil dan mengecup punggung tangan nya setelah itu Rio mengelus perut Sisil yang belum berbentuk...
"baik-baik ya anak ayah jangan nakal jangan bikin bunda kesulitan, dan jadi anak yang kuat kaya bunda kamu oke" ucap Rio sambil mencium perut Sisil
"iya ayah" ucap Sisil dengan suara di buat-buat seperti anak kecil
"terimakasih sayang" ucap Rio mengelus kepala Sisil
"iya mas" jawab Sisil sambil tersenyum
Sisil pun sudah merasa ngantuk hingga akhirnya tertidur, rio yang melihat Sisil tertidur hanya tersenyum, ia membaringkan tubuhnya nya di sofa hingga akhirnya ikut tertidur...
💞 💞 💞
pagi hari tiba seperti hari-hari sebelum nya kanita akan ke rumah sakit untuk menemani Sisil karna ia sudah selesai ujian jadi sudah mulai libur...
tok...tok...tok... kanita masuk dan melihat Rio yang masih tertidur
"pagi kak" ucap kanita yang dibalas senyuman oleh Sisil
"kak Rio gak kerja kak" tanya Jenita
"kerja kok coba kamu bangunin" ucap Sisil yang di angguki oleh kanita
"kak, kak Rio bangun udah siang" ucap kanita
Rio pun menggeliat dan mengerjapkan matanya...
"kamu udah datang ya" ucap Rio
"bangun kerja sana cari duit buat istri sama anak mu" jelas kanita
"duit gue udah banyak" jawab Rio
"CK sombong amat" ucap kanita
"bodoamat udah ah mau mandi dulu" jawab Rio lalu beranjak dari sofa menuju kamar mandi
"mau sarapan apa mas?" tanya Sisil
"gausah nanti aja di kantor" jawab Rio Sisil pun mengangguk
"aku berangkat dulu kamu hati-hati" ucap Rio lagi
"iya kamu juga hati-hati ya mas" ucap Sisil yang dibalas senyuman oleh Rio
"hey girls jaga aku titip kakak mu oke" ucap Rio Kepada kanita yang sedang duduk di sofa
"siap bos" jawab kanita sambil mengangkat tangan nya keatas kening...
setelah kepergian Rio Sisil menatap kanita hingga membuat gadis itu sadar akan tatapan dari Sisil...
"kenapa apa kau butuh sesuatu" tanya kanita
"tidak" jawab Sisil sambil menatap kanita
"kemarilah duduk disampingku" ucap nya lagi
melihat Sisil kanita pun merasa heran namun ia menuruti keinginan kakak nya, iapun berjalan dan duduk di kursi sambil tempat tidur Sisil...
"ada apa? apa kau ingin sesuatu" tanya kanita
"hmmmm aku ingin kau cerita" jawab Sisil
"hah cerita apa? aku bahkan tidak bisa bercerita seperti dongeng" ucap kanita polos
"bukan dongeng apa kau pikir diumur ku sekarang masih ingin mendengar dongeng" jawab sisil...
(apa ini karna dia hamil jadi bertingkah aneh seperti ini, bahkan dia tau aku tidak pernah membaca buku cerita lalu apa yang akan aku ceritakan kepada nya) batin kanita bingung dengan ucapan Sisil...
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung...
jangan lupa like sama vote nya🙏😉***