
Setelah selesai berbincang Dea dan yang lain nya pamit pulang, karena Sisil dan Rio ingin menjaga Mei di rumah sakit. dan karena mereka memiliki ruangan pribadi khusus keluarga akhirnya Dio mengijinkan ayah dan bundanya menemani Mei.
Sementara Dena Dea meminta adik bontot nya itu untuk ikut pulang ke rumah nya, awal nya Dena menolak namun karena Justin mengatakan ia harus menyelesaikan pekerjaan di luar kota agar saat Dea melahirkan nanti dirinya bisa cuti dengan tenang. akhirnya Dena pun mau ikut ke rumah mami alin atas dasar untuk menemani Dea.
"Bunah ai pulang dulu" ucap Aiden yang memanggil Sisil Bunah.
"Hmmmmm, bunda Masi kangen ai yaampun anak mu ini lucu sekali" ucap Sisil.
"Siapa dulu mom nya" ucap Dea bangga.
"Salah dong siapa dulu dad nya, kan Aiden mirip Daddy nya" ucap Rio membuat Dea mendengus.
"Ayah aku kecewa padamu" canda nya, membuat Rio terkekeh.
"Jaga baik-baik baby twins" ucap Dena membuat Dio mengacak rambut nya gemas.
"Abang stop" ucap Dena kembali merapikan rambutnya.
"Kau itu kenapa tidak kecil terus agar aku bisa bebas mengacak rambut mu" ucap Dio.
"Mana ada begitu, Dena kan di kasi makan sama ayah sama bunda ya kali kecil terus" cebik nya.
"Dena ingat untuk sementara kamu di rumah kakak Dea, karena ayah dan bunda akan menjaga kak Mei samoai pulih. jangan kelayapan tanpa ijin" ucap Rio, karena Dena baru kali ini kembali lagi ke tanah air.
"Siap big bos" ucap Dena.
Saat berjalan menuju parkiran Aiden terus memandangi wajah cantik Dena, bocah itu merasa heran dan tidak mengenal aunty nya itu.
Dena yang merasa di perhatikan pun tersenyum kepada Aiden yang berada di gendongan Justin, Justin pun menyadari jika Aiden tidak mengenal Dena.
"Kenapa apa kau tidak mengenal nya" tanya Justin, Aiden pun mengangguk membuat Dea tersenyum.
"Itu aunty Dena sayang, aunty nya Aiden" ucap Justin.
"Ai punya aunty" tanya nya polos.
"Tentu saja ini" ucap Justin merangkul Dena, agar lebih dekat dengan Aiden.
"Waaahhh, cantik sekali" ceplos Aiden membuat Dea, Carl, Justin dan Dena tertawa.
"Benarkah aku cantik" tanya Dena.
"Aunty canti seperti bunah" jawab nya.
"Tentu saja aku anak nya" dengus Dena.
"Aunty" panggil Aiden.
"Ya" sahut Dena.
"Aunty pulang ke rumah ai ya, ai ingin bermain dengan aunty dan kak ana" ucap Aiden.
"Tentu saja boy, aku akan pulang ke rumah mu" ucap nya gemas.
Saat tiba di parkiran Dena akan masuk ke dalam mobil Justin, namun Carl dengan cepat menarik tangan Dena membuat gadis itu kaget.
"Haisshh, kaget aku" ucap nya membuat Justin dan Dea menoleh.
"Dad, mom biarkan Dena pulang dengan Abang" ucap Carl, membuat Justin dan Dea mengangguk dan tersenyum.
"Loh kok jadi begini" protes Dena.
"Begini apanya" tanya Carl menatap Dena.
"Aku mau sama dad and mom" ucap Dena.
"Tidak, masuk" ucap Carl membuka kan pintu mobil untuk Dena.
"Nggak usah lebay masuk" ucap Carl membuat Dena membuka mulutnya.
"Ini apasi Dena yang di paksa masuk dena juga yang di galakin" protes nya.
"Diam atau aku jual kamu" canda Carl membuat Dena membelalak.
"Abang mah masa nih ya cewe cantik kaya Dena mau di jual, Dena kan baru mendarat di daratan." ucap Dena membuat Carl mengernyit heran.
"Daratan" tanya Carl.
"Tanah air gitu benerin apa bang, gak peka banget jadi orang" cetus nya , gadis yang beranjak remaja ini benar-benar membuat Carl gemas.
Dena terus mengoceh hingga ia merasa capek dan terlelap, Carl tersenyum melihat Dena yang tertidur.
Setibanya di rumah Carl dan Justin sampai bersamaan, saat Carl membuka pintu Justin samar-samar melihat Dena yang terlelap.
"Bang nanti Dena nya di angkat ke kamar samping kamar Aiden ya" ucap Justin, kamar Aiden berada di tengah kamar Dena dan Dea. sementara camar Carl di samping kiri kamar Dea.
"Aku yang angkat dad" tanya Carl.
"Kang cilok bang, ya kamu lah siapa lagi gak liat Daddy gendong Aiden" ucap Justin, namun Carl masih terdiam.
"Jangan bilang kamu gak kuat bang" ledek nya.
"Mana ada kuat kok aku" ucap Carl, kini Carl mengangkat tubuh mungil Dena menuju kamar nya.
Saat memasuki rumah Carl melihat ana yang menatap nya, ana tersenyum manis dan Carl pun membalas nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ððĪ jangan lupa like komen dan vote nya ðð
A**: nah si Dena sama Carl tuh ðĪŠ
N: yang banyak ðĪĢ
A: sabar apa tangan gue pegel Uun ððĪĢ
N: semangat Thor ð
A: makasi-makasih ð
N: sama-sama ðð*